Ruang Hijau Perkotaan Lebih Berdampak bagi Kesehatan Mental Perempuan

oleh -39 kali dilihat
Pemerintah Nagan Raya Bakal Bangun RTH untuk Wisata Islami
Ruang terbuka hijau sebuah kota/foto-kampusundip.com

Klikhijau.com – Ruang hijau perkotaan sangat diperlukan. Bukan hanya untuk menangkal rasa gerah dan membuat pandangan lebih sejuk, juga bukan sekadar untuk menghasilkan oksigen. Tapi, lebih dari itu.

Keberadaan ruang hijau di perkotaan akan berdampak baik bagi kesehatan, khususnya kesehatan mental. Selain itu, juga bisa menjadi rumah bagi satwa, terutama burung.

Dalam hal kesehatan mental, ada sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh Institut Ilmu dan Teknologi pandangan Mendadak Pandangan Gelap Saat Berdiri Terlalu Cepat? Ini Kata Medis dari Universitat Autònoma de Barcelona (ICTA-UAB).

Studi itu menemukan bahwa  paparan ruang hijau atau kehijauan perkotaan mengarah pada manfaat kesehatan mental. Dan ajaibnya manfaat itu lebih besar akan dirasakan oleh perempuan, meskipun mereka cenderung tidak sering menggunakan ruang hijau.

KLIK INI:  Sering Berada di Alam dapat Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental
Faktor keamanan

Salah satu alasan perempuan jarang mengakses ruang hijau perkotaan adalah  karena alasan yang  terkait dengan masalah keamanan.

KesimpuIan itu didapatkan dari studi tersebut yang menganalisis hubungan antara kesehatan mental dan paparan kehijauan perkotaan. Caranya dengan melihat lebih dalam perbedaan hasil tergantung pada jenis kelamin dan jenis kelamin.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah  Health and Place itu menemukan,  efek kehijauan perkotaan pada kesehatan mental tidak merata pada wanita dan pria.

Secara khusus, hasilnya menunjukkan,  wanita mendapat manfaat yang lebih banyak dari kontak dengan ruang hijau untuk berjalan dan bersantai. Tetapi, dampaknya aka lebih kecil  pada pria.

Ini bisa disebabkan karena masalah keamanan perempuan di daerah perkotaan ini, serta norma gender dan peran sosial.

KLIK INI:  Melacak Berapa Lama Sampah di Laut akan Terurai Berdasarkan Jenisnya

“Hal ini juga dapat dijelaskan oleh fakta bahwa kualitas dan karakteristik ruang-ruang ini. Karena tidak dirancang dan direncanakan untuk perempuan seperti halnya untuk laki-laki,” jelas Marta-Beatriz Fernández Núñez, peneliti di ICTA-UAB dan penulis pertama studi tersebut.

Tim peneliti, yang mencakup para ilmuwan dari Forest Science and Technology Center of Catalonia (CTFC), menekankan bahwa dari perspektif kebijakan dan perencanaan. Ada kebutuhan untuk memastikan kesetaraan dan keadilan gender yang lebih besar dalam kehijauan.

Oleh karena itu, mereka meminta para perencana dan perancang taman untuk secara hati-hati merencanakan penghijauan baru. Harus memerhatikan suara penduduk perempuan, terutama anak-anak.

Program perencanaan baru harus mencakup desain untuk fitur rekreasi, alam, dan keselamatan yang secara khusus menanggapi kebutuhan dan preferensi individu dan sosiokultural mereka.

“Misalnya, mengatasi isyarat lingkungan dan sosial di taman melalui pemeliharaan dan desain yang lebih baik dapat membantu mengurangi beberapa masalah keselamatan paling mendesak bagi wanita,” kata Fernandez-Nunez.

KLIK INI:  Alasan Mengapa Guru Harus Paham Masalah Kesehaan Mental
Tidak mengecualikan penduduk

Selain itu, perancang dan perencana dapat menambahkan jalur yang mudah untuk kereta bayi. Selain itu perlu ada taman bermain untuk anak-anak sehingga anak-anak dan orang tua dapat memperoleh manfaat dari kehijauan kota pada saat yang bersamaan. Jika tidak, kota berisiko mengecualikan penduduk.

Studi dari ICTA-UAB tersebut, juga menyoroti bahwa literatur ilmiah yang ada tidak cukup menggunakan terminologi yang terkait dengan jenis kelamin dan gender dalam kaitannya dengan hasil kesehatan mental di lingkungan perkotaan yang hijau.

Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa studi masa depan perlu menganalisis secara mendalam perbedaan gender masyarakat. Terkhusus yang terkait dengan kesehatan mental dan kehijauan perkotaan. Caranya dengan menggunakan terminologi yang tepat. Tujuannya untuk menetapkan karakteristik dan penggunaan kehijauan yang benar dengan dampak kesehatan mental.

Dengan adanya studi tersebut, sebaiknya desain ruang hijau perkotaan dapat lebih ramah bagi perempuan, khususnya dalam hal keamanan.

KLIK INI:  Anak yang Dikelilingi Ruang Hijau Lebih Tangguh dari Gangguan Mental?

Dari Newswise