Bunga Basah, si Liar yang Hilang di Kemarau, Memesona di Musim Basah

oleh -1,797 kali dilihat
Bunga Basah, si Liar yang Hilang di Kemarau, Memesona di Musim Basah
Bunga Basah/foto-Klikhijaucom
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Bunga basah, begitu saja orang-orang di kampung saya menamainya. Tak ada yang mengembangbiakkannya. Tumbuh liar saja di kebun atau di pinggir jalan.

Warna bunganya orange, hanya tumbuh saat musim basah (hujan). Saya mencari tahu apa bahasa Indonesia atau bahasa latinnya, namun gagal. Maka saya menamainya juga bunga basah.

Dinamai bunga basah karena hanya akan tumbuh saat musih hujan. Pun menyukai tanah yang memiliki kadar air yang cukup banyak.

Jika kamu mencarinya saat kemarau, sudah pasti akan sulit menemukannya. Namun, jika musim basah akan tumbuh berdesakan. Khususnya di daerah bagian Kindang, Bulukumba.

KLIK INI:  Masalah yang Kerap Melanda Tanaman Philodendron Verrucosum dan Cara Mengatasinya

Bunga ini menyukai tempat yang agak terlindungi dari paparan sinar matahari, maka tidak mengherankan jika banyak pula yang tumbuh di bawah rimbunan pohon kopi.

Kemarin ketika saya ke Desa Kahayya yang merupakan tetangga dari Desa Kindang, sepanjang jalan banyak saya temukan tumbuhan ini tumbuh, dengan bunga yang mekar memesona.

Bunga ini bukanlah tumbuhan yang diharapkan kemunculannya oleh para petani. Ia dianggap rumput yang mengusik tanaman. Tumbuh liar tanpa terkendali.

Karenanya bagi para petani para tumbuhan ini adalah musuh bebuyutan tiap musim hujan. Barangkali karena itu pula, nyaris ada yang akan berniat menikmati keindahannya, terlalu biasa.

Sesuatu yang terlalu biasa akan hilang daya tariknya. Seperti halnya bunga basah, bagi orang kampung, seperti di kampung saya. Hadirnya justru meresahkan dan harus dibasmi hingga ke akar-akarnya.

Menyukai tanah subur

Bunga basah bagi saya terbilang ajaib, sebab jika musim kemarau ia akan hilang tanpa jejak. Begitu musim hujan ia tumbuh memesona.

“Akan tumbuh subur jika tanahnya juga subur,” ujar Ayah saat kami berbincang di atas motor.

KLIK INI:  “Ramuan di Segitiga Wallacea” dan Tradisi Penyembuhan dari Tumbuhan Liar

Saya harus akui itu benar, sebab tak semua tanah juga bisa ditumbuhi bunga basah dengan subur. Apalagi keterangan itu datang dari Ayah, orang yang telah bersentuhan dengan bunga basah selama bertahun-tahun.

Iya, setiap tahun Ayah harus bertarung menyingkirkannya dari kebun demi membiarkan tumbuhan yang lebih potensial dari segi ekonomi tumbuh subur.

Bunga basah memiliki batang yang terlihat rapuh, lembek, dan mudah patah. Tingginya tak sampai setengah meter.

Daunnya hijau agak meruncing, tidak terlalu lebar. Bunganya akan gugur dengan sendirinya. Kata, Ayah, yang tumbuh adalah buahnya.

Buah itu akan mengeram di tanah selama musim kemarau, dan begitu mendapat siraman hujan akan tumbuh lalu bermekaran

Jika kamu ingin menikmati tumbuhan liar yang memesona ini, berkunjunglah ke kampung saya di musim hujan. Kamu bisa membisikkan apa nama ilmiah atau latinnya kepada saya.

Dan ketik saya sudah tahu, saya akan memberi tahu Ayah bahasa latin dari tumbuhan yang menjadi musuh bebuyutannya itu.

KLIK INI:  Hari Satwa Sedunia, Gajah Masih Jadi Sasaran Perburuan Liar