Unik dan Indah, Ini Fakta Air Mata Ibu dan Cara Merawatnya

Klikhijau.com - Air mata ibu itu menggantung indah di depan rumah Nurbaeti. Ditanam di dalam pot lalu tumbuh menjuntai ke bawah dengan memesona. Tanaman yang termasuk salah satu jenis sukulen ini a...

Unik dan Indah, Ini Fakta Air Mata Ibu dan Cara Merawatnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Air mata ibu itu menggantung indah di depan rumah Nurbaeti. Ditanam di dalam pot lalu tumbuh menjuntai ke bawah dengan memesona.

Tanaman yang termasuk salah satu jenis sukulen ini adalah salah satu tanaman hias yang diburu oleh para pencinta tanaman hias.

Air mata ibu memiliki nama ilmiah Sedum morganianum yang berasal dari famili Crassulaceae. Tanaman ini juga dikenal dengan nama ekor keledai, ada pula yang menamainya kaktus anggur. Di tanah Bugis ada yang menamainya bunga cendol. Karena memang sekilas juga mirip dengan cendol

Apa pun namanya, satu yang pasti, menanam air mata ibu akan memberikan kesan asri dan hijau pada rumah. Apalagi umumnya tanaman dari genus Sedum ini dijadikan tanaman gantung untuk dekorasi rumah.

Pada daun dan batangnya terlihat jelas bahwa tanaman ini memiliki lapisan lilin. Saat dewasa, ia memiliki ranting hingga dua meter. Daunnya yang tebal memiliki warna abu-abu kehijauan yang berbaris menyerupai tetesan.

Fakta air mata ibu

Tanaman ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki tanaman lain, pun begitu dengan fakta yang melingkupinya. Berikut fakta itu:


  • Berasal dari Meksiko



Tanaman bukan tanaman asli indonesia, tapi berasal dari Meksiko dan Honduras. Di daerah tanaman ini ditemukan tumbuh liar di jurang daerah Tenampa, Mexico timur.


  • Memiliki nama banyak nama



Tanaman bernama ilmiah  Sedum Morganianum ini memiliki beragam nama, yakni kaktus anggur, bungan cendol, ekor keledai, di Inggris dinamai Donkey Tail atau Burro’s Tail.



  • Daun berbentuk seperti air mata



Hal unik dari air mata ibu adalah daunnya yang menyerupai air mata atau air yang menetes. Kemungkinan karena bentuk daunnya seperti itu, maka masyakarat menamainya air mata ibu. Sekilas tanaman ini juga menyerupai cendol.


  • Mudah dirawat



Keuntungan menanaman tanaman ini karena mudah dirawat dan  tidak mudah layu atau bahkan mati.


  • Tidak butuh banyak air



Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air untuk tumbuh, yang dibutuhkkan adalah  cahaya matahari yang cukup. Jika terlalu banyak diberi air, tanaman ini bakal mati.


  • Tangguh saat cuaca panas dan kondisi kering



Air mata ibu sangat tangguh berada di dalam kekeringan.  Ia mampu bertahan pada wilayah dengan udara yang panas dan kering.



  • Berbunga merah muda



Tanaman ini lebih sering dikenal sebagai tanaman berwarna hijau saja. Namun, siapa sangka ternyata bisa berbunga. Warna bunganya adalah merah muda lengkap dengan  benang sari berwarna kuning di dalamnya.


  • Mampu tumbuh hingga 1,5 meter



Tamanan ini menyukai tumbuh dengan menjuntai atau merambat ke bawah. Meski terlihat kecil dan pendek, namun ia mampu tumbuh dengan panjang hingga 1,5 meter  saat sudah matang. Namun, butuh waktu lama hingga matang, yakni sekitar 6 tahun. Umumnya tanaman ini hanya tumbuh sekitar 60-90 centimeter.

Cara merawat

Mengutip dari laman The Spruce, berikut ini deretan tipsnya merawat tanaman air mata ibu:


  • Tanah



Tanaman ini menyukai tanah berpasir yang dikeringkan. Karena ini jika ingin menanamnya, campuran tanah berpasir dan kering. Hindari tanah yang mengandung banyak air.

Pencahayaan

Air mata Bunda akan tumbuh subur jika diberi banyak paparan sinar matahari. Meski begitu, tanaman ini juga bisa berdamai di lokasi yang teduh.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2