Peneliti Temukan Perubahan Iklim Perpendek Usia Pepohonan

Publish by -21 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Peneliti Temukan Perubahan Iklim Perpendek Usia Pepohonan
Peneliti Temukan Perubahan Iklim Perpendek Usia Pepohonan/foto-Ist

Pepohonan di kampung saya, kini tak sesubur dan sebesar dulu ketika tumbuh.

Klikhijau.com – Perubahan iklim membawa dampak yang tidak sedikit. Salah satunya, menurut sebuah penelitian dilaporkan pada jurnal Science adalah membuat pepohonan lebih kerdil dan berusia pendek.

Para peneliti dari peneliti dari US Department of Energy’s Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) dan sejumlah organisasi penelitian lain. Menemukan jika deforestasi dan perubahan iklim telah mengganggu hutan selama satu abad terakhir.

Dr Tom Pugh, penulis studi dan ilmuwan dari Birmingham Institute of Forest Research mengungkapkan, studi menunjukkan bukti bahwa perubahan iklim mempercepat kematian pohon juga membuat mereka tumbuh lebih pendek.

“Dengan kata lain, kemampuan pohon dalam menyimpan karbon semakin berkurang. Kemungkinan ada potensi pergeseran spesies yang menghuni hutan,” katanya.

KLIK INI:  Perlu Perhatian, Sebab Ekosistem Gambut Jadi Kunci Memitigasi Perubahan Iklim

Jika merujuk pada penelitian itu, maka cepat atau lambat hutan-hutan di dunia bisa habis. Sebab ada dua ancaman nyata yang sedang mengintainya, perubahan iklim dan deforestasi.

Para peneliti ini mengola lebih dari 160 penelitian sebelumya. Mereka mengombinasikannya dengan gambar satelit.
Hal mencemaskan ditemukan peneliti, yakni terlihat banyak perubahan akibat ulah manusia mengurangi kuantitas pohon-pohon besar dan tua. Mereka tergantikan oleh pohon yang lebih pendek dan muda.

Perubahan ini diperkirakan akan semakin ‘brutal’ pada dekade-dekade mendatang. Dampak perubahan iklim ini lebih dominan daripada hal positif yang memengaruhi pertumbuhan pepohonan.

Rasa-rasanya penelitian tersebut memang benar. Sebab saya mengalami sendiri dan melihatnya sendiri. Pepohonan di kampung saya, kini tak sesubur dan sebesar dulu ketika tumbuh.

Pertumbuhan pepohonan lebih lambat, dan lebih mudah tumbang dibandingkan dengan pohon-pohon yang tumbuh sejak dulu.

Pohon-pohon yang ditanam warga biasanya digerogoti hama yang menyebabkan pertumbuhannya melambat.

Ini benar sejalan dengan yang dikemukakan oleh para peneliti, bahwa kenaikan suhu yang meningkatkan kebakaran hutan, kekeringan, serta wabah serangga, membuat pohon sulit bertahan lama. Lebih lanjut, laju deforestasi global yang meningkat tajam, menjadi berita buruk bagi pohon-pohon besar dan tua.

Rumah keanekaragaman hayati

Dr Nate McDowell, penulis utama studi dan ilmuwan Bumi di PNNL mengatakan, hutan dengan pohon-pohon berumur panjang memiliki keanekaragaman hayati yang jauh lebih tinggi daripada hutan muda.

KLIK INI:  Habitat Rusak, Kepunahan Tanaman Menjadi 350 Kali Lebih Cepat

“Mereka juga menyimpan lebih banyak karbon,” katanya.

Iya, peranan pepohona atau hutan hutan sangat besar dan utama dalam siklus karbon di ekosistem global.

Hutan mampu menyedot dan menabung sejumlah besar karbon dioksida. Selain itu, hutan menjadi rumah rumah bagi keanekaragaman hayati.

Keutamaan lain dari pepohonan atau hutan adalah tempat memanen air bersih untuk dikonsumsi, juga dapat membantu mengatur curah hujan dan mencegah banjir.

Sayangnya, hutan baru tidak mampu memenuhi peran itu, sebab selain pohon lebih pendek, juga usianya tak bisa setangguh pohon-pohon tempo dulu yang mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Dampak yang bisa diprediksi dari fenomena ini adalah akan memperparah perubahan lingkungan.

KLIK INI:  Cerita Miris 2019, Jutaan Warga Sulsel Terdampak Bencana Ekologis
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!