Melacak Kebakaran Hutan dan Penebangan Ilegal Melalui Satelit

oleh -31 kali dilihat
Kebakaran Hutan Bolivia Memanggang Jutaan Satwa?
Ilustrasi kebakaran hutan/foto-tempo.co

Klikhijau.com – Hutan semakin mendapat banyak ancaman serius. Bukan hanya penebangan ilegal yang membuat hutan gundul. Namun, juga ancaman kebakaran  hutan yang semakin marak karena adanya perubahan iklim.

Solusi untuk menekan dan meminimalkan ancaman tersebut terus diupayakan. Semisal Komisi Eropa dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Mereka telah bermitra dalam penggunaan satelit untuk mengatasi ancaman krisis iklim dan pembalakan liar di hutan Uni Eropa (UE).

Dilansir dari Ecowatch, komisi tersebut telah mengusulkan undang-undang baru yang menyatakan bahwa UE akan menggunakan satelit Copernicus Sentinel.

Satelit ini nantinya akan mengumpulkan data hutan agar tetap mengetahui ancaman seperti penebangan hutan dan kebakaran hutan yang diperburuk oleh perubahan iklim.

KLIK INI:  Tinjauan Kebijakan Pertumbuhan Hijau Indonesia Sajikan 49 Rekomendasi, Begini Isinya!

Dalam siaran persnya, ESA mengungkapkan bahwa ketika para pemimpin dunia bergulat dengan urgensi tindakan iklim. Peran teknologi dan data berbasis ruang angkasa menjadi semakin penting.

“Akses terhadap informasi yang dapat ditindaklanjuti sangat penting untuk melawan perubahan iklim, untuk mendukung kebijakan dan inisiatif berbasis pengetahuan serta implementasinya, dan untuk memastikan bahwa hal ini seimbang dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan manfaat sosial,” ungkap ESA dikutip dari Ecowatch

Negara-negara anggota UE juga akan diminta untuk mengukur tren di lapangan, termasuk volume pohon dan lokasi hutan purba .

Virginijus Sinkevicius, Komisaris Lingkungan Uni Eropa mengatakan bahwa kita perlu melihat trennya, perlu membuat prediksi yang lebih baik, kita perlu melihat bagaimana tren tersebut merespons perubahan iklim.

KLIK INI:  Angkasa Pura I Hadiahkan Toilet Baru ke Taman Satwa Taru Jurug

“Saat ini belum ada persyaratan pemantauan yang komprehensif untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi hutan kita,” ujarnya.

Sinkevicius juga mengatakan, data satelit baru ini akan membantu melacak pembalakan liar dan ancaman lain yang melintasi perbatasan.

Hutan di Eropa sangat penting untuk menyimpan karbon dioksida dan membantu memenuhi tujuan iklim negara-negara, serta untuk perlindungan terhadap banjir .

Tahun lalu, 43 persen lahan yang terkena dampak kebakaran hutan di Eropa berada dalam jaringan kawasan lindung Natura 2000, yang mencakup banyak habitat dan spesies terancam.

KLIK INI:  Pentingnya Literasi Sustainability Menuju ‘Net Zero Carbon’ dan Inklusi Keuangan
Kebakaran hutan meningkat

Panas ekstrem dan kekeringan di UE telah meningkatkan risiko kebakaran hutan yang merusak. menurut data pemerintah, lebih dari dua juta hektar lahan hilang akibat kebakaran hutan tahun lalu,

Kelompok perlindungan hutan UE, Fern, mengatakan undang-undang baru ini merupakan peluang emas. Namun perlu menambahkan bahwa undang-undang tersebut juga mengharuskan negara-negara UE mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan hutan.

Direktur jenderal aksi iklim Komisi Eropa, Kurt Vandenberghe dalam siaran persnya mengatakan, ruang angkasa, dan khususnya observasi Bumi, menawarkan perspektif unik tentang cara mengatasi tantangan iklim yang dihadapi umat manusia.

KLIK INI:  Pentingnya Peran Agama untuk Perangi Covid-19 dan Selamatkan Bumi

“Teknologi luar angkasa sangat penting untuk mencapai netralitas iklim dan ketahanan iklim pada tahun 2050. Melalui inisiatif bersama, kami berkomitmen untuk mengeksplorasi dan meningkatkan peluang pengembangan dan penerapan solusi berbasis ruang angkasa yang lebih luas yang didedikasikan untuk aksi iklim,” terangnya.

Data yang diberikan oleh negara-negara anggota UE saat ini mengalami penundaan dan kesenjangan yang panjang, sehingga menghalangi kemampuan mereka untuk bersiap menghadapi ancaman iklim.

KLIK INI:  Krisis Iklim Makin Memburuk, Pendanaan Bank untuk Batu Bara Harus Dihentikan

Sumber: Ecowatch