Pengalaman Kecil Menanam Kaktus dengan Media Tanam Batok Kelapa

oleh -30 kali dilihat
Pengalaman Kecil Menanam Kaktus dengan Media Tanam Batok Kelapa
kaktus dengan media tanam batok kelapa-Foto/Noni
Nona Reni

Klikhijau.com –  Saat jelang Idul Adha kemarin, saya membawa pulang beberapa jenis kaktus. Itu berawal dari ajakan bikin burasa (buras), panganan khas lebaran masyarakat Sulawesi. Burasa terbuat dari beras dan santan.

Saat akan pulang,  entah kenapa saya tertarik untuk menamannya. Padahal tanaman hias kaktus tak pernah masuk ke dalam daftar tanaman yang ingin saya koleksi.

Namun, melihatnya memenuhi pot kecil kakak ipar, yang kebetulan sedang melakukan agenda pemangkasan akhirnya saya memberanikan diri memintanya untuk dibawa pulang.

Tanaman ini sebenarnya sudah menjadi primadona pencinta tanaman hias beberapa tahun silam. Saat itu, saya belum memiliki hasrat untuk ikut serta mengembang-biakkannya.

KLIK INI:  Agar Tetap Aman, Ini 5 Trik Repotting Tanaman Berduri

Sebenarnya saya sendiri tidak memiliki persiapan apa pun ketika mengambilnya. Kakak ipar sempat bertanya apakah saya sudah memiliki pot sebagai media tanam, saya menjawabnya dengan senyuman kecil saja. Akan ada banyak media tanam selain pot, pikirku. Lagian menghabiskan beberapa ratus ribu untuk membeli  pot saja merupakan pemborosan yang tidak bermanfaat sama sekali.

Sesampainya di rumah, saya mencari-cari polybag sisa dari penanaman bibit sayur kemarin, sayangnya semakin dicari semakin tidak ketemu juga rupanya. Sambil mencari-cari media tanam lain, tidak sengaja saya menendang satu batok kelapa yang sudah terbelah dua, lalu ide-ide segar dalam kepala berhamburan.

KLIK INI:  Peperomia ‘Watermelon’, Tanaman Hias yang Tak Membosankan Dilihat
Telah digunakan sebagai produk souvenir

Batok kelapa atau tempurung kelapa di berbagai daerah, sudah dimanfaatkan untuk beberapa jenis produk souvenir. Mulai dari mainan celengan beraneka bentuk, centong nasi, kancing, asbak, maupun gantungan kunci.

Meski pada dasarnya batok kelapa di kampung saya masih dikategorikan sebagai limbah, tetapi tidak sedikit yang memanfaatkan arangnya sebagai energi alternatif. Termasuk kakak ipar yang memang menjadi pengepul batok kelapa.

Dilansir dari unair.ac.id ternyata air limbah pun dapat diolah dengan memanfaatkan arang batok kelapa dengan cara anaerobik. Pengolahan air limbah ini berpotensi dapat menghasilkan biogas.

Pengolahan air limbah anaerobik biasanya dipilih karena banyak kelebihannya. Beberapa keuntungan dari pengolahan anaerobik adalah hasil lumpur yang rendah, jumlah energi yang digunakan kecil, dan potensi energi yang dapat dihasilkan dalam bentuk lain.

KLIK INI:  Cymbidium, Anggrek Menawan yang Diincar Pasar Dunia dan Cara Merawatnya

Penggunaan media dalam pengolahan sampah anaerobik merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan proses anaerobik.

Namun, penyerapan bahan dapat mengganggu proses anaerob, seperti ammonia yang tinggi (>1500 mg/l) atau bahan organic toxic yang dilakukan dengan penambahan media pada sistem pengolahan air limbah secara anaerobik.

Selain itu, penggunaan media yang mempunyai biaya cukup terjangkau yaitu media arang aktif batok kelapa.

Bahan bakar briket

Pohon kelapa merupakan tanaman yang tidak sulit didapatkan, ia mudah dijumpai di daerah tropis maupun sub tropis.

Buah kelapa pada umumnya setelah diambil daging kelapanya, batok atau tempurungnya dimanfaatkan kembali dan jika berlebih maka dibuang begitu saja. Sejauh ini pemanfaatan batok kelapa hanya digunakan sebagai arang, alat masak, dan media filter saja

Namun baru-baru ini jurnal abdi masyarakat Indonesia(JAMIN) yang diprakasai oleh Universitas Trisakti mengadakan sosialisasi pemanfaatan batok kelapa sebagai bahan bakar briket  di Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

KLIK INI:  Mengurai Keunggulan Pohon Trengguli sebagai Tanaman Hias dan Obat

Selain itu, beberapa artikel di jurnal Humas Jateng mengatakan bahwa briket Jawa Tengah telah menguasai dan menjadi primadona di Timur Tengah. Negara-negara di Eropa, Nigeria dan Brazil juga menjadi pelanggan briket Jateng.

Tak kurang dari 6 ribu ton briket diekspor ke sana, kata Istikanah, seorang pengusaha briket asal Weleri, Kendal, saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerja Gubernur, Semarang. Ia juga mengatakan, dalam sebulan tidak kurang dari 300 kontainer briket asal Jateng yang diekspor.

Per perkontainer berisi 20-26 ton briket. “Saya sendiri biasa ekspor 6-8 kontainer. Omsetnya Rp 2,5 – 3 miliar sekali ekspor. Kami berharap pemerintah mulai melirik komoditas ini sebagai komoditas unggulan ekspor di Jateng.

KLIK INI:  Beragam Jenis Penyakit Tanaman Hias yang Perlu Diketahui
Jadi media tanam kaktus

Melihat kaktus yang mungil-mungil, saya merasa bahwa batok kelapa juga cocok menjadi media tanamnya. Singkat cerita, saya memilih beberapa batok kelapa yang potongannya tidak terlalu rapi untuk menciptakan keindahan alami. Ditambah dengan serat serabut yang masih menempel di beberapa bagian membuat saya melihatnya lebih memesona dari sekedar menanamnya dalam pot plastik.

Mungkin bagi kalian yang pro lingkungan dan pencinta tanaman kaktus, boleh juga melakukan hal yang sama. Karena memanfaatkan bahan-bahan limbah dan tak berguna akan berdampak lebih postif ke bumi dan diri kita sendiri.

Selamat mencoba, sahabat hijau.

Kaktus dengan media tanaman dari batok kelapa-Foto/Noni
KLIK INI:  7 Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Perawatan Bunga Adenium