Ibu, Halaman Rumah, dan Daun Singkong

Klikhijau.com – Di halaman depan rumah. Pada tanah agak kosong yang tak begitu luas.  Beberapa bulan lalu, Ibu menanaminya dengan ubi kayu atau singkong. Iya, tanah itu tak benar-benar kosong, seba...

Ibu, Halaman Rumah, dan Daun Singkong
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Di halaman depan rumah. Pada tanah agak kosong yang tak begitu luas.  Beberapa bulan lalu, Ibu menanaminya dengan ubi kayu atau singkong.

Iya, tanah itu tak benar-benar kosong, sebab ada tiga pohon cengkeh yang menghuninya. Namun, jarak ketiganya cukup renggang.

Selain singkong, Ibu juga menanaminya jagung. Namun, agar singkong dan jagung dapat berusia hingga panen, harus dipagari. Sebab hama babi semakin sulit dikendalikan, semakin berani masuk ke permukiman warga.

Ibu memilih menanam singkong karena tanaman bernama ilmiah  Manihot utilissima Pohl sangat cepat bisa dinikmati manfaatnya, khususnya daunnya.


Daun singkong sangat mudah tumbuh, sehingga bisa jadi penolong ketika sedang butuh sayur. Iya, daun singkong yang masih mudah merupakan bahan sayuran yang nikmat dan kaya manfaat kesehatan.

Sementara daunnya yang sudah tua, dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Selain daun, hal yang paling dinanti tanaman dari ordo Malpighialesini adalah umbinya.

Tanaman ini memiliki banyak nama, di antaranya singkong, ketela pohon, kaspe, ubi sampa atau ubi prancis, dan ubi kayu. Ia termasuk  tanaman perdu tropis dan subtropis tahunan dari suku Euphorbiaceae.

Tanaman ini yang bisa tumbuh hingga tinggi mencapai 7 meter. Ia mempunyai akar tunggang dengan sejumlah akar cabang. Akarnya itulah yang membesar menjadi umbi yang dapat dimakan.

Rini Restian, dkk (2014) mengatakan singkong merupakan bahan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung—yang mempunyai potensi sebagai sumber karbohidrat yang penting sebagai bahan pangan.

Tanaman dari genus Manihot adalah  tanaman serbaguna. Batangnya dapat dimanfaatkan untuk bibit, papan partikel, kerajinan, briket, dan arang. Sementara daunnya untuk makanan, farmasi, industri pakan ternak, dan farmasi (Soekartawi, 2005).

Sedangkan bijinya berpotensi sebagai penghasil minyak (Popoola & Yangomodou, 2006). Kulit umbinya dapat manfaatkan sebagai pakan ternak, dan daging umbinya dapat diolah menjadi berbagai produk seperti makanan, tapioka, tepung ubi kayu, gaplek, bioethanol, dekstrin, perekat,  dan lain-lain.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2