Perubahan Iklim Jadi Ancaman Serius bagi Burung Migran

oleh -9 kali dilihat
Negeri Kaya, Begini Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia!
Cerek tilik (Charadrius alexandrinus), salah satu burung migrasi yang sedang mencari makan di tambak milik warga-Foto/Taufiq Ismail

Klikhijau.com – Sangat keliru jika menganggap semua burung hanya berdiam pada satu tempat saja. Karena faktanya ada beberapa spesies dari satwa ini yang melakukan migrasi–burung ini kemudian dinamai burung migran.

Mereka melakukan migrasi untuk bertahan hidup. Namun, terkadang perjalanan burung-burung itu tidak mulus. Banyak rintangan yang mengintai.

Satu diantara rintangan itu adalah perubahan iklim. Rintangan inilah yang dikhawatirkan oleh sebuah penelitian baru yang dipimpin oleh Yali Si dari CML Universitas Leiden.

Penelitian ini  berfokus pada 16 spesies burung migran di Asia. Burung-burung yang diteliti itu,  mendapat  dampak besar perubahan iklim terhadap saat bermigrasi.

KLIK INI:  Ban Mobil Mengirim Ancaman Serius bagi Lingkungan dan Satwa Liar

Dilansir dari Earth, tim peneliti menemukan bahwa perubahan waktu terjadinya peristiwa alam yang disebabkan oleh iklim secara signifikan mengganggu jaringan migrasi spesies yang rumit.

“Perubahan iklim mengubah waktu terjadinya peristiwa alam seperti awal musim semi, yang menyebabkan ketidaksesuaian antara ketersediaan makanan dan kedatangan burung di berbagai wilayah,” ungkap Yali Si dinukil dari Earth.

Studi yang  dipublikasikan dalam jurnal  Global Change Biology tersebut mengungkapkan, 16 spesies yang diteliti telah terkena dampak perubahan iklim, dengan burung yang menjalani musim dingin di dekat zona beriklim sedang menghadapi tantangan yang lebih signifikan.

“Wilayah ini menunjukkan perbedaan yang lebih nyata akibat perubahan iklim , sehingga menyebabkan semakin sulitnya burung yang bergantung pada wilayah ini untuk musim dingin,” tambah Yali Si.

KLIK INI:  Mengurai 17 Isu Lingkungan Terkini di Sekitar Kita
Perlu ada kecocokan

Fenomena ini sangat penting bagi burung-burung yang bermigrasi, yang mengandalkan keselarasan kedatangan mereka dengan ketersediaan sumber makanan.

Yali Si menekankan, bahwa bagi burung yang bermigrasi, makanan harus tersedia pada waktu dan tempat yang tepat. Jika ada ketidakcocokan, konsekuensinya bisa sangat buruk.

Karena itu, penelitian tersebut cukup penting karena, memberikan pandangan komprehensif tentang tantangan yang dihadapi burung migran dalam menghadapi perubahan iklim, sekaligus menetapkan standar baru untuk penelitian lapangan di masa depan.

Dengan mempertimbangkan seluruh jaringan migrasi, penelitian Si menawarkan wawasan yang sangat berharga bagi konservasi keanekaragaman hayati dan perlindungan spesies penting ini.

Karena studi ini secara unik mendekati masalah ini dengan menganalisis integritas jaringan migrasi burung-burung tersebut.

KLIK INI:  Paparan PFAS Dapat Menyebabkan Wanita Berhenti Menyusui Lebih Dini

“Burung-burung ini biasanya memiliki tempat musim dingin, beberapa tempat persinggahan untuk beristirahat dan mencari makan, serta tempat berkembang biak. Semua wilayah ini membentuk jaringan yang saling terhubung, dan tujuan kami adalah menilai bagaimana perubahan iklim memengaruhi fungsi jaringan migrasi ini,” jelas Yali Si.

Untuk menemukan fakta ini, Yali Si dan timnya membandingkan fungsi jaringan tersebut selama 21 tahun terakhir, periode yang ditandai dengan perubahan iklim, dengan periode hipotetis 21 tahun tanpa perubahan iklim.

Perbandingan ini memungkinkan mereka untuk mengisolasi dampak spesifik perubahan iklim terhadap jaringan migrasi setiap spesies.

KLIK INI:  Label Ramah Lingkungan Bakal Menghiasi Makanan dan Minuman di Supermarket
Harapan bagi kerentanan spesies

Penelitian Yali Si tersebut menonjol dari penelitian-penelitian sebelumnya karena mempertimbangkan keseluruhan perjalanan migrasi , bukan aspek-aspek yang terisolasi.

“Penelitian sebelumnya sering kali berfokus pada satu area atau fase tertentu seperti pembiakan . Dengan memeriksa setiap aspek secara terpisah, Anda akan mendapatkan gambaran yang tidak lengkap, sehingga meremehkan dampak keseluruhan terhadap burung-burung ini,” ungkap Yali Si.

Pendekatan inovatif studi ini dimungkinkan oleh ketersediaan data penginderaan jauh jangka panjang mengenai perubahan iklim , yang memungkinkan analisis tren dan pengamatan yang bermakna.

KLIK INI:  British Council Luncurkan “The Climate Connection”, Dukung Upaya Atasi Perubahan Iklim

Metode dan temuan Si dan rekan-rekannya memberikan harapan besar untuk meningkatkan penilaian kerentanan spesies yang bermigrasi terhadap perubahan iklim.

“Dengan mengintegrasikan temuan kami ke dalam kerangka kerja yang ada, kami dapat menyesuaikannya secara khusus untuk burung yang bermigrasi , sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsekuensinya dan mengidentifikasi tindakan untuk konservasi keanekaragaman hayati,” simpul Si.

KLIK INI:  Menerapkan Atap Hijau, Alternatif Perbaikan Lingkungan Perkotaan