Jelajahi Eloknya Puncak Masalili, Gugusan Karst dan Kearifan Lokalnya

Publish by -35 kali dilihat
Penulis: La Halufi
Jelajahi Eloknya Puncak Masalili, Gugusan Karst dan Kearifan Lokalnya
Jelajahi eloknya Puncak Masalili/Foto-kabarsuluh.com

Klikhijau.com – Keindahan Indonesia seolah tidak pernah ada habisnya. Bentangan lautnya yang luas dan indah serta gugusan-gugusan pulaunya yang banyak terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Tak terkecuali pulau Muna. Pulau yang berada di bagian tenggara Sulawesi Tenggara ini juga memiliki kekayaan dan keindahan alam yang tak kalah eloknya.

Dari tahun ke tahun, masyarakat pulau ini mungkin lebih memilih untuk berkunjung ke pantai untuk mengisi hari libur mereka.

Pasalnya potensi wisata pantainya juga cukup banyak dengan bentangan pasir putih dan birunya laut selalu menjadi cerita yang tak ada habisnya.

Namun akhir-akhir ini paradigma akan wisata laut seakan bukan lagi menjadi pilihan utama. Sebab dengan munculnya beberapa destinasi wisata di perbukitan menjadi hal yang baru bagi sejumlah masyarakat.

KLIK INI:  Begini Peran Destinasi Wisata Hutan Mangrove Bontang, Kaltim
Melaju ke puncak Masalili

Terlebih lagi wisatawan yang gemar dan mencari tantangan dengan memacu adrenalin mereka. Sebut saja puncak Masalili yang menjadi trending dan ikon baru wisata di pulau tersebut.

Destinasi yang berada di Desa Masalili Kabupaten Muna ini mulai menjadi buah bibir ketika beberapa postingan foto tersebar di Sosial Media.

Tempat wisata ini berada di atas puncak bukit Karst atau bukit kapur. Tempat ini menawarkan beberapa spot yang selalu dikejar oleh pengunjung untuk mengambil gambar. Tempat ini memiliki ketinggian sekitar 130 meter.

Spot yang paling diminati ialah jembatan gantung yang menghubungkan dua bukit kapur. Terjal nan menegangkan! Namun kita tak perlu khawatir sebab pengunjung dilengkapi dengan sabuk dan alat pengaman untuk melintasi jembatan tersebut. Pengujung cukup membayar sebesar Rp 10.000 untuk menikmati spot tersebut.

Pengelola juga menyediakan beberapa tempat di atas puncak bukit Masalili maupun di dasar bukit seperti Gazebo untuk bersantai menikmati alam sekitar.

Selain itu, puncak masalili ini juga menyediakan wahana hiburan untuk menguji adrenalin.

Pengelola wisata ini menyediakan sebuah flying fox bagi para pengunjung untuk menyeberangi satu bukit ke bukit lain. Cukup membayar sebesar Rp 20.000, semua dapat melewati pengalaman fantastis ini.

Bila ke sana, cukup ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna. Tempat ini dikembangkan dengan biaya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Masalili dan dikelola oleh pemuda setempat.

Tak hanya itu saja, pengunjung juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang hijau dari hutan masalili yang luas. Ditambah lagi dengan sejumlah gugusan bukit Karst menjulang tinggi dikawasan hutan tersebut.

KLIK INI:  Kisah Pulau Nusa Barung, SM yang Eksis Sejak Zaman Belanda Tahun 1920

Sekilas, lokasi ini mirip miniatur gugusan bukit karst yang terkenal di Guilin, China.

Akses menuju puncak masalili cukup melelahkan sebab kita harus mendaki bukit yang cukup curang. Namun, tidak perlu khawatir sebab kondisi jalan menuju puncak tidak susah dan sulit. Pengunjung hanya perlu menapaki ratusan anak tangga dari dasar bukit tersebut.

Destinasi ini mulai dikembangkan dan mulai dilirik pemerintah Kabupaten Muna untuk dikembangkan lagi. Mengingat pihak pemerintah kabupaten sementara giat-giatnya membangun destinasi wisata di pulau Muna tersebut.

Eksplore kearifan lokalnya

Selain berwisata alam di bukit Masalili ini, pengujung juga bisa menikmati wisata budaya lokal di sekitar bukit masalili. Pasalnya ada beberapa rumah produksi atau rumah tenun kain khas Muna. Salah satu ciri khas dan ikon Muna ialah kain tenun tangan.

Kearifan lokal ini telah dikembangkan secara turun temurun masyarakat pulau Muna. Salah satunya ialah kain tenun. Beragam corak dan motif yang terdapat pada kain tersebut merupakan bentuk khas kain Muna. Hasil produksinya pun beragam bentuk seperti sarung Muna (Bheta Wuna, bahasa Muna), selempang, kain dan sebagainya.

Harganya sangat bersahabat dan bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan dan motif kain tenunnya.

Jika pemerintah Indonesia memiliki brand “Pesona Indonesia dan Wonderfull Indonesia” untuk menarik minat wisatawan manca Negara, maka tidak berbeda dengan Pemda Muna.

Melalui semangat “Mai Te Wuna” Pemda mengajak wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Muna. Brand ini merupakan bahasa daerah setempat dengan arti Mari Datang ke muna.

Semangat Mai Te Wuna inilah yang didorong. Pasalnya di Muna tidak hanya terdapat wisata alamnya yang indah namun juga ada wisata budaya serta kearifan lokal yang masih terjaga dan terawat kelestariannya.

KLIK INI:  Tragedi di Buton, Minyak Sawit Mentah yang Tumpah Cemari Lingkungan
Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!