Melirik Potensi Kacang Panjang yang Bersifat Dwiguna

oleh -28 kali dilihat
Melirik Potensi Kacang Panjang yang Bersifat Dwiguna
Kacang panjang-foto/Unsplash

Klikhijau.com –  Kacang panjang (Vigna sinensis L.) terkadang dijadikan sebagai teka-teki—apa meski sudah dipotong pendek tetap saja panjang? Jawabannya, iya kacang panjang.

Tanaman ini merupakan  tanaman perdu semusim. Di Indonesia tanaman dari ordo Rosales ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

Kegunaannya cukup banyak, baik  sebagai sayuran maupun sebagai lalapan. Mengonsumsi kacang panjang diyakini  dapat meningkatkan gizi masyarakat.

Hal itu karena, tanaman dari famili Leguminoceae ini sebagai sumber vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan mineral.

KLIK INI:  Namanya Cerek-pasir besar, Burung Mungil yang Larinya Kencang

Tanaman ini sebenarnya bukan asli Indonesia, tapi berasal dari Afrika dan India. Namun, saat ini telah berumah di banyak negara dengan nama yang berbeda, di Jawa dinamai  kacang lanjaran, di Cina bernama taukok, di Philipina bernama sitao, dan di Malaysia dinamai kacang belut.

Kacang panjang  adalah tanaman hortikultura. Biasanya ditanam baik secara monokultur maupun sebagai tanaman sela.

Kandungan yang terdapat pada biji tanaman kelas Angiospermae ini cukup banyak di antaranya lemak, protein, lemak dan karbohidrat.

Bagi ibu menyusui, mengonsumsi daun kacang panjang sangat baik, karena dapat dapat memperbanyak air susu ibu atau ASI.

I Ketut Arsa Wijaya (2018) mengungkapkan, komoditi ini adalah salah satu sumber protein nabati yang cukup potensial.

Itu karena tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan obat-obatan, tetapi juga dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Jadi, menanam kacang panjang juga dapat berfungsi sebagai pupuk untuk kesuburan itu. Hal itu dikarenakan karena akar-akarnya bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium. Bakteri ini mampu mengikat N2 atau Nitrogen di udara.

KLIK INI:  Dokumen SRAK, Sebuah Upaya Pelestarian Orang Utan Indonesia

Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan keringgian sekitar 1500 meter di atas permukaan laut(mdpl.

Pitoyo, (2006) mengungkapkan jika tanaman ini ditujukan untuk keperluan konsumsi, sebaiknya ditanam di dataran tinggi, karena di dataran tinggi umur panennya relatif lebih lama.

Sementara jika tujuannya untuk penangkaran benih, sebaiknya dibudidayakan di dataran rendah dan sedang.

Merfologi kacang panjang

Akar dari tanaman ini terdiri dari akar tunggang, cabang, serabut. Perakarannya bisa mencapai kedalaman 60 cm.

Akarnya dapat bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium Sp. Adapun ciri-ciri adanya symbiosis, yakni terdapat bintil-bintil akar di sekitar pangkal akar.

Aktivitas bintil akar tersebut ditandai oleh warna bintil akar sewaktu dibelah. Apabila  berwarna merah cerah itu artinya  bintil akar tersebut efektif menambah nitrogen, sedangkan bila berwarna merah pucat berarti penambahan nitrogen kurang efektif (Pitoyo,2006).

KLIK INI:  Pohon Sikkam, Tanaman Obat dan Pewarna Alami Warisan Leluhur

Sementara itu, batangnya tegak, silindris, lunak. Warnanya hijau dengan permukaan licin. Batang tumbuh ke atas , membelit ke arah kanan pada turus atau tegakan yang di dekatnya.

Batangnya membentuk cabang sejak dari bawah batang . Sementara daunnya berupa daun majemuk bersusun tiga-tiga helai.Daunnya melekat pada tangkai daun apak panjang, lonjong, berseling. Panjangnya 6 hingga 8 cm, lebar 3 sampai 4,5 cm.

Pada tepi daunnya rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris dengan panjang kurang lebih 4 cm dan berwarna hijau.

Bunga tanaman ini berbentuk kupu-kupu. Ibu tangkai bunganya keluar dari ketiak daun. Setiap ibu tangkai bunga mempunyai 3 hingga 5 bunga.

Bunganya cukup beragam, ada berwarna putih, biru atau ungu. Bunga tanaman ini menyerbuk sendiri. Penyerbukan silang dengan bantuan serangga dapat juga terjadi dengan kemungkinan 10 % (Haryanto,et al (1994).

Tanaman ini berbunga  dengan cara tidak tumbuh dan mekar secara serentak. Buah kacang Panjang berbentuk polong. Ukurannya Panjang  berwarna hijau keputih-putihan atau putih untuk buah  muda

Panjang buahnya 15 hingga 80 cm. Buahnya tiap tangkai tidak selalu sama kuat pertumbuhannya. Bijinya berbentuk bulat agak memanjang, namun ada juga yang pipih.

KLIK INI:  Pakoba, Kayu Endemik Sulawesi Utara yang Kaya Manfaat

Bijinya pada bagian tengah terdapat bekas tangkai. Tangkai inilah yang menghubungkan antara biji dan kulit buahnya. Biji semakin tua akan semakin mengering.

Kulit biji tua yang tua ada yang berwarna putih, coklat, merah keputih-putihan, dan juga hitam. Dalam satu polongnya, umumnya berisi sekitar 15 biji atau lebih. Hal itu tergantung dari panjang polong dan juga dipengaruhi oleh pertumbuhan tanaman, termasuk juga varietas tanaman ini ( Rukmana, 1995).

Pertumbuhan kacang panjang

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini sangat membutuhkan zat-zat makanan. Zat itu bisa didapat darii pupuk.

Pupuk yang paling cocok adalah Jenis pupuk organik atau kompos karena dapat menghadirkan hara organic bagi tanaman dan memperbaiki struktur tanah dserta menahan air dalam tanah.

Tanaman ini termasuk tanaman sayuran yang mudah tumbuh. Ia cenderung tidak memilih lahan, baik di lahan persawahan, tegalan atau bahkan pekarangan rumah.

Tanaman ini adalah tanaman semusim yang berbentuk perdu dan memiliki sifat yang suka memanjat dengan membelit.

 Klasifikasi kacang panjang
  • Divisi: Spermatophyta
  • Kelas: Angiospermae
  • Subkelas: Dicotyledonae
  • Ordo: Rosales
  • Famili: Leguminoceae
  • Genus: Vigna
  • Spesies: Vigna sinensis
KLIK INI:  Trenggiling Bukan Hanya Sisiknya, Ini Fakta Lain Tentangnya