Ngeri, 99% Dunia Telah Terdampak Polusi Udara

oleh -36 kali dilihat
Anies Akan Cabut Izin Lingkungan Perusahaan Pemicu Polusi Udara Jakarta
Kabut asap polusi udara menyelimuti kota Jakarta - Foto/ Jurnasyanto Sukarno / Greenpeace

Klikhijau.com – Polusi udara benar-benar telah menyelimuti hampir seluruh dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa hampir semua orang di dunia menghirup polusi udara.

Belum  lama ini badan kesehatan PBB, yakni Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui database kualitas udara.

Pembaruan memberikan data tentang kualitas udara lebih dari 6.000 kota, kota kecil dan desa di seluruh dunia.

Berdasarkan pembaruan itu, terungkap jika  99% dunia menghirup udara yang tercemar pada tingkat di atas standar kualitas udara WHO.

KLIK INI:  Tekan Polusi Udara, Menteri Siti Resmikan Dua Fasilitas RTH di Indramayu

Akibatnya,  semua orang berisiko lebih tinggi mengalami penyakit pernapasan. Tentu fakta itu sangat mengkhawatirkan. Karena hanya tersisa 1 % saja dunia yang terbebas dari polusi udara.

“Setelah selamat dari pandemi , tidak dapat diterima untuk masih memiliki 7 juta kematian yang dapat dicegah dan tahun-tahun kesehatan yang hilang yang tak terhitung jumlahnya yang dapat dicegah karena polusi udara,” kata Dr. Maria Neira, kepala departemen lingkungan, perubahan iklim, dan kesehatan WHO. “Namun terlalu banyak investasi yang masih tenggelam ke dalam lingkungan yang tercemar daripada di udara yang bersih dan sehat,” lanjutnya.

Dipenuhi partikel berbahaya

Saat ini udara global telah penuh dengan partikel yang berbahaya. Karena dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan bahkan memasuki aliran darah.

Daerah yang mengalami kualitas udara paling buruk adalah Kawasan Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Afrika.

Negara berkembang dan masyarakat yang terpinggirkan, menurut data dan laporan lainnya adalah yang paling terkena dampak pencemaran ini.

KLIK INI:  Melacak Kendaraan yang “Tak Berdosa” sebagai Penyebab Polusi Udara

Untuk wilayah yang sangat tercemar seperti Mediterania timur, pertanian, transportasi, dan pembakaran limbah industri berkontribusi besar terhadap emisi.

Sumber-sumber alam seperti debu juga berkontribusi terhadap polusi . Daerah tambahan yang terkena dampak termasuk India, yang memiliki tingkat PM10 tertinggi, dan China, yang menduduki puncak daftar negara dengan PM2,5 terbanyak.

“Materi partikulat, terutama PM2.5, mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan memasuki aliran darah, menyebabkan dampak kardiovaskular, serebrovaskular (stroke) dan pernapasan,” kata WHO. “Ada bukti yang muncul bahwa partikel berdampak pada organ lain dan menyebabkan penyakit lain juga.”

Sebelumnya, WHO hanya mempertimbangkan partikel PM2.5 dan PM10 dalam analisis polusinya. Dalam analisis terbarunya, badan tersebut memasukkan pengukuran nitrogen dioksida.

Dengan jumlah nitrogen tertinggi yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil , daerah perkotaan mengalami NO2 paling pekat. Paparan polusi NO2 meningkatkan risiko asma dan kondisi pernapasan lainnya.

Saat ini dunia harus segera beralih dari bahan bakar fosil untuk mengatasi situasi tersebut. Jika tidak ada tindakan yang diambil, kondisi pernapasan akan semakin berdampak pada jutaan nyawa. Dan itu berarti alarm bahaya bagi kehidupan ini.

KLIK INI:  Polusi Udara Mempengaruhi Tingkat Kebahagiaan, Benarkah?

Sumber: Inhabitat