Jangan Dicabut Dulu, 9 Rumput Liar Ini Berkhasiat Obat Hingga Imunitas

oleh -89.567 kali dilihat
Bandotan, Rumput Liar yang Membuat Pasanro Angkat Topi Pada Leluhur
Bandotan/foto-Botanical Survival
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Rumput liar umumnya hanya dianggap sebagai gulma atau tumbuhan pengganggu tanaman lain. Kehadirannya sering dianggap musuh bagi petani sehingga dicarikan berbagai cara membasmi rumput liar.

Seperti pesan tetua, semua yang tumbuh di bumi memiliki manfaat tersendiri. Manusia harus mencari tahu apa saja manfaat di balik segala ciptaanNya. Seperti halnya dengan rumput liar yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Tentu tidak semua rumput luat punya khasiat pengobatan, sebagian mungkin memiliki manfaat lain.

Nah, diantara beragam rumput liar yang ternyata kaya manfaat, ini 9 diantaranya yang kerap ditemui sehari-hari. Jangan dicabut dulu, sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk pengobatan bahkan berkhasiat untuk meningkatkan imunitas.

KLIK INI:  Rumput Mutiara, dari Antioksidan Alami hingga Penghambat Pertumbuhan Mikroba pada Unggas
  1. Antanan
Antanan, Berkah dari Langit dan 5 Manfaat Ajaibnya
Antanan/Foto-Liputan6

Antanan, nama lainnya adalah pegagan (Centilla asiatica). Tanaman liar yang mudah tumbuh di ladang, sawah bahkan tepi jalan. Antanan dikenal sejak 3000 tahun lalu ini ternyata memang dijadikan bahan herbal di India dan Tiongkok

Tumbuhan ini berasal dari daerah Asia Tropik dan tersebar di Asia Tenggara termasuk Indonesia, India, Tiongkok, Jepang, Australia dan lainnya.

Antanan tumbuh melimpah di banyak tempat . Untuk diketahui, Antanan kaya manfaat seperti mengatasi penyakit Autisme. Selain itu, pegagan juga dapat meluruhkan stetch mark atau semacam belang-belang bergaris yang banyak menyerang perempuan.

KLIK INI:  Kawista, Buah Langka untuk Cegah Diare hingga Lawan Peradangan Usus

Antanan juga dapat meningkatkan proliferasi sel fibroblas dan keratinosit, sintesis kolagen I dan II sehingga dapat dijadikan bahan aktif pada kosmetik anti penuaan kulit. Anti Infeksi dan peluruh air seni Daun pegagan memiliki sifat manis dan sejuk. Efek farmakologisnya adalah anti infeksi, antitoxic, penurun panas dan peluruh air seni.

Daun antanan mengandung ekstrak asiaticoside yang berguna untuk melawan kerusakan hati. Asiaticoside juga berfungsi untuk mengurangi kerusakan pada sel serta membantu pemulihan kembali fungsi hati.

  1. Bandotan
Begini Pemanfaatan Bandotan di Beberapa Negara di Dunia
Bunga rumput bandotan/foto-Satu Harapan

Bandotan (Ageratum conyzoides), merupakan tanaman liar yang ditemukan di Meksiko, Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, dan Florida. Namun kini bandotan juga ditemukan di beberapa negeri sub-tropis dan tropis, termasuk di Indonesia.

Menurut catatan buku Weeds of Rice in Indonesia, tanaman bandotan didatangkan ke pulau Jawa sebelum tahun 1860, dan sekarang sudah menyebar luas di berbagai wilayah Indonesia. Bandotan sering tumbuh di pekarangan, pinggir jalan, ladang, sawah yang telah mengering, pinggir sungai/kali, dan daerah yang banyak semak belukar.

KLIK INI:  Lebih dari Separuh Pohon Endemik Eropa Terancam Punah, Ini Sebabnya!

Ciri-ciri tanaman bandotan antara lain punya tinggi sekitar 30 – 80 cm. Batangnya ditumbuhi bulu-bulu putih halus. Akarnya tumbuh di bagian bawah batag yang menyentuh tanah. Batang bandotan biasanya bercabang-cabang, memiliki satu atau beberapa kuntum bunga majemuk di bagian ujungnya.

Bunga bandotan tumbuh berkumpul dan menghadap arah yang sama. Setiap kuntum bunga punya antara 60 – 70 individu-individu bunga. Warna dari bunga bandotan berkisar antara putih sampai ungu. Panjang daun babadotan sekitar 2 – 10 cm dan lebarnya 0,5 – 5 cm.

Bagian pinggir daun bergerigi dan punya bulu-bulu putih halus di sekelilingnya. Tangkai daun bandotan sekitar 0,5 – 5 cm, yang tumbuh berselingan atau berhadapan.

Berdasarkan keterangan jurnal Ageratum conyzoides: A Tropical Source of Medicinal and Agricultural Products, tanaman ini mengandung flavonoid, alkaloid, kumarin, minyak esensial, dan tanin. Banyak di antaranya aktif secara biologis (bioaktif).

KLIK INI:  Melindungi Tanaman dari Patogen Mematikan dengan Rumput Liar

Berikut adalah sejumlah cara penggunaan tradisional dari tanaman bandotan di beberapa negeri: Afrika Tengah, pemanfaatan bandotan digunakan untuk mengobati pneumonia, tapi paling sering untuk menyembuhkan luka dan luka bakar.

India, bandotan digunakan untuk membunuh bakteri (bakterisida), mengobati disentri (kemampuan anti-disentri), dan mengobati pembentukan endapan keras (seperti batu ginjal) dalam tubuh (kemampuan anti-litik).

Asia, Amerika Selatan, dan Afrika pada umumnya, Ekstrak air dari bandotan digunakan untuk membunuh bakteri. Kamerun dan Kongo, bandotan digunakan untuk mengatasi demam, rematik, sakit kepala, dan kolik.

Réunion (pulau di Samudra Hindia), seluruh bagian tanaman bandotan digunakan untuk mengobati disentri. Brasil, ekstrak air dari seluruh tanaman atau daun bandotan digunakan untuk mengatasi kolik, pilek dan demam, diare, rematik, kejang, menyembuhkan luka bakar, atau sebagai tonik.

KLIK INI:  Kenalkan Kedih, Si Rambut Kelabu Tua Keperakan yang Lucu
  1. Bayam duri
rumput liar bayam duri
Bayam duri-Foto/Ist

Bayam duri (Amaranthus spinosis) di beberapa daerah dikonsumsi sebagai sayuran karena teksturnya memang mirip daun bayam. Bedanya dengan bayam, jenis satu ini berduri dan cukup berbahaya. Tanaman liar ini dapat dijumpai di sawah atau di kebun. Dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa harus ditanam seperti daun bayam.

Walau tumbuh liar, bayam duri memiliki manfaat sebagai obat. Selain daunnya yang dibuat sayur bening, akar dari bayam duri berkhasiat mengobati bisul, wasir (hemoroid), guzi berdarah, meringankan demam, mengobati kutil dan mengobati luka bakar.

  1. Bunga kenop
Bunga Kenop, Tanaman Hias yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Tanaman hias, bunga kenop/Foto-wikipedia

Bunga kenop (Gomphrena globosa) adalah tanaman hias dengan bunga-bunga indah berwarna ungu, putih dan merah. Tanaman ini merupakan spesies tumbuhan berbunga dari genus Gomphrena.

Tanaman terna semusim ini bisa Anda tanam di halaman belakang ataupun pekarangan sebagai tanaman hias. Selain itu, bunga ini juga cocok digunakan sebagai obat herbal untuk mencegah timbulnya penyakit. Bukan hanya bunga bulatnya saja, hampir semua bagian tanaman ini bisa menjadi ramuan obat.

KLIK INI:  Bagaimana Ciri-ciri Tanaman yang Kekurangan Unsur Hara Esensial?

Bunga kenop mengandung ekstrak metanol yang bersifat anti jamur dan anti mikroba. Seluruh bagian tanaman ini dapat digiling menjadi seperti pasta dan dioleskan pada area luka. Ramuan ini sangat efektif untuk bantu menyembuhkan luka di kulit dengan cepat.

Jika memiliki lesi kulit yang sulit disembuhkan, cobalah ramuan bunga ini. Penyakit kulit lainnya seperti kudis, juga bisa diatasi dengan bunga ini. Kandungan anti infeksinya membuat luka di kulit susah terinfeksi dan bisa kering dalam beberapa hari.

Selain itu, bunga kenop juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah. Mengurangi tekanan darah arteri tanpa mengubah denyut jantung.

Bunga kenop juga bermanfaat untuk mencegah penuaan dini. Konon, orang-orang Yunani dan India kuno menggunakannya sebagai obat alami anti-penuaan dan banyak lagi.

KLIK INI:  Selain Biota Laut, Rusa di Nara Park Juga Mati Karena Sampah Plastik
  1. Ciplukan
Buah ciplukan
Buah ciplukan/foto-Hellosehat.com

Ciplukan (Pysalis angulata L), tanaman yang habitatnya di iklim tropis. Di daerah Jawa, ciplukan acap kali bisa ditemukan di tepi jalan, kebun, rawa-rawa, hingga di hutan.

Buah ciplukan berwarna hijau kekuningan. Semua unsur dari tanaman asal Amerika ini kaya akