Mengulik Peran Burung dan Lebah dalam Meningkatkan Produksi dan Kualitas Kopi

oleh -63 kali dilihat
Studi Terbaru, Pulp Kopi dapat Dimanfaatkan untuk Konservasi Hutan
Ilustrasi foto Kopi - Foto/FB: Pebriansyah Geng

Klikhijau.com – Produksi dan kualitas kopi ditentukan banyak faktor. Salah satunya adalah burung dan lebah. Iya, sahabat hijau tidak salah baca—burung dan lebah dan serangga penyerbuk lainnya

Klaim itu ditemukan oleh sebuah studi baru bahwa rahasia produksi dan kualitas kopi dikendalikan oleh burung dan lebah .

Para peneliti menemukan, ketika keduanya (burung dan lebah) bergabung untuk melindungi dan menyerbuki tanaman kopi. Hasilnya adalah biji kopi yang lebih besar, lebih berlimpah, dan berkualitas lebih baik.

Beberapa jenis burung adalah suka bertamu ke perkebunan kopi. Mereka adalah pemangsa serangga penyakit kopi, misalnya penggerek buah kopi yanga dapat membahayakan biji kopi maupun tanaman.

KLIK INI:  Anda Peminum Berat Kopi? Klik dan Ketahui Risikonya

Sementara lebah, yang merupakan  serangga penyerbuk berperan sangat penting. Karena kehadirannya membantu pembuahan bunga kopi.

“Sampai sekarang, para peneliti biasanya menghitung manfaat alam secara terpisah, dan kemudian menambahkannya,” kata penulis utama Alejandra Martínez-Salinas.

Alejandra Martínez-Salinas adalah peneliti dari Pusat Penelitian dan Pendidikan Tinggi Pertanian Tropis (CATIE) di Kosta Rika.

“Tetapi alam adalah sistem yang saling berinteraksi, penuh dengan sinergi dan pertukaran yang penting. Kami menunjukkan pentingnya ekologi dan ekonomi dari interaksi ini, dalam salah satu eksperimen pertama pada skala realistis di pertanian yang sebenarnya,” lanjutnya.

Para peneliti memanipulasi kunjungan serangga dan burung ke tanaman kopi di 30 perkebunan kopi berbeda di AS dan Amerika Latin.

Peneliti mengecualikan burung dengan menutupi tanaman dengan jaring besar, dan mengecualikan serangga penyerbuk menggunakan tas renda kecil yang ditempatkan di atas bunga.

KLIK INI:  Hujan Lebat Berpotensi Jenguk Sulsel, Warga Diimbau Agar Waspada
Empar eksperimen

Para ahli membuat empat skenario eksperimen: pertama, membiarkan aktivitas burung saja (pengendalian hama), kedua, aktivitas lebah saja (penyerbukan), ketiga, tidak ada aktivitas burung atau lebah sama sekali, dan keempat, membiarkan pohon dalam kondisi alami, di mana lebah dan burung bebas melakukan penyerbukan. dan memakan serangga sesuka hati.

Hasilnya, yang diterbitkan  di Proceedings of the National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa efek positif gabungan dari burung dan lebah pada kumpulan buah, berat buah, dan keseragaman buah. Semuanya menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan harga – lebih besar daripada jumlah kontribusi individu mereka.

Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa tanpa burung dan lebah (dan serangga penyerbuk lainnya), hasil rata-rata menurun hampir 25 persen.

Ini menunjukkan pengurangan pendapatan sekitar $1.066 per hektare, yang akan sangat signifikan bagi industri kopi senilai $26 miliar.

Semua yang terlibat, termasuk konsumen, petani, dan perusahaan yang menyiapkan dan mengemas kopi, bergantung pada tenaga kerja alam yang tidak dibayar untuk produk populer ini.

“Hasil ini menunjukkan bahwa penilaian masa lalu terhadap jasa ekologi individu – termasuk upaya global utama seperti IPBES [Platform Kebijakan Ilmu Pengetahuan Antar Pemerintah tentang Layanan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem] – sebenarnya dapat meremehkan manfaat yang diberikan keanekaragaman hayati bagi pertanian dan kesejahteraan manusia,” kata Taylor Ricketts dari Universitas Vermont.

KLIK INI:  Historiografi Kopi Topidi, Berkah dari Pegunungan Berkabut yang Layak Diseruput

Vermont juga mengatakan, “Interaksi positif ini berarti jasa ekosistem lebih berharga bersama-sama daripada secara terpisah.”

Burung migran

Para peneliti sangat terkejut menemukan bahwa banyak burung yang menyediakan pengendalian hama di perkebunan kopi di Kosta Rika.

Burung-burung itu adalah burung migran yang telah terbang ribuan mil dari Kanada dan AS. Bahkan, beberapa menghabiskan musim panas mereka di Vermont, persis di mana para ilmuwan UVM mengambil bagian dalam penelitian ini berasal dari.

Peneliti juga mempelajari bagaimana perubahan lanskap pertanian berdampak pada kemampuan burung dan lebah untuk memberikan manfaat bagi produksi kopi. Mereka didukung oleh US Fish and Wildlife Service melalui Neotropical Migratory Bird Conservation Act.

“Salah satu alasan penting kami mengukur kontribusi ini adalah untuk membantu melindungi dan melestarikan banyak spesies yang kami andalkan, dan terkadang dianggap remeh,” kata Natalia Aristizábal, kandidat PhD di Institut Lingkungan Gund UVM dan Sekolah Lingkungan dan Sumber Daya Alam Rubenstein.

Aristizábal juga menambahkan ada jutaan spesies di dunia ini yang saling mendukung, termasuk dalam mencari makanan

“Burung, lebah, dan jutaan spesies lain mendukung kehidupan dan mata pencaharian kita, tetapi menghadapi ancaman seperti perusakan habitat dan perubahan iklim,” tambahnya.

Jadi, sahabat hijau, keberadaan burung dan lebah atau serangga penyerbuk sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi.

KLIK INI:  Bank Dunia Dukung Program Pengurangan Emisi di Kalimantan Timur

Sumber: Earth