Mengenal Blobfish, Ikan Laut Terjelek Dunia dan Fakta Mengenainya

oleh -328 kali dilihat
Mengenal Blobfish, Ikan Laut Terjelek Dunia dan Fakta Mengenainya
Ikan terjelek dunia-foto/forfun.com

Klikhijau.com – Ikan laut memiliki banyak jenis. Salah satunya adalah ikan yang bernama Psychrolutes marcidus atau dalam bahasa Inggris disebut Blobfish.

Ia merupakan jenis ikan laut yang bernasib kurang beruntung dan menyedihkan. Karena dijuluki ikan terjelek di dunia dan terancam punah.

Gelar sebagai hewan laut terjelek di dunia itu, diperoleh Blobfish saat kampanye konservasi hewan. Kampanye tersebut diselenggarakan oleh Ugly Animal Preservation Society.

Pada saat ini, hewan laut yang bisa tumbuh hingga 12 cm tersebut mulai terdegradasi karena ulah manusia. Ia menjadi salah  ikan yang menjadi sasaran para pemancing. Dan aktivitas memancing yang berlebihan menjadi penyebab utama ancaman kepunahannya.

KLIK INI:  Pasar Tradisional Rupanya Jadi Lumbung Penggunaan Kantong Plastik

Padahal Blobfish merupakan ikan yang tidak bisa dimakan dan merupakan pula binatang yang aktif. Ia tidak memiliki gelembung renang yang membuatnya bisa bergerak lincah  di dalam air.

Ia hanya akan menghabiskan hidupnya dengan cara terombang-ambing di dasar laut. Untuk hidup, biasanya ikan Blobfish memangsa kepiting dan lobster yang dijadikan makanan sehari-harinya.

Tempat hidupnya diyakini berada di laut tenggara Australia dan Tasmania. Ia mampu  hidup pada kedalaman 600–1200 meter yang memiliki tekanan air  yang sangat tinggi. Tekanan air yang tinggi inilah yang membawah tubuhnya bergerak ke sana kemari mencari mangsa.

Blobfish merupakan  ikan laut dalam dari keluarga Psychrolutidae. Ia termasuk jenis ikan yang sangat jarang terlihat oleh manusia. Ikan ini diperkenalkan sejak tahun 2003 lalu. Ia diangkat pertama kali di perairan Selandia Baru.

Laut dalam mulai terancam

Profesor Callum Roberts yang merupakan Pakar Kelautan dari Universitas York mengatakan,  Blobfish memiliki banyak masalah menyedihkan.

Profesor Roberts adalah penulis  buku Sejarah Non-Alami Laut. Ia mengungkapkan  “Blobfish sangat rentan terangkat ke atas oleh jala dan dari fakta yang kami ketahui bahwa ikan tersebut hanya hidup di kedalaman tersebut.”

“Aktivitas memancing di kedalaman tertentu di Australia dan New Zealand adalah yang paling aktif di dunia. Sehingga sangat tidak layak jika Blobfish berada di sana.

Roberts juga mengutarakan jika sejumlah besar laut dalam, kini terancam oleh aktivitas memancing. Dan hal itu menjadi salah satu yang paling merusak.

Menurut Roberts, meski ada ada area laut dalam yang terproteksi di Laut Selatan, tetapi proteksi itu hanya mampu melindungi karang, tidak mampu melindungi Blobfish yang terancam punah.

“Kita telah melakukan banyak aktivitas memancing di kedalaman 200 meter. Saat ini kita harus berpindah ke kedalaman yang berkisar pada angka ribuan kedalamannya. Di tahun 2006, para ahli konservasi telah hampir mendekati kesepakatan global dalam hal pelarangan pemancingan di laut dalam,” ujarnya.

KLIK INI:  Tentang Ikan Oarfish, Cerita Rakyat Jepang, dan Daryono
Klasifikasi ilmiah

Untuk lebih mengenal ikan laut terjelek dunia ini, berikut klasifikasi ilmiahnya:

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas:  Actinopterygii

Ordo:  Scorpaeniformes

Famili: Psychrolutidae

Genus: Psychrolutes

Spesies: P. Marcidus

Ikan ini memiliki  daging  dengan massa jenis yang lebih ringan dari air. Inilah yang memungkinkan  ikan dari ordo Scorpaeniformes untuk melayang di atas dasar laut. Ia tidak perlu mengeluarkan energi untuk berenang.

Sebagian besar dagingnya adalah gelatin yang dilengkapi dengan tulang halus dan lembut.  Gelatin bagi Blobfish berfungsi untuk membuatnya bisa bertahan hidup pada lingkungan bertekanan tinggi.

Gelatin juga memiliki fungsi lain, yangki   sebagai pengapung di atas dasar laut dengan kedalaman yang ekstrem. Sehingga Blobfish tidak memerlukan banyak energi untuk bergerak.

Digelari sebagai ikan terjelek atau buruk rupa di dunia karena bagian sudut wajahnya ditempeli parasit. Ia  memiliki hidung besar seperti bekantan.

Tubuhnya seperti agar-agar, tapi sedikit lebih padat dari pada air. Untuk saat ini, populasi ikan laut dari kelas Actinopterygii ini semakin merusut.

Hal itu disebabkan karena  ikan ini sering menjadi korban pukat dari kapal-kapal nelayan. Karena itulah,  sangat diperlukan pengawasan agar ikan dari genus Psychrolutes ini tidak mengalami kepunahan.

KLIK INI:  Pertama Kalinya, Bathynomus Raksasa Ditemukan di Perairan Indonesia