Waspadai Risiko Kematian Dini, Ini Takaran Aman Konsumsi Garam

oleh -113 kali dilihat
Waspadai Risiko Kematian Dini, Ini Takaran Aman Konsumsi Garam
Ilustrasi garam/Foto-Google

Klikhijau.com – Garam merupakan salah satu bahan masakan yang penting untuk penambah rasa dari masakan. Makanan terasa hambar dan tidak enak jika tidak dibumbui garam.

Keripik tempe terasa lebih gurih karena ada rasa asin di dalamnya. Tanpa rasa asin yang berasal dari garam, keripik tempe tidak akan terasa gurihnya.

Garam memang bisa menambah rasa agar makanan tidak terasa hambar. Namun, bahaya jika mengonsumsi garam terlalu banyak.

Pujiono di laman Beritagar.id menuliskan, kematian nomor satu di Amerika Serikat disebabkan serangan jantung. Penyebabnya antara lain adalah konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung natrium dan bahan pengawet, termasuk garam.

KLIK INI:  Ini Alasan Bermain Gadget Anak-Anak dan Remaja Harus Dibatasi

Karena itu, berhati-hatilah mengonsumsi garam sebab jika terlalu banyak, bisa berbahaya bagi kesehatan.

WHO dan hasil penelitian para ahli

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan setiap orang untuk mengonsumsi garam kurang dari 5 gram per hari.

Meski bahaya konsumsi garam, namun secara global rata-rata orang mengonsumsi berlebih – 10 gram per hari. Hali ini bisa menaikkan tekanan darah, yang dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Banyak studi yang menunjukkan sebuah hubungan linear antara asupan garam dan penyakit kardiovaskuler. Ketika asupan garam meningkat, meningkat pula risiko terserang penyakit kardiovaskuler dan kematian dini.

Meski para ahli kesehatan telah berusaha mengatasi masalah ini selama beberapa dekade, tapi masih terkendala beberapa hambatan.

Tapi tim penelitian terbaru dari Queen Mary University of London, menemukan kekurangan dalam penelitian sebelumnya.

Mereka dapat membuktikan bahwa asupan garam harus dikurangi jauh lebih banyak dari rekomendasi saat ini. Hasil ini ditulis di laman Theconversation.com yang diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Franklin Ronaldo.

Namun, ada pula penelitian yang menyatakan bahwa mengonsumsi garam idealnya antara 7,5 gram dan 12,5 gram per hari. Jika takaran garam kurang atau lebih, dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler dan kematian dini.

KLIK INI:  Selain Penyedap Masakan, Ini Manfaat Lain Daun Perilla
Hubungan garam dengan tingkat risiko penyakit

Orang mengeluarkan 90% garam yang dikonsumsi melalui urine. Hasil penelitian mengungkap bahwa cara terbaik untuk mengukur asupan garam adalah gold standard method.

Tim peneliti dari Queen Mary University of London menemukan bahwa menghitung asupan garam dari sampel metode spot urine measurements dapat mengubah hubungan linear antara asupan garam dan mortalitas.

Mereka menganalisis data dari Uji Coba Pencegahan Hipertensi, yang menggunakan gold standard method, untuk menilai asupan garam (beberapa pengukuran urine dalam 24 jam) pada hampir 3.000 orang dewasa dengan tekanan darah normal selama 18 bulan hingga empat tahun.

Jadi pesannya tetap jelas: mengurangi garam dapat menyelamatkan nyawa. Pengurangan asupan garam secara bertahap, seperti yang direkomendasikan oleh WHO, tetap merupakan pencapaian yang bisa dilaksanakan, terjangkau, efektif.

Bahkan pengurangan kecil dalam asupan garam akan memiliki manfaat besar pada kesehatan manusia.

Risiko terlalu banyak konsumsi garam

Di laman Merdeka.com, Febrianti Diah Kusumaningrum masalah kesehatan yang bisa terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi garam.

Garam memiliki potensi untuk meningkatkan tekanan darah dan berkontribusi pada peningkatan risiko stroke tanpa peduli pada usia.

Selain itu, risiko kanker perut juga bisa diderita. Mengonsumsi garam bisa merusak lapisan perut sehingga rentan terhadap bakteri helicobacter pylori dan meningkatkan risiko kanker perut.

Masih banyak lagi penyakit-penyakit yang disebabkan kelebihan mengonsumsi garam. Misalnya obesitas, gangguan ginjal, kembung, dan risiko osteoporosis.

Karena itu, batasi asupan garam agar terhindar dari penyakit. Ingat, membatasi bukan berarti mengonsumsi dengan takaran garam yang terlalu sedikit.

Jika terlalu sedikit, dapat menyebabkan gangguan mental, ketidakmampuan berkonsentrasi dan dalam kasus yang ekstrem bisa berakibat fatal mengalami hiponatremia.

KLIK INI:  Makan Nanas, Ini Efek Sampingnya dan Cara Konsumsi yang Tepat