2014. Suatu ketika entah bagaimana Raka tiba-tiba mengingat suatu kenangan
Tag: #cerpen
Hujan di Kota M
2014. Suatu ketika entah bagaimana Raka tiba-tiba mengingat suatu peristiwa.
Pohon Seribu Tahun
Aku girang ketika seorang lelaki gondrong mendekatiku. Di tangannya ada
Pohon Kehidupan
Kakiku basah oleh air mataku sendiri. Aku berjalan sambil menunduk.
Hujan Hijau
Ricik hujan tiba sangat lembut. Pecahkan hening sore itu. Rakka
Tanah dari Langit
Hujan terus menyambung. Sudah tiga hari air tak henti-hentinya mengucur
Warani
Suara ribut di ruang dapur lain dari biasanya. Serupa ada
Barelle Cippo-Cippo
Hati sepasang suami istri itu selalu saja banjir—tak pernah ingin
Ditetak Ayah
“Ini kedua kalinya gagal panen,” kataku dengan mata yang mulai
Akar Leluhur
Sibuk. Kata itu tertulis di pintu rumahnya. Beberapa hari ini
Segelas Kopi Pertemuan
Senja di hari Jumat, Adriana berkunjung ke kos. Itu kunjungan
Sebatang Pohon Janji
Sudah lama dia susah tidur. Itu terlihat dari kantong matanya
Sebatang Pohon Mata
Ada cerita yang terangkai perlahan. Cerita tentang sebatang pohon yang
Pengisap Ingatan
Kepalaku sedang dihuni banyak belatung. Mereka berkembang biak sangat cepat.
- 1
- 2
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













