Cerita Minggu Pagi dari Pantai Batu, Makassar

oleh -142 kali dilihat
Cerita Minggu Pagi dari Pantai Batu, Makassar
Suasana Pantai Batu di Minggu pagi-foto/Yaya
Andi Ayatullah

Klikhijau.com – Minggu pagi, pemandangan seru di Pantai Losari membuat saya terpukau. Pantai itu, seperti biasa di hari Minggu selalu dipadati pengunjung.

Saya terus menikmati pemandangan itu, sambil terus berjalan hingga tiba di Pantai Batu. Pantai Batu merupakan salah satu tempat wisata pantai yang ada di kawasan wilayah Pantai Losari.

Tempat ini juga tak pernah sepi pengunjung, apalagi di Minggu pagi. Saya berjalan mendekati pengunjung yang memadati Pantai Batu. Ingin membunuh rasa penasaran, kenapa mereka berkunjung?

Langkah kaki saya terhenti di dekat seorang perempuan. Namanya Nisa, ia salah satu pengunjung yang setia mengunjungi Pantai Batu.

KLIK INI:  Toyota Berkomitmen Hadirkan Solusi Mobilitas Ramah Lingkungan

Nisa bercerita jika dirinya setiap Minggu ke Pantai Batu untuk  menikmati  bubur di pinggir pantai sambil mendengar nyanyian ombaknya.

“Saya ke sini sama keluarga sambil menikmati makan bubur,” ujar Nisa, Minggu, 4 Desember 2022.

Alasan lain Nisa kenapa sering ke pantai ini karena pemandangan dan harga bubur ayamnya murah dan enak. Di tambah dengan pemandangan lautnya yang menjadi point lebih.

Di pantai ini, pengunjung juga dapat menikmati semangat anak-anak yang asyik berenang dan bermain.

Sampah, permasalahan yang harus diurai

Airnya yang keruh tak jadi soal bagi anak-anak itu. Mereka tetap saja asyik berenang. Sebuah hiburan yang jarang mereka temukan. Mengingat di Kota Daeng ini sangat minim ruang bermain bagi anak-anak, maka kawasan pantai menjadi tempat paling bagi favorit mereka bermain saat libur sekolah.

KLIK INI:  Ketika Dua Menteri Perempuan Menolak Disuguhi Air Mineral Botol Plastik

Akbar salah satu anak yang saya temui di Pantai Batu mengatakan dirinya sering ke sini bersama teman temannya mengisi hari libur sekolah.

“Sama ka’  temanku ke sini mandi-mandi kalau libur sekolah,” kata Akbar sambil tersenyum jujur.

Akbar juga mengaku jika dirinya kadang risih melihat sampah-sampah yang ada di Pantai Batu

“Kita terpaksa mami di sini mandi-mandi walaupun kotor, ka di sini ji gratis yang lain disuruh ki’ bayar masuk,” katanya dalam logatnya yang khasnya.

Anak itu berharap kepada pemerintah agar kebersihan pantai bisa diperhatikan. Diketahui sampah-sampah laut atau biasa kita sebut dengan marine debris diklasifikasi dengan berbagai ukuran, dari yang terlihat sampai yang tak terlihat oleh mata.

Tentu semuanya berbahaya bagi lingkungan, satwa, dan manusia. Sampah plastik misalnya, dapat berubah menjadi mikroplastik yang mudah masuk dalam rantai makanan. Ketika telah masuk ke rantai makanan, maka sangat mungkin akan berakhir juga dalam tubuh manusia saat makan, khususnya makanan dari laut.

KLIK INI:  Ajak Selamatkan Hutan Sulsel, Green Youth Movement Gelar Festival

Sampah yang mengendap juga akan menghasilkan gas metana sehingga berpengaruh pada perubahan iklim.

Kenapa bisa sampah-sampah itu bisa sampai ke laut, bisa tiba di Pantai Batu. Hal itu bisa dikarenakan perilaku buruk sebagian warga yang sengaja membuang sampah plastik yang ke sembarang tempat—yang membuat pemandangan tak enak di Pantai batu. Pantai yang menjadi kebanggaan warga Kota Daeng.

Di Pantai Batu, pengunjung dengan mudah akan menemukan sampah plastik sisa air kemasan gelas dan botol plastik berbagai merek berserakan. Sampah-sampah plastik itu terapung di pinggir Pantai Losari hingga Pantai Losari.

Nurhasriani, yang sedang makan bubur ayam mengaku jika dirinya tak tahu menahu asal-usul limbah plastik yang menggenangi pinggir Pantai Batu

“Saya biasa makan bubur ayam di sini (Pantai Batu). Saya melihat banyak sampah plastik dan tidak tahu dari mana,” ucapnya.

KLIK INI:  Nabi Muhammad SAW Memberi Keteladanan Kuat tentang Pentingnya Menjaga Lingkungan

Ia juga berharap kepada pihak pemerintah setempat agar bisa membenahi pantai yang ada di Kawasan Pantai Losari agar bisa bersih dari sampah

“Semoga pemerintah bisa secepatnya membersihkan sampah plastik yang ada di pinggir pantai, soalnya Makassar kan kota dunia,” tutup.

Dari pemandangan sampah plastik yang mengapung tersebut, banyak warga atau pengunjung di Kawasan Pantai Losari merasa kurang nyaman menikmati hari liburnya.

Mereka kecewa dengan perilaku pihak tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja merusak pesona pantai yang jadi ikon Kota Daeng, julukan lain dari Kota Makassar itu. Sebab banyak yang membuang sampahnya ke sembarang tempat, khususnya ke laut.

KLIK INI:  Polusi Plastik, Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia