Taman di Atap, Satu Trik Urban Mengurangi Dampak Pemanasan Bumi

oleh -1,106 kali dilihat
Panduan Sederhana Membuat Taman Kota (Urban)
Ilustrasi taman di atap - Foto/Tukang Taman Landscape
Anis Kurniawan

Klikhijau.com  – Apakah Anda pernah terpikir membuat taman di atap rumah? Ide ini rasanya terlalu mewah dan mungkin juga sedikit rumit, tetapi pasti akan sangat istimewa.

Taman di atap rumah sangat mungkin jadi trend di masa depan, di tengah sempitnya ruang di rumah-rumah urban namun semangat bercocok tanam sedang menarik perhatian. Atap rumah adalah ruang yang dapat dimanfaatkan menanam sayuran atau budidaya beragam tanaman hias.

Membuat taman di atas atap (roof garden) rupanya dapat berkontribusi dalam mengurangi pemanasan bumi. Banyak kota-kota di dunia yang sukses melalukan cara ini untuk memperbaiki kualitas lingkungannya antara lain Tokyo dan Hongkong Cina (flyng green project), Singapura (skyrise project) atau New York dan Washinton (green roof project).

Jerman misalnya, pada tahun 1996, berhasil menghijaukan seluas 28,8 hektare dan di setiap kotanya 1 dari 10 atap flat kini berhasil dihijaukan.

KLIK INI:  Benarkah Internet Menyumbang Emisi Gas Rumah Kaca?

Di Hongkong, sejak tahun 2000, pemerintahnya mewajibkan pengelola gedung menghijaukan atap minimal 20 persen dari total luas atap bangunan atau berkisar antara 250-1000 meter persegi.

Di Indonesia sendiri, tren membuat taman di atap sebenarnya sudah bertumbuh di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan lainnya. Hanya saja, inisiatif ini belum sepenuhnya meluas atau didorong melalui suatu policy tersendiri.

Manfaat taman atap

Menurut Nirwono Joga dan Yori Antar dalam bukunya “Bahasa Pohon Selamatkan Bumi” (2009), jika ada 100.000 rumah membangun taman atap masing-masing seluas 100 meter persegi, maka kota itu akan mendapatkan tambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara signifikan seluas 1.000 hektare.

Menurut Nirwono dan Yori, pemekaran ruang hijau di atap rumah terbukti mampu menurunkan suhu kota (sekitar 4,2 derajat Celcius), menyerap polutan (karbon dioksida, partikel debu), meredam pemanasan pulau (heat island) dan radikal sinar matahari (hingga 80 persen). Serta dapat meredam tingkat kebisingan hingga 50 desibel.

Tak hanya itu, roof garden juga dapat menyerap air hujan, menyimpan air sementara di lapisan tanah dan mendinginkan atap. Hal ini dapat mengurangi pemakaian AC. Taman atap dapat berfungsi sebagai insulasi alami (10-25 persen) mendinginkan permukaan bangunan (dari 58 derajat celcius menjadi 31 derajat celcius).

KLIK INI:  Ini 9 Tips Sederhana Bersepeda Sembari Membawa Pesan Edukasi Lingkungan!

Taman atap juga dapat dapat mengonversi dan menyerap air hujan sampai 75 persen untuk dipakai menyiram kloset dalam gedung, menyiram tanaman dan lainnya. Juga berfungsi melindungi lapisan penahan air (waterproofing) atap dari radiasi ultraviolet, fluktuasi ekstream suhu udara, kerusakan fisik dan memperpanjang usia lapisan sampai 20 tahun ke depan.

Nah, bila melihat manfaatnya, kota-kota besar sejatinya sudah mulai menerapkan konsep ini pada pembangunan gedung-gedungnya. Di sejumlah negara misalnya, optimalisasi taman atap telah berhasil menaikkan nilai jual suatu properti bangunan karena dinilai ramah lingkungan dan hemat energi.

Menurut Nirwono dan Yori, taman di atap rumah secara khusus memiliki dua fungsi, yakni bersifat intensif, dimana kegiatan yang dilakukan di dalamnya aktif dan variatif serta menampung banyak orang. Fungsi kedua bersifat ekstensif, yaitu mempunyai satu jenis kegiatan dan tidak melibatkan banyak orang atau bahkan tidak diperuntukkan untuk kegiatan manusia.

Lalu, bagaimana mempersiapkan taman di atap rumah atau bangunan? Keberadaan taman atap harus memperhatikan pancaran sinar matahari, suhu, kelembapan udara, kecepatan angin, curah hujan tinggi dan terutama faktor keamanan terhadap penggunanya khususnya untuk anak-anak.

Satu hal yang paling mendasar bahwa taman atap sama sekali berbeda dengan taman konvensional. Karena itu, perlu memperhatikan pembuatan struktur atap yang lebih kuat untuk menahan beban tambahan (air, tanah dan tanaman).

Saat ini teknologi membuat taman di atas atap sudah sangat berkembang. Anda tentu dapat memenuhi hasrat membuat atap di atas rumah Anda dengan berkonsultasi dengan ahlinya, termasuk desain-desain pilihan yang lebih kontemporer.

KLIK INI:  Pela, Pelindung Ponsel yang Ramah Lingkungan