Mengenal Fitoplankton, Penghasil Oksigen yang Menyaingi Pohon

oleh -294 kali dilihat
fitoplankton
Fitoplankton-foto/ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com –  Apa yang paling dibutuhkan makhluk hidup untuk bernapas. Jawababnya adalah oksigen. Iya oksigen menjadi hal terpenting yang dibutuhkan mahkluk hidup. Ketiadaan oksigen akan membuat siklus hidup berhenti.

Jika selama ini pohon diyakini sebagai penghasil oksigen  yang banyak. Rasanya pendapat itu perlu “didaur ulang”. Sebab ada makhluk kecil yang bisa menghasilkan oksigen lebih melimpah daripada pohon.

Namun meski begitu, kita tidak lantas harus menganaktirikan pepohonan. Sebab kita membutuhkan pohon. Baik sebagai penyuplai oksigen maupun untuk kebutuhan lainnya, semisal menjaga tanah agar tidak longsor dan menjadi penyimpan air yang handal.

Makhluk kecil penghasil oksigen yang melampaui pohon itu bernama  fitoplankton. Ia tidak hidup di darat, tapi hidup di air.  Organisme ini menurut Ayu Andrian, dkk (2017) memiliki klorofil yang mampu mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis.

KLIK INI:  #PohonUntukKita: Aksi Sederhana untuk Kita, Bumi, dan Masa Depan

Bahan organik dari organisme inilah yang dimanfaatkan oleh   zooplankton, larva ikan, maupun organisme perairan lainnya sebagai  sumber makanan untuk menyambung napas.

Selain menghasilkan oksigen yang banyak. Fitoplankton juga memiliki  arti penting dalam rantai makanan di perairan.

Hal ini disebabkan karena hampir seluruh ikan pelagis kecil dan larvanya memanfaatkannya sebagai makanannya (Ayu Andrian, dkk dalam Nontji, 2017). Makhluk kecil ini menjadi bahan makanan dasar utama dalam siklus makanan di dalam perairan.

Fitoplankton adalah organisme jenis plankton yang sering disebut mikroalga. Ia juga memiliki peran sebagai indikator kontaminasi dan kualitas air.

Makhluk kecil ini  bisa memperoleh energi dari proses fotosintesis. Ia menyerap karbondioksida di atmosfer kemudian mengubahnya menjadi oksigen.

Karena itu pula, makhuk mungil ini tidak bisa menyelam terlalu dalam. Ia harus tetap berada di permukaan air lautan, danau atau kumpulan air yang bisa ditemukan oleh cahaya.

KLIK INI:  Petakan Gua Prasejarah, Seberapa Pentingkah?

Artinya, fitoplankton ini sangat menyukai tempat yang bisa diterobos cahaya. Ia tidak suka ngumpet pada kegelapan.

Penghasil oksigen melimpah

Menurut penelitian  lebih dari 70 persen dari total oksigen yang ada di bumi ini dihasilkan oleh  fitoplankton. Itu artinya ia merupakan penghasil oksigen paling besar di bumi mengalahkan pohon yang hanya menyuplai 20 persen oksigen

Kenapa bisa fitoplankton menghasilkan oksigen yang begitu melimpah. Hal itu karena adanya proses fotosintesis, yakni bagaimana proses tumbuhan mengubah sinar matahari menjadi makanan  atau energi bagi tumbuhan

Oksigen ini merupakan salah satu hasil olahan fotosintesis yang membuat kita bernapas setiap waktu dan menikmati hidup.

Seperti makhluk hidup lainnya, fitoplankton juga bisa mengalami pertumbuhan yang berubah. Hal itu dipengaruhi oleh nutrisi air, suhu, serta kondisi kesehatan lingkungan.

Nama fitoplankton diambil dari istilah Yunani, phyton atau tanaman dan  planktos, yang bisa diartikan sebagai pengembara atau penghanyut.

Ukuran tubuh fitoplankton sebagian besar terlalu kecil, sehingga ia sulit  dilihat dengan mata telanjang. Namun, jika berada dalam kelompok atau rombongan yang besar mereka terlihat menakjubkan.

Tubuh-tubuh kecil itu akan tampak sebagai warna hijau di air karena mereka mengandung klorofil dalam sel-selnya. Namun,   warna sebenarnya dapat bervariasi untuk setiap spesiesnya. Itu disebabkan  oleh  kandungan klorofil yang berbeda beda atau memiliki tambahan pigmen seperti phycobiliprotein.

KLIK INI:  4 Fakta Unik di Balik Tragedi Terbakarnya TPA Antang

Selain menghasilkan energi yang melimpah. Fitoplankton dijadikan sebagai indikator untuk mengukur kualitas perairan.  Hal itu bisa terjadi karena fitoplankton memiliki siklus hidup yang pendek, responsnya sangat cepat terhadap perubahan lingkungan (Nugroho, 2006).

 Cara agar fitoplankton tetap lestari

Cara agar makhluk kecil ini bisa bertahan di perairan, baik laut, danau atau di perairan lainnya adalah tidak mencemari “rumahnya” dengan sampah atau limbah. Berikut caranya menurut aku resmi instagram Kementerian Lingkungakn Hidup dan Kehutanan (KLHK):

  • Tidak membuang sampah di sembarang tempat
  • Tidak melakukan illegal fishing terutama dengan bahan kimia berbahaya
  • Mendaur ulang limbah industri pabrik sebelum membuangnya
  • Tidak mencemari laut atau danau
  • Menjaga kestabilan suhu guna mengurangi dampak perubahan iklim
  • Transplantasi terumbu karang

Semoga fitoplankton tetap lestari karena kita sangat membutuhkannya.

KLIK INI:  Selamat Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Kita Jaga Ekosistem Indonesia