Produk Perikanan Sulsel Resmi Terbang ke Singapura

oleh -197 kali dilihat
Produk Perikanan Sulsel Resmi Terbang ke Singapura
Pelepasan ekspor perdana produk perikanan Sulsel-foto/Noya

Klikhijau.com – Ekspor perdana produk perikanan Sulawesi Selatan akhirnya terwujud. Terwujudnya ekspor dengan tujuan Singapura itu berkat kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu, Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Dinas Perdagangan Sulsel dan PT. Angkasa Pura Logistik.

Ekspor perdana itu dilaksanakan, Rabu, 1 Desember 2021 melalui pesawat udara (direct flight). Olehnya itu, lokasi  yang dipilih  “meluncurkan” ekspor tersebut adalah Terminal Cargo Frieghter PT. Angkas Pura Logistik Makassar (Bandara Lama Sultan Hasanuddin)

Plt. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, suatu kebanggaan direct flight tujuan Singapura akhirnya dilakukan. Produk perikanan itu diharapkan setiap hari.

Karena hal itu berkesinambungan, ada setiap hari. Paling penting adalah berkelanjutan. Tingkat kenaikan kargo udara sekitar 30%. Dan tidak bisa dipungkiri, jika tidak dibuat saat ini, maka Sulsel akan kalah. Mengingat Makassar, Sulsel menjadi pintu di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI).

KLIK INI:  Kenapa Penting Menanam Pohon di Sekitar Rumah?

“Untuk itu biarkan kita jadikan salah satu pintu IKM untuk KTI. Diharapkan ke depan ada digitalisasi transaksi, tinggal klik untuk order. Ke depan diharapkan hasil pertanian juga bisa diekspor. Sinergitas antara balai ikan dan pertanian bisa bersama-sama memajukan Sulsel melalui ekspor,” tutur Andi Sudirman Sulaiman.

Tujuan dari Direct Flight Ekspor Komoditi Perikanan ke Singapura, untuk meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan dari Sulsel di negara tujuan. Juga untuk mendukung kebijakan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor kelautan dan perikanan.

Demi menumbuhkan ekonomi

Selain itu, manfaat dari direct flight ekspor ke negara tujuan untuk menumbuhkembangkan ekonomi perikanan di wilayah Sulsel. Juga ada efisiensi biaya operasional eksportir karena dapat memangkas biaya operasional, menjaga atau mempertahankan kualitas komoditas perikanan karena waktu tempuh yang lebih singkat.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KIPM Makassar Sitti Chadidjah menjelaskan, dalam kegiatan direct flight yang difasilitasi oleh PT. Angkasa Pura Logistik Makassar ini memberikannya hal yang sangat positif terkait dengan peningkatan ekspor di Sulsel.

“Kita ketahui bersama di masa pandemi ini ekspor semakin menggeliat, semakin meningkat. Jadi, potensi Sulsel cukup besar terkait komoditi perikanannya,” ujar  Sitti Chadidjah.

KLIK INI:  Jaga Fungsi Hutan, Solusi Cegah Bencana Banjir

Fasilitas transpor direct flight yang diberikan ini diharap dapat dioptimalkan para pelaku usaha untuk meninggalkan ekspor juga meningkat kualitas.

“Tentunya tugas kami dari BKIPM Makassar memberikan jaminan mutu kesehatan yang akan dikonsumsi, sehingga ikan tersebut dapat diterima dengan kualitas yang bagus, bukan hanya cepat, tapi juga terstandar sesuai persyaratan atau ketentuan yang ditetapkan,” tambahnya.

BKIPM dapat diakses secara online

Tidak hanya itu, sebagai official kontrol, BKIPM Makassar melakukan tugas menjemput bola untuk melakukan setiap saat terkait dengan pelayanan. Di saat ini pelayanan Balai Besar KIPM ini dapat diakses dengan sistem online. Para pelaku usaha dapat melakukan pelayanan cukup dari rumah tidak perlu kekantor sehingga memudahkan dalam peningkatan Ekspor.

Sulsel merupakan salah satu provinsi dengan produksi perikanan yang sangat besar. Selain itu, Sulsel juga dapat menjadi hub ekspor komoditi perikanan di Wilayah Timur Indonesia.

