Sedapnya Nasi Berenang yang “Ngangenin” di Wonomulyo Sulbar

oleh -2,435 kali dilihat
Sedapnya Nasi Berenang yang "Ngangenin" di Wonomulyo Sulbar
Warung Pojok Wonomulyo, Sulbar

Klikhijau.com – Wonomulyo, sepintas terdengar seperti daerah di pulau Jawa. Tetapi, Kota Wonomulyo satu ini ada di Sulawesi Barat, sebuah kota tua yang memang banyak dihuni suku Jawa.

Menurut Wikipedia, Wonomulyo telah ada sejak sejak zaman Belanda, saat masih berbentuk distrik. Dibuka oleh transmigran yang didatangkan Belanda pada bulan Juli 1934.

Wonomulyo awalnya bernama Distrik Colonie, dan kemudian namanya diganti “Wonomulyo” yang berarti “hutan mulia”.

Bila berkunjung ke Wonomulyo, carilah kuliner satu ini, nasi berenang. Yah, kuliner ini banyak dijumpai di sana. Kabarnya, masakan berbahan sederhana ini juga dibawah oleh transmigran Jawa.

KLIK INI:  Suka Kuliner Berkuah? Ini 5 Kuliner Berkuah Khas Sulsel yang Harus Kamu Nikmati

Dari namanya saja, kuliner khas ini sudah bikin penasaran. Beberapa hari lalu saat berkunjung ke sana, seorang teman memperkenalkan menu sederhana ini. Demi melebur rasa penasaran, saya pun mencobanya di suatu tempat andalan namanya Warung Pojok.

Masih terlalu pagi, tapi pengunjung sudah lalu lalang di Warung Pojok. “Sarapan pagi sederhana memang adanya di sini!” kata seorang kawan.

Mengapa disebut nasi berenang? Ini yang bikin penasaran. Lalu, semua terjawab saat seorang pelayan menyajikannya di atas meja. Ada semangkuk sup, tempe dan nasi yang terpisah. Sebetulnya, nama menunya adalah “nasi sup tempe”, tetapi lebih dikenal dengan nasi berenang.

Sup berkuahnya sangat simpel, isinya mie, sayur kol, kacang goreng, dan suir ayam. Aromanya sedap menggoda karena ada irisan daun bawang dan seledrinya. Ditambahkan kecap, sambal dan jeruk nipis, kuliner ini bakal menggoyang lidah.

Lalu sepiring nasi yang ada dicampurkan perlahan di dalam semangkuk sup, itulah alasan rupanya sehingga disebut nasi berenang.

KLIK INI:  Cara Simpel Memasak Sayur Daun Kelor, Klik Ini!

Yah, sembari menikmati nasi yang berenang di dalam mangkuk, gorengan tempe dicocol pakai sambel dan dimakan bersamaan. Rasanya enak, ringan, mengenyangkan. Pas banget sebagai menu sarapan pagi, terlebih bila gairah makan sedang menurun.

Sensasi kuliner ini sebetulnya ada pada kuahnya yang berbumbu sederhana dan penyajiannya yang unik. Walau begitu, kuliner ini sedap dan ngangenin.

Warung Pojok asuhan Ibu Setiawati telah dibuka sejak 2008. Ia seorang transmigran dari Jawa yang sudah lama menetap di Wonomulyo.

Sehari-hari, Ibu Setiawati ditemani empat karyawan yang membantunya di dapur. Mereka adalah tentangga dan kerabatnya sendiri yang telah bekerja lama dengannya.

Sementara, anak perempuannya Septyana Aditya membantunya melayani pengunjung. Warung Pojok buka sejak awal pagi hingga sore hari. Letaknya tak jauh dari jalan poros Polman-Mamuju.

Penasaran dengan nasi berenang, mampirlah ke Wonomulyo dan rasakan sedapnya yang ngangenin!

KLIK INI:  Walau Dikenal Berkolesterol Tinggi, Ini Manfaat Istimewa Daging Kepiting