Kisah Heroik Dokter-dokter di Rumah Sakit New Amsterdam

Klikhijau.com - Kisah itu dimulai ketika Dr. Max Goodwin, direktur medis rumah sakit New Amsterdam memecat semua staf  departemen Kardiologi. Baginya tak ada alasan lagi mempertahankan sebuah departem...

Kisah Heroik Dokter-dokter di Rumah Sakit New Amsterdam
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kisah itu dimulai ketika Dr. Max Goodwin, direktur medis rumah sakit New Amsterdam memecat semua staf  departemen Kardiologi. Baginya tak ada alasan lagi mempertahankan sebuah departemen yang dokter-dokternya lebih mementingkan uang dibanding kesembuhan dan kenyamanan pasien.

Namun pada akhirnya dia mempertahankan Dr. Floyd Reynolds, MD., dokter bedah thoraks  satu-satunya dokter yang secara statistik jarang melakukan operasi. Anehnya dokter Max justru mempertahankannya bahkan memberi kepercayaan untuk membuka departemen sendiri.

Penggalan kisah pada episode pertama film New Amsterdam itu memberikan gambaran peristiwa yang tak lazim dalam  sebuah Rumah Sakit.

New Amsterdam adalah sebuah rumah sakit umum di New York. Perubahan besar terjadi ketika dokter Max ditugaskan sebagai direktur Medis dan melakukan kebijakan-kebijakan yang melawan arus.

Ketika pada hari pertama bertugas dia memecat banyak dokter, dalam waktu yang sama dia merekrut lima puluh dokter baru. Dia mengajak berdiskusi semua pekerja di rumah sakit, mulai dari cleaning service hingga melawan atasan yang mencoba menghalangi program-programnya.

Baginya tanggung jawab utama adalah pelayanan terbaik untuk pasien, selanjutnya menciptakan komunikasi efektif antar dokter-dokter, menjadi suatu komunitas yang saling peduli.

Pernah dia membuat kuisioner dan mencari penyebab mengapa kebanyakan para staf rumah sakit tidak disiplin waktu dan merasa kelelahan, maka ditemukan penyebabnya para staf tersebut harus bangun pagi untuk ikut angkutan umum.

Dokter Max menemukan solusi dengan brilian, dia menyewa angkutan Bus dari pihak ketiga. Para staf dijemput di rumah masing-masing dan hasilnya mereka semua setiap hari tiba lebih awal di rumah sakit. Bahkan masih memiliki waktu senggang untuk istirahat bahkan sarapan sebelum bekerja.

Sebagai pimpinan dirinya sangat paham bahwa keluhan dan kesejahteraan staf rumah sakit adalah bagian dari tanggungjawabnya. Dia mesti hadir lebih dari seorang direktur, mengayomi dan menebar energi positif agar etos kerja tetap terjaga.

Figur dokter Max bukanlah tipe pekerja di belakang meja. Dia bisa saja keliling ke semua departemen di rumah sakit. Mulai dari Instalasi Gawat Darurat, masuk ke ruangan operasi, departemen kejiwaan, onkologi, menghadiri rapat dewan hingga mengajak seorang pengemis yang kakinya infeksi untuk berobat ke rumah sakit.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2