Data ekspor komoditi perikanan Sulsel tahun 2021 periode 1 Januari — 29 November 2021 cukup besar. Mencapai  volume ekspor komoditi perikanan non hidup sebesar 2.838 ton dengan nilai komoditi sebesar Rp. 221,2 milyar. Data itu berdasarkan jumlah ekspor melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

KLIK INI:  Untuk Kepentingan Strategis Nasional, Status Zona Inti Kawasan Konservasi Bisa Diubah 

Negara tujuan ekspor tersebut adalah di dominasi ke Singapura. Negara singa itu mengambil porsi sebanyak 66,299. Di antara  komoditi perikanan yang diekspor adalah ikan tenggiri, kerapu, dan kakap segar.

Selain itu, Kepala Pusat Pengendalian Mutu BKIPM Widodo Sumiyanto juga menjelaskan, untuk menjaga kualitas ekspor upaya penjaminan mutu dari hulu hilir sejak mulai ditangkap hingga di dibudidayakan itu segera harus diproses.

“Penerapan penanganan dengan 4 prinsip,  jaga kebersihan, jaga dingin, dijaga tidak terkena sinar matahari dengan debu, dan tetap hati-hati. Kalau kita bandingkan dengan luar negeri merawat ikan itu dengan penuh kehati-hatian agar tidak rusak. Itu prinsipnya,” terangnya.

Widodo menambahkan, potensi  ini menjadi hub jadi penjaring dari wilayah-wilayah penangkapan di seputar Sulawesi. Dan bisa menjadi titik penanganan untuk pemangkasan waktu dan biaya

Indonesia sampai saat ini andalannya masih udang, tongkol, tuna, cakalang, cumi-cumi, ikan-ikan biasa. Sementara permintaan terbesar di tahun 2021 itu dari negara Amerika dan Tiongkok

“Untuk nilainya kita harapkan bisa mencapai $6 juta di tahun depan. Sekarang minimal $5,2 juta, tapi kita optimis walaupun ada Covid kita tetap upayakan,” ungkap Widodo.

KLIK INI:  Sebab Sampah Plastik di Laut, Komunitas Laut Biru Kembali Gelar MDC
Pandemi tak mempengaruhi

Pandemi  Covid-19 menyebabkan beberapa negara perbatasan memperketat  pintu masuk laut dan udaranya. Namun, dijelaskan Kepala Seksi Pabean, Bea Cukai Makassar, Adeltus Lolok bahwa pandemi tidak cukup banyak mempengaruhi.

“Pandemi tidak mempengaruhi ekspor. Justru sangat meningkat karena orang mencari peluang baru kemudian ternyata kebutuhan konsumsi orang tetap. Walaupun pandemi membuat orang tidak bepergian, tapi tetap butuh makan. Di samping itu banyak pekerjaan hilang, lalu ada juga cari peluang baru termasuk ekspor ini,” kata Adeltus.

Ditambahkan Adel, produk dari Sulawesi ini sudah menjelajah berbagai negara, di antaranya Amerika, China, Singapura, dan untuk rumput laut ke ada Asia dan Eropa seperti Inggris dan Cina.

Dengan adanya Angkasa Pura Logistik dengan penerbangan kargonya (Air Freight), menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pengiriman dan pendistribusian kargo udara baik domestik maupun internasional.

“Tugas kami menyediakan sarana untuk menunjang konektivitas dan akses serta penyimpanan. Tentunya ini bentuk komitmen dari Angkasa Pura I untuk mendukung program pemerintah dalam implementasi National Logistic Ecosystem (NLE),” ujar Dendi Tegar Danianto, Direktur Pengembangan Usaha.

Dendi menambahkan bahwa melalui anak perusahaan Angkasa Pura Logistik diharapkan dapat membantu mendongkrak bisnis kargo serta membantu meningkatkan perekonomian Sulawesi Selatan khususnya dalam bidang ekspor.

Sementara itu, Plt Gubenur Sulsel Sudirman Sulaiman mengungkapkan, kargo merupakan bisnis yang potensial di masa pandemi ini.  Ia berharap ketersediaan layanan penerbangan langsung ke luar negeri terus ada dan bisa ditambah frekuensi untuk ke depannya. Sehingga tahun depan diharapkan dapat pengiriman dapat meningkat sebanyak 50 persen.

KLIK INI:  P3E Suma Gelar Diskusi Kritis Perihal Pengendalian Banjir