Tandabaca, Sepotong Surga yang Diletakkan di Desa Kindang

oleh -24 kali dilihat
Tandabaca, Kindang
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Jika dari Kota Bulukumba dan kamu bergerak ke arah barat. Kamu akan temukan satu desa, namanya Desa Kindang. Mata pencaharian penduduknya didominasi oleh petani. Ada dua komoditi unggulan yang selalu dinantikan masa panennya, kopi dan cengkeh.

Sebagai daerah yang berada di ketinggian, Desa Kindang dikarunia alam yang subur dan indah, sehingga sangat menarik dikunjungi.

Sayangnya sebagai desa dengan karunia keindahan alam, potensi wisatanya belum dilirik. Karena itulah, pada tahun 2019 lalu, saya berinisiatif menggarap tempat wisata, yang dinamai Tandabaca.

Iya, kamu tidak salah baca, tulisan itu memang bersambung. Tidak terpisah seperti seharusnya jika merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang harusnya tanda baru spasi kemudian tulisan baca.

KLIK INI:  Di Tebing Cafe Majene, Ada Pesona Matahari Terbit yang Memikat Hati

Tandabaca yang ini memang bukan tanda baca yang ada dalam tulisan. Tapi, sebuah nama tempat wisata yang terletak di Dusun Sapayya, Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Letaknya berada di atas bukit dengan ketinggian 900 di atas permukaan laut (mdpl)

Tempat ini disiapkan sebagai ruang publik, ruang jeda, dan ruang tetirah dari beragam keruwetan pikiran dan kesibukan.

Di tempat ini, kamu tidak hanya disuguhi pemandangan eksotis dan hawa segar khas pedesaan, tetapi juga kamu bisa merasakan sensasi membaca buku di alam terbuka. Karena Tandabaca juga didesain menjadi perpustakaan alam yang dipenuhi buku-buku.

Membaca di alam terbuka tentu akan menjadi pengalaman tidak terlupakan. Penuh sensasi dengan embusan angin sepoi yang merayu manja.

Berbelanja dengan berbayar sampah

Jika kamu berkunjung, ada hal menarik lainnya yang bisa kamu dapati, selain buku dan pemandangan yang eksotis. Kamu juga bisa menikmati aneka ragam jajanan, mulai dari sarabba, cendol hingga kripik pisang.

KLIK INI:  Merawat Asa Kampoeng Bambu Toddopulia di Masa Pandemi

Semua jajanan yang disiapkan di Tandabaca bisa kamu bayar dengan sampah. Tentu tidak semua jenis sampah, hanya sampah yang bisa didaur ulang untuk mengurangi pencemarannya di lingkungan.

Hal lain sedang digarap adalah menyediakan laptop bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin mengerjakan tugasnya tanpa dipungut biaya, syaratnya hanya satu membawa sampah minimal 1 kilogram.

Alasan nama Tandabaca

Beragam pertanyaan kerap tiba, kenapa harus namanya Tandabaca? Dan saya tidak memiliki jawabannya. Saya hanya suka dengan kata itu, sebuah rem untuk berhenti ketika membaca. Memberi kita kesempatan menarik napas untuk melanjutkan bacaan atau berhenti. Tandabaca adalah penegasan.

Keberadaan Tandabaca, tidak hanya perihal ruang jeda ketika membaca saja, tapi juga ada dalam kehidupan. Tandabaca bisa diartikan sederhana sebagai pengingat untuk tidak rakus, untuk berhenti.

Dari segi bahasa, Tandabaca adalah bahasa universal yang digunakan di Indonesia, hampir semua daerah di nusantara, tak memiliki padanan kata ini, tanda baca, ya tanda baca saja. Tidak ada kata lain untuk menamai pemberhentian bacaan atau tulisan.

KLIK INI:  Pulau Racun, Destinasi Bahari Terbaik di Ujung Minahasa Tenggara

Sederhananya, dalam hidup, kita membutuhkan Tandabaca, entah itu titik atau koma atau tanda baca lainnya sebagai ruang refleksi apa hanya perlu jeda atau memang harus berhenti, khususnya melakukan hal-hal yang kurang baik, membuang sampah sembarangan, misalnya.

Mudah dijangkau

Tandabaca terletak di atas bukit dengan ketinggian 900 mdpl. Meskipun tempatnya terdapat di puncak bukit, namun akses masuknya sangat mudah di jangkau.

Di pinggir jalan, kamu akan melihat papan penunjuk bertuliskan Tandabaca. Dibuat dari papan kecil yang disanggah sebatang bambu. Untuk sampai ke lokasi, kamu cukup berjalan menyusuri sepanjang jalan setapak yang mengarah ke atas bukit itu.

Pengembangan taman wisata ini juga bertujuan untuk memberikan tempat dan ruang edukasi untuk anak-anak sekolah maupun masyarakat setempat. Juga sebagai usaha untuk penyestabilitas perekonomian penduduk, di mana mereka bisa menggunakan taman wisata ini sebagai roda penggerak dan penghasil UMKM.

Selain itu, jika berkunjung  kamu juga dapat berkenalan dengan pohon cengkeh, kopi hingga porang yang belakangan ini menjadi salah satu komoditas andalan penduduk Desa Kindang.

KLIK INI:  Mahasiswa KKN Unhas, Programkan Kindang sebagai Sentra Buah

Tidak hanya pohon cengkeh dan kopi, jika kalian menengok ke sebelah kanan, kamu akan akan disuguhi pemandangan sawah dengan pematang khas bertumpuk-tumpuk yang sangat eksotis dipandang mata. Pemandangan sawah ini akan semakin terlihat memesona bila berada di atas rumah pohon yang diberi nama Binara Cinta Kaisah Ayatulauni.

Meskipun terkesan sedikit sempit, hanya memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 22 meter. Tandabaca telah menyiapkan beragam fasilitas, ada panggung, WC, listrik, sehingga akan nyaman dan aman jika melakukan kegiatan, semisal camp.

Hanya saja, jika kamu ingin camp, hal yang perlu disiapkan adalah selimut dan jaket, sebab cuaca di Tandabaca cukup menggigilkan, belum lagi curah hujan di Desa Kindang cukup intens berkunjung.

Saat ini belum terlalu banyak spot foto yang menunjang penampilannya, namun perlahan dan pasti Tandbaca tetap berbenah. Beberapa pembangunan dan pengembangannya terkendala dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan bangunan cepat lapuk. Apalagi biaya pembangunan masih mengandalkan dana pribadi  tanpa  bantuan dan donasi dari pihak-pihak terkait.

Bekerja sosial memang seharusnya tidak mengharapkan apa pun, bukan?

KLIK INI:  Menjaring Eksotisme dan Kesegaran di Puncak Lurayya Jam 8 Pagi

Oya, jika kamu ingin berkunjung ke Tandabaca, ada empat jalur yang bisa ditempuh, yakni dari arah Bantaeng, tepat di depan SMA Tompobulu, Teko, Bontomanai dan jalur Sinjai melewati Desa Kahayya.

Jika kamu ragu bakal tersesat, kamu bisa mengandalkan google maps, kamu akan temukan TANDA BACA, delapan huruf itu menggunakan huruf kapital atau kamu bisa bertanya ke penduduk setempat, dan rasakan sensasi keramahannya.

Jadi, selamat berkunjung, selamat memanen sensasi hijau di Tandabaca, sepotong surga yang diletakkan di Desa Kindang.

KLIK INI:  Bahkan Sampah Plastik Telah Sampai ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang