Dalam Setahun, Peneliti Temukan Lebih dari 200 Spesies Air Tawar Baru

oleh -37 kali dilihat
Dalam Setahun, Peneliti Temukan Lebih dari 200 Spesies Air Tawar Baru
Ilustrasi spesies air tawar-foto/Pixabay

Klikhijau.com – Setiap tahun para peneliti akan melakukan penelitian. Mereka biasanya menemukan ratusan spesies air tawar.

Namun, pada tahun 2021 menjadi tahun dengan penemuan spesies air tawar baru terbanyak. Jumlahnya mencapai lebih dari 200 spesies di seluruh dunia.

Penemuan itu dilaporkan oleh Shoal, yang merupakan sebuah organisasi konservasi air tawar. Shoal telah membagikan penemuan 212 spesies air tawar yang diidentifikasi oleh para ilmuwan pada tahun 2021 lalu

Sementara itu, sebuah laporan spesies baru yang dilaporan New Species 2021. Menunjukkan  beragam spesies air tawar yang baru ditemukan dalam ilmu pengetahuan di seluruh dunia.

KLIK INI:  Di Negara +62 Ini, Sepanjang Jalan adalah Tempat Sampah

Amerika Selatan menjadi negara yang memimpin penemuan itu, yakni sebanyak sembilan puluh empat makhluk yang baru ditemukan di negara tersebut.

Diurutan kedua ditempati oleh seluruh Asia, yakni sebanyak 82 spesies air tawar baru yang ditemukan.

Dan urutan ketiga menempati Afrika, sebanyak 29 spesies. Sedangkan diurutan selanjutnya, yakni tujuh spesies ditempati Amerika Utara, Mesoamerika, Eropa, dan Oseania.

Ada dari Indonesia

Salah satu spesies yang paling menarik dalam laporan tersebut adalah Wolverine pleco atau Hopliancistrus wolverine.

Spesies ini ditemukan di lembah Rio Xingu, Brasil. Makhluk ini, seperti Wolverine, mengeluarkan tiga duri melengkung saat diserang; duri tersembunyi di bawah penutup insang hewan.

Ketika tidak stres oleh pemangsa potensial, ikan ini tenang dan memakan alga dan detritus. Tapi ketika merasa terancam, duri rahasia itu bisa menyebabkan kerusakan serius.

“Ketika saya pertama kali mengumpulkan tricornis di lembah sungai Tapajós, jari kami semua terluka atau berdarah karena kekerasan mereka yang mencoba mencubit kami dengan kait samping besar mereka di kepala,” kata Lucia H. Rapp Py-Daniel, salah satu peneliti yang terlibat.

Sementara itu, Manajer Program Konservasi Shoal, Harmony Patricio mengatakan bahwa tahun 2021 adalah tahun yang menarik, karena banyak ditemukan spesies ikan air tawar.

KLIK INI:  Kembangkan Zero Plastic Policy, Indonesia Gandeng Timor Leste

“Sangat menarik bahwa lebih dari 200 spesies ikan air tawar baru dapat dideskripsikan hanya dalam satu tahun,” kata Harmony Patricio, manajer program konservasi Shoal, seperti dilansir dari Ecowatch.

“Anda mungkin melihat tingkat penemuan baru untuk organisme seperti tanaman atau serangga, tetapi tidak untuk vertebrata. Artinya, masih ada ratusan dan ratusan lagi ikan air tawar di dunia yang belum diketahui para ilmuwan. Juga, banyak spesies yang baru dideskripsikan memiliki sifat yang cukup unik dan tak terduga,” tambahnya.

Hal menarik yang dialami oleh para  peneliti adalah mereka rata-rata menemukan  empat ikan air tawar per minggu pada tahun 2021.

Selain adalah Wolverine pleco, ada dua spesies lain yang jadi sorotan, yakni Parosphromenus juelinae dan Parosphromenus kishii yang cantik.

Kedua  spesies ikan tersebut menyerupai batu permata dengan sisiknya yang berwarna-warni dan berkilauan.

Hal menggembirakan lagi, karena keduanya ditemukan ditemukan di Indonesia. Namun, sayangnya dalam laporan Shoal, para peneliti menyerukan agar kedua ikan itu terdaftar sebagai Sangat Terancam Punah.

Menawarkan banyak informasi

Sementara spesies yang  ditemukan di Mumbai, yakni ikan Mumbai Blind Eel ( Rakthamichthys mumba ) terbilang unik, karena ditemukan di dasar sumur sedalam 40 kaki di properti sebuah sekolah untuk anak-anak. Ikan tersebut tidak memiliki mata, sisik atau sirip.

Penemuan ini membantu memberikan wawasan tentang sejarah. Khususnya ketika para peneliti menghubungkan spesies yang baru ditemukan dengan nenek moyang mereka.

KLIK INI:  Menghadapi Panas Ekstrem, Burung Kota lebih Tangguh dari Burung Hutan

Penemuan itu juga menawarkan lebih banyak informasi tentang cara melestarikan spesies air tawar ini.

“Di Zaman Kepunahan ini, ekosistem air tawarlah yang menjadi ujung tajam dari irisan itu. Dengan segudang ancaman termasuk bendungan, polusi, penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, dan spesies invasif, sekitar 1 dari 3 spesies ikan air tawar terancam punah,” laporan tersebut menyimpulkan,” ujar Patricio

Patricio  juga mengungkapkan, “Shoal mengumpulkan spesies ikan air tawar yang baru ditemukan. Tujuannya untuk membantu meningkatkan kesadaran dan meningkatkan peluang konservasi keanekaragaman hayati air tawar. Agar bisa menerima dana yang sangat dibutuhkan sebelum terlambat,” tegasnya.

Penemuan itu menjadi kabar baik bagi dunia fauna, khususnya spesies air tawar. Dan juga jadi bukti alam masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap.

KLIK INI:  Meredam Emisi Transportasi dengan Makanan Lokal