Masih Ada Ribuan Spesies Pohon yang Belum Ditemukan

oleh -36 kali dilihat
Mengenal Merbau, Kayu Khas Indonesia Berkelas Dunia yang Terancam Punah
Pohon Merbau - Foto/RimbaKita

Klikhijau.com – Botanic Gardens Conservation International (BGCI) pada September tahun lalu. melaporkan jika 30 persen spesies pohon terancam punah. Penyebabnya karena perubahan iklim.

Laporan itu tentu saja mengejutkan dan meresahkan. Bagaimana pun pohon memiliki peran yang urgent terhadap lingkungan, manusia, dan satwa.

30 persen spesies pohon yang terancam punah itu, bukanlah jumlah yang sedikit. Artinya dunia akan kehilangan banyak pohon di tangan perubahan iklim.

Meski begitu, pohon yang terdeteksi di dunia ini diduga kuat masih banyak yang belum ditemukan. Dugaan itu pun diperkuat oleh sebuah studi baru yang dipimpin oleh Universitas Bologna dan Inisiatif Keanekaragaman Hayati Hutan Global (GFBI).

KLIK INI:  Air Kemasan Berdampak 3.500 Kali pada Lingkungan Dibanding Air Keran

Studi itu yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences memperkirakan bahwa di planet kita ini, mungkin menjadi rumah bagi lebih dari 73.000 spesies pohon.

Di antara ribuan spesies itu, rupanya masih ada sekitar  9.000 spesies pohon yang belum ditemukan.  Hasil yang diperoleh tersebut,  merupakan hasil dari proyek internasional selama tiga tahun.

Studi itu sendiri melibatkan lebih dari 150 peneliti. Para peneliti tersebut menekankan akan kekayaan, tetapi juga kerentanan dan ekosistem darat .

“Pengetahuan yang luas tentang kekayaan dan keanekaragaman pohon adalah kunci untuk menjaga stabilitas dan fungsi ekosistem,” jelas Roberto Cazzolla Gatti dikuttip dari Earth.

Roberto Cazzolla Gatti  merupakan penulis utama studi tersebut. Ia juga seorang profesor di Departemen Ilmu Biologi, Geologi, dan Lingkungan di Universitas Bologna.

“Hingga hari ini, data kami mengenai wilayah yang luas di planet ini sangat terbatas dan berdasarkan pengamatan lapangan dan daftar spesies yang mencakup wilayah yang berbeda. Keterbatasan ini merusak perspektif global tentang masalah ini,” tambahnya.

KLIK INI:  Saatnya Bergerak Bersama Menyelamatkan Spermonde
Menggabungkan kumpulan data

Profesor Cazzolla Gatti  dan rekan-rekannya memiliki cara untuk mengatasi kekurangan tersebut. Mereka pertama-tama mengumpulkan database spesies pohon hutan yang paling luas.

Setelah itu mereka mengidentifikasi lebih dari 40 juta pohon yang termasuk dalam 64.000 spesies, dan kemudian melakukan analisis statistik yang kompleks dengan menggunakan state-of-the-art.

Selanjutnya komputer dan algoritma kecerdasan buatan memperkirakan berapa banyak spesies pohon yang mungkin ada di Bumi. Menurut perhitungan, planet kita memiliki sekitar 73.300 spesies pohon (14 persen lebih banyak dari yang telah diidentifikasi).

Penulis studi dan peneliti di GFBI, Jingjing Liang menyatakan bahwa pihaknya  menggabungkan kumpulan data individu. Data itu  berasal dari seseorang yang pergi ke tegakan hutan dan mengukur setiap pohon, menjadi satu kumpulan data global yang sangat besar dari data tingkat pohon.

KLIK INI:  Habitat Rusak, Kepunahan Tanaman Menjadi 350 Kali Lebih Cepat

“Menghitung jumlah spesies pohon di seluruh dunia seperti teka-teki dengan potongan-potongan yang tersebar di seluruh dunia. Kami, Inisiatif Keanekaragaman Hayati Hutan Global (GFBI), menyelesaikannya bersama sebagai sebuah tim, masing-masing membagikan bagian kami sendiri,” katanya.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa 40 persen dari 9.000 spesies yang saat ini tidak diketahui dapat ditemukan di Amerika Selatan, di dua bioma yang terdiri dari “padang rumput, sabana, dan semak belukar” dan “hutan tropis dan subtropis” Amazon dan Andes.

Kemungkinan banyak terancam punah

Sayangnya, diperkirakan pula bahwa banyak dari spesies pohon yang belum ditemukan itu mungkin langka dan mungkin sudah terancam punah oleh aktivitas manusia.

Sementara itu menurut, Peter B. Reich, seorang profesor Kehutanan di Universitas Minnesota, yang juga penulis studi itu mengatakan, hasil tersebut menyoroti kerentanan keanekaragaman hayati hutan global terhadap perubahan antropogenik. Terutama penggunaan lahan dan iklim, karena kelangsungan hidup taksa langka secara tidak proporsional terancam oleh tekanan ini.

KLIK INI:  Perihal Perubahan Iklim dan Ajakan Menteri LHK kepada Kaum Wanita

Sedangkan Andrew Marshall, ilmuwan konservasi di University of the University dan juga penulis studi tersebut mengungkapkan bahwa semakin baik informasinya. Semakin baik pula dalam hal menginformasikan rencana nasional dan internasional untuk prioritas konservasi dan target serta pengelolaan keanekaragaman hayati.

Hal itu akan berpotensi besar dalam menyelamatkan spesies pohon yang terancam punah.  Ancaman kepunahan, khususnya pohon sudah sepatutnya menjadikan kita lebih peduli pada lingkungan. agar pohon bisa tetap ada menyumbangkan beragam manfaat kepada makhluk hidup.

Karena akan sulit dibayangkan kehidupan tanpa pepohonan. Dan semoga pohon yang belum ditemukan itu tetap bertumbuh dengan subur tanpa ada usikan dari tangan jahil.

KLIK INI:  Burung Seorang Perempuan 70 Tahun Diamankan Tim Operasi TSL