Deforestasi Menyeret Kota Pesisir ke Ujung Tanduk

oleh -13 kali dilihat
Yayasan Madani: Nol Deforestasi Kunci Strategi Nol Emisi Indonesia
Ilustrasi Illegal Logging/foto-istimewa

Klikhijau.com – Kebebalan manusia yang enggan puasa melakukan deforestasi. Membawa dampak buruk (badai) yang tak terkira dalam jangka panjang.

Memang sekilas aktivitas tersebut menguntungkan secara ekonomi (oleh segelintir orang), tapi dampak  lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan sangat besar.

Deforestasi  adalah nama lain dari penggundulan hutan.  Jadi, merupakan kegiatan penebangan hutan atau tegakan pohon.

Lahan yang tadinya ditumbuhi pepohonan itu kemudian dialihfungsikan penggunaan nonhutan, misalnya peternakan, permukiman, hingga  pertanian dan perkebunan.

KLIK INI:  Mikroplastik Mulai Pengaruhi Perilaku Kehidupan Kelomang

Ketika terjadi deforestasi ada satu daerah yang akan berdampak paling parah, yakni daerah atau kota-kota yang terletak di pesisir.

Fakta itu diungkapkan oleh sebuah studi baru  yang mengungkapkan bahwa  fenomena tersebut benar terjadi. Itu bisa dilihat di kota-kota pesisir Afrika Barat yang berkembang pesat.

Di Kota-kota pesisir itu, perubahan penggunaan lahan adalah kontributor utama iklim lokal dan cuaca ekstrem.

Badai peir meningkat

Di Afrika Barat, para peneliti menemukan bahwa frekuensi badai petir telah berlipat ganda selama 30 tahun terakhir, dan peningkatan ini sangat terkait dengan deforestasi.

KLIK INI:  Hutan Amazon Hilang 1 Juta Hektar karena Deforestasi

Pembukaan vegetasi diketahui meningkatkan risiko tanah longsor dan banjir dengan menghilangkan penghalang alami pepohonan di Bumi.

Studi baru yang didanai oleh Dewan Riset Lingkungan Alam (NERC). Dan  dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Hasilnya menunjukkan hubungan yang sebelumnya diabaikan antara deforestasi dan badai yang juga meningkatkan risiko banjir.

Para ahli menganalisis tiga dekade data satelit di Afrika Barat untuk menyelidiki bagaimana deforestasi mungkin telah mengubah pola cuaca.

Hasil analisis yang mereka dapatkan menunjukkan bahwa penebangan kawasan hutan yang luas telah sangat meningkatkan pemanasan global dan aktivitas badai di sepanjang wilayah pesisir, di antaranya Guinea, Sierra Leone, Liberia, Pantai Gading, Ghana, dan Nigeria.

Di daerah tersebut  hutan telah dibuka, frekuensi badai petir berlipat ganda selama dua dekade terakhir. Kawasan berhutan mengalami peningkatan aktivitas badai hanya sebesar 40 persen.

KLIK INI:  Daftar Lengkap Kota Penerima Penghargaan Lingkungan dari ASEAN

“Tingkat peningkatan aktivitas badai pesisir kemungkinan akan bervariasi di berbagai wilayah, tergantung pada iklim lokal, tetapi kami memperkirakan deforestasi memiliki efek yang sama di wilayah deforestasi pesisir lainnya,” kata Profesor Chris Taylor dari Pusat Ekologi Inggris dan Hidrologi .

Taylor menegaskan, sekitar 40 persen populasi dunia tinggal dalam jarak 100 km dari pantai, sehingga peningkatan banjir bandang menyebabkan gangguan pada jutaan kehidupan orang.

“Oleh karena itu, temuan kami memberikan peringatan bagi kota-kota pesisir yang tumbuh cepat di seluruh dunia,” ungkapnya.

Memperburuk dampak iklim

Dengan adanya fenomena itu, banyak masyarakat yang paling terkena dampak deforestasi dan perubahan iklim lokal berikutnya memiliki infrastruktur yang tidak dilengkapi untuk menangani banjir besar.

KLIK INI:  Perihal Permen LHK tentang Food Estate, WALHI: Membuka Kran Deforestasi Akut!

Earth mengungkapkan bahwa di tempat-tempat seperti Freetown, ibu kota Sierra Leone, badai yang semakin sering dan curah hujan yang sangat deras tentu akan menyebabkan bencana ekstrem yang lebih dahsyat, termasuk banjir dan tanah longsor yang mematikan.

“Deforestasi memperburuk dampak perubahan iklim di beberapa kota yang paling tidak tahan banting di Bumi. Itu membuat komunitas ini lebih sulit untuk mengatasi peristiwa cuaca ekstrem,” kata Profesor Taylor.

Hasil penelitian tersebut, harusnya membuka mata kita betapa  deforestasi dan perubahan iklim semakin nyata dan dekat

KLIK INI:  JPIK Menyoal Pernyataan Ditjen PKTL KLHK Atas Penurunan Deforestasi