Jelajah Puncak Bulu Garancing Barru, Menawan dan ‘Instagramable’

oleh -10 kali dilihat
Jelajah Puncak Bulu Garancing Barru, Menawan dan 'Instagramable'
Pemandangan di atas Bulu Garancing - Foto: Ist
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Hari sudah siang ketika kami tiba di kaki gunung Garancing yang terletak di Desa Jangan-Jangan Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Jalan terjal berkelok dan menanjak yang dilalui membuat laju kendaraan sedikit melambat. Namun, pemandangan alam sepanjang perjalanan seolah mengobati rasa lelah di baliknya.

Desa Jangan-Jangan merupakan satu desa terpencil di Kabupaten Barru, berjarak sekira 20 km dari pusat Kota Segeri Kabupaten Pangkep. Desa ini mulai banyak dikunjungi pencinta gunung dan komunitas pencinta alam karena panorama alamnya memang sangat menjanjikan.

Matahari sangat terik ketika kendaraan yang kami tumpangi bersama Kepala Desa Jangan-Jangan tiba di kaki gunung Garancing. Kami harus mengambil nafas sejenak sembari mengisi perut yang kosong.

Di sebuah pos jaga yang oleh warga lokal menyebutnya “Pos Internet”, kami menikmati makanan tradisional  “lammang” dan ikan bolu bakar racikan warga lokal. Makan siang yang begitu menyenangkan diselingi perbincangan hangat dengan Rahmansyah, sang kepala desa yang penuh optimisme dan semangat.

KLIK INI:  Ingin Dirikan Startup Hijau? Ini 5 Cara agar Dapat Dana dari Investor

Jaringan internet memang mulai ngadat di kaki gunung ini dan satu-satunya tempat paling ramah signal adalah di pos penjagaan. Itulah mengapa, saat kami bergerak berjalan kaki menyusuri pegunungan, signal handphone mulai timbul tenggelam.

Belum sempat mencapai beberapa meter menanjaki gunung, kami disambut hujan deras. Apa boleh buat, kami sudah telanjur basah. Kami menikmati jelajah gunung batu dengan gembira. Setiba di puncak gunung, pemandangan alam nan hijau sungguh memukau. Kami takjub. Ratusan jepretan foto menjadi kenangan indah.

Di puncak gunung inilh, komunitas pencinta alam kerap menghabiskan malam minggunya dengan bahagia. Rahmansyah mengatakan, Gunung Garancing memang mulai familiar bagi peminat gunung. Meski begitu, ia belum berpikir memasang tarif masuk untuk pengunjung.

“Untuk sementara saya bebaskan saja, yang penting bisa populer dulu. Yang penting datang dengan etika dan menjaga alam di sini,” katanya.

Tidak sekadar menawarkan keindahan, Desa Jangan-Jangan memiliki potensi besar sebagai desa wisata alam. Tanahnya yang subur membuat buah nenas dan kacang tanah jadi andalan di desa ini. Kami pun sempat menikmati lezatnya buah nenas ala Desa Jangan-Jangan.

Kami bahkan baru tahu bahwa nenas dari desa ini sudah beredar ke jagad Sulawesi Selatan. Demikian pula dengan kualitas kacang tanahnya yang sudah kualitas ekspor.

Usai menikmati pesona gunung, kami pun mampir di Air terjung mare-mare yang letaknya persis di lembah gunung tak jauh dari pemukiman warga. Bila ke sana, tersedia pula madu hutan dan gula merah yang bisa dibawa pulang. Jelajah kali ini sungguh menyenangkan!

KLIK INI:  Dari Jalaluddin Rumi hingga Soekarno, Ini Sederet Kata Inspirasi tentang Gunung