Pepohonan Menghitam di Kotamu

oleh -35 kali dilihat
Pohon Kenangan
Ilustrasi pohon/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Pepohonan Menghitam di Kotamu

 

“baunya mulai tercium,” katamu mengalahkan deru kendaraan.
suaramu menerobos masuk ke helm yang menutupi telingaku.

tak menyahut aku
bau asing itu menguasai seluruh penciuman
bertabrakan dengan bau parfummu
berbau rumput basah

“sampai,” ujarmu

aku melongo, asing tiba
sangat kental
pepohonan di kotamu menghitam malam

tak bertanya aku, sejak kapan bermula

bukan jilatan api memanggang pepohonan itu
pula bukan panggangan kemarau

suara cericit meriuh
kepakan sayap riahkan siang

kotamu, kota hitam manis di taman itu
kota dengan pepohonan menghitam
dalam kuasa kalong

kutatapi ia
kutatapi kau

aku berubah dahan-dahan pohon

tandabaca, 9 Juli 2022

KLIK INI:  Aku Ingin Menjengukmu Lagi Nanti Tanpa Ada yang Tersakiti dari Bumi

Daun-daun Merimbun di Matamu

 

matamu, sejak aku bermukim di sana
kabut menghilang jauh
duan-daun merimbun pesona

aku pepohonan
kau akar
aku reranting
kau daun-daun

kita terus saling terteror ribang
saling bertumbuh
jadi kehidupan

tandabaca, 9 Juli 2022

magrib tiba
beburung puyeng mencari ranting
menenggerkan diri

pohon-pohon telah berubah ladang rempah

Kindang, Juli 2022

KLIK INI:  Ayah dan Dapur Ibu

Asap di Kamarmu

 

di sepanjang sunyi yang menghijau di matamu
aku berlari ke sana kemari
mencari reranting
tuk kubakar
hangatkan tubuh dari gigil
menggemeretakkan gigi
mengais-ngais rimbunan sunyi di matamu

bakar apa saja yang bisa terbakar
selain plastik

aku kumpulkan dedaunan cengkih
membakarnya, asapnya tiba di kamarmu

terus saja aku membakar
api jilati pohon cengkih

terang benderang
orang-orang berhamburan, teriak menggema
borong kebakaran
sunyi yang merimbun di matamu
berjalan terus di sepanjang jalan

dan keringat mulai mengucur
sepanjang roda waktu

Kindang, Juli 2022

KLIK INI:  Segelas Kopi Pertemuan

Aku-Kau

 

aku terus bertumbuh
jadi gemintang
saat pekat malam meraja
saat bulan sedang malu-malu

di langit aku doa
pada tanah aku harapan

di hatimu aku laut biru
dan di denyutku
kau aliran sungai

Kindang, Juli 2022

KLIK INI:  Yang Tak Pernah Khianat