Pulau Sulawesi, Surganya Kumbang Yodha

oleh -382 kali dilihat
Pulau Sulawesi, Surganya Kumbang Yodha

Klikhijau.com – Sulawesi adalah bagian dari Wallacea, zona transisi bio-geografis antara Australia dan Asia. Artinya wilayah ini memiliki fauna dari kedua wilayah.

Baru-baru ini, Tim Peneliti dari LIPI menemukan spesies baru di Pulau Sulawesi yang termasuk kelas insecta yaitu kumbang.

Dengan perkiraan 387 ribu spesies yang dideskripsikan secara formal, kumbang (Coleoptera) adalah spesies paling banyak dari lima kelompok serangga yang sangat beragam.

Yang lainnya adalah tawon, semut, dan lebah (Hymenoptera), lalat (Diptera), serangga sejati (Hemiptera), serta kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera).

Sebanyak 103 spesies baru kumbang ditemukan di Pulau Sulawesi. Dalam studi yang dipublikasikan di ZooKeys, mereka menamai salah satu darinya berdasarkan karakter Star Wars.

KLIK INI:  4 Jenis Kupu-Kupu Ini Dilindungi di TN Bantimurung Bulusaraung

Sementara tiga lainnya terinspirasi dari karakter seri komik Prancis The Adventures of Asterix. Spesies kecil yang kehijauan dan tinggal di hutan dinamai Yoda sesuai karakter Star Wars.

Sementara kelompok tiga spesies diberi nama karakter Asterix, Obelix, dan Idefix–karakter utama dalam The Adventures of Asterix. Sebelumnya hanya satu anggota dari kelompok kumbang itu yang ditemukan di Sulawesi. Penemuan itu pun terjadi pada tahun 1885 silam.

Memberi nama seratus spesies juga bukan tugas mudah. Pada awalnya, tim peneliti menggunakan nama deskriptif atau nama yang terkait dengan daerah, tetapi mereka kehabisan inspirasi.

Oleh sebab itu para peneliti beralih ke budaya populer untuk mendapatkannya. Setelah Trigonopterus asterix, T. obelix, T. idefix, lalu T. yoda, mereka mengambil inspirasi dari karakter satyr (T. satyrus) serta dewi perburuan Yunani, Artemis (T. artemis).

Spesies lain didedikasikan sebagai penghormatan kepada ahli biologi terkenal, termasuk Charles Darwin (bapak Teori Evolusi).

Para peneliti kini percaya bahwa Trigonopterus berasal dari Australia dan baru kemudian mencapai Sulawesi, di mana mereka berkembang secara sukses. Meski memiliki koleksi fauna yang menakjubkan, keanekaragaman serangga di Sulawesi sebagian besar masih belum diketahui.

KLIK INI:  Pernah Melihat Kunang-kunang? Ini Fakta Tentangnya

Dalam penemuan ini, tim mengalami beberapa kendala. Pertama, objek penelitian sulit dilihat. Di hutan lebat di Sulawesi, kumbang kecil berukuran 2-3 milimeter tidak kelihatan menonjol. Kedua, mengidentifikasi mereka bahkan lebih sulit. Meskipun analisis DNA menunjukkan kumbang itu jelas spesies yang berbeda, banyak spesies yang baru ditemukan terlihat sangat mirip satu sama lain.

Perunutan DNA menjadi satu-satunya metode untuk membedakan mereka. Halangan terakhir adalah urusan dana yang tidak mengalir dengan pasti.

Hanya ada satu posisi permanen untuk seorang peneliti kumbang di Museum Zoologi Indonesia.
Lembaga yang mencakup seluruh kepulauan Indonesia yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau. Jadi kolaborasi internasional adalah kunci.

Namun, usaha tersebut berbuah manis dengan lebih dari 100 tambahan spesies baru ditemukan. Atas usahanya, tim mengatakan mereka baru mulai memahami makhluk kecil yang bersembunyi di Sulawesi.

Sulawesi memang surganya binatang langka. Baru-baru ini seekor lebah raksasa, yang disebut terbesar di dunia, kembali ditemukan di Sulawesi setelah menghilang selama beberapa dekade dan dikira sudah punah.

Di dunia sendiri diperkirakan ada lebih dari sejuta spesies serangga. Meski demikian, beberapa studi terakhir menunjukkan bahwa spesies serangga di bumi terus berkurang akibat penebangan hutan dan pengguna pestisida.

KLIK INI:  Trenggiling Bukan Hanya Sisiknya, Ini Fakta Lain Tentangnya