Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kendari dan Potensi Istimewa di Baliknya

Publish by -195 kali dilihat
Penulis: La Halufi
Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kendari dan Potensi Istimewa di Baliknya
Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kendari/Foto-GoWisataRia

Klikhijau.com – Salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia adalah kawasan hutan tropika yang tersebar di kepulauan. Kawasan hutan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata seperti kawasan hutan lindung, suaka alam dan pelestarian alam.

Keberadaan ekowisata ini bisa dimanfaatkan sebagai wisata berbasis lingkungan. Pasalnya banyak wistawan ekotour lebih tertarik dengan flora dan fauna atau kehidupan masyarakat lokal yang otentik.

Hal ini bisa bernilai ekonomis dan berdampak pada pendapatan masyarakat ataupun pemerintah daerah. Seperti yang terjadi di beberapa Negara yang kawasan hutannya mulai dieksploitasi.

Selain itu, pengembangan ekowisata ini bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan dan tekanan terhadap hutan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara mencatat, kawasan pelestarian alam seluas 7.877,5 ha. Kawasan ini disebut Taman Hutan Raya Nipa-Nipa yang berada di wilayah administrasi Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.

Kawasan ini diprediksi memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Taman Hutan Raya Nipa-Nipa juga telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan wisata bagi Kota Kendari.

KLIK INI:  3 dari Desa Terbersih di Dunia Ada di Indonesia, Penasaran? Klik Ini!

SDA yang dimiliki diharapkan menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Beberapa mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari telah melakukan penelitian terkait potensi yang dimiliki Taman Hutan Raya Nipa-Nipa.

Sejauh ini ada dua potensi yang dimiliki yakni flora dan fauna dan juga panorama alam. Taman Hutan Raya Nipa-Nipa termasuk golongan tipe vegetasi hutan tropika. Tipe ini memiliki daratan dan pengunangan rendah.

Flora dan Fauna

Luasnya kawasan ini sehingga ditumbuhi beragam jenis pohon yang berada di dalamnya. Keragaman itu seperti damar (Shorea sp), bolongita (Tetrameles nudiflora), ponto (Buchanania arbirences), kuma (Drypentes longifolia), bintagur (Calophyllum sp), kayu besi (Metrocyderos petiolata), eha (Castanopsis buruana), bolo-bolo (Adenandra celebica), bolo-bolo putih (Theo lanceolata), waru (Hibiscus tiliaceus), kayu puta (Baringtonia racemosa), berbagai jenis palem (Nongella sp, Pinanga caesia dan Licuala sp). Juga rotan (Daemonorops sp), rotan batang (Calamus zollingeri), rotan lambing (Calamus ornatur var. Celebicus).

Sedangkan satwa liar terdiri dari anoa, rusa, kuskus, musang sulawesi, rangkong, kesturi sulawesi, elang laut (Haliastus leucogaster), dan beberapa jenis kupu-kupu.

Selain satwa liarnya, ada juga jenis-jenis fauna endemik yang terdapat di lokasi obyek wisata air terjun Lahundape adalah anoa, rusa, tarsius, monyet hitam, dan beberapa jenis kupu-kupu.

Pemandangan Alam

Adapun pemandangan yang dimiliki terdiri dari air terjun Lahundape dan kawasan perkemahan. Air terjun ini merupakan obyek wisata yang terdapat dapat dalam kawasan hutan.

Obyek wisata ini dapat diakses melalui darat dengan jalan yang kecil dari kota Kendari. Permandian ini menyuguhkan keindahan dan kesejukan alam dan hutannya.

Adapun jarak tempuh menuju obyek wisata ini sekitar 4 km dengan waktu tempuh kurang lebih dua sampai tiga jam.

KLIK INI:  Memukau, Jepretan Kece Fotografer Ini Tunjukkan Eksotika Gugusan Karst Maros-Pangkep

Sedangkan kawasan perkemahan atau camping ground biasanya digunakan oleh mereka dengan berbagai kegiatan khusus. Spot ini biasanya digunakan untuk penelitian dan para pencinta alam.

Keberadaan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa masih belum banyak diketahui oleh mereka yang baru berkunjung di Kota Kendari. Sehingga kawasan ini kurang familiar bagi sebagian masyarakat terlebih lagi masyarakat pendatang. Akibatnya kurang terekspos dimasyarakat luas.

Disisi lain minimnya perhatian pemerintah Kota Kendari dalam menyediakan saranan dan prasanan di kawasan tersebut. Publikasi dari pemkot juga kurang bahkan tidak pernah memfokuskan pengembangannya sebagai obyek wisata.

Padahal jika dilihat dari potensi yang ada, Taman Hutan Raya Nipa-Nipa memiliki potensi dari segi edukasi ataupun konservasi alam.

Jika kawasan ini dikembangkan maka ini aman pemberi manfaat bagi pendidikan terlebih lagi pendapatan. Tidak hanya itu, ini akan membuka peluang kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Disisi lain, keberadaan flora dan faunanya akan terancam punah akibat aktifitas manusia. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat. Mereka memburu hewan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani ataupun pendapatan.

Populasi jenis pohon-pohon dan anggrek membayakan juga akibat kebutuhan rumah tangga. Di lain pihak, pencemaran sampah juga tak terhindarkan. Sebab rendahnya kedaran pengunjung terhadap lingkungan.

Hal ini bisa berdampak pada bencana alam seperti banjir ataupun longsor. Yang membawa dampak buruk masyarakat dan juga rusaknya kawasan hutan.

KLIK INI:  Mengenal Lebih Dekat Pulau Barung, Pulau Tanpa Penghuni
Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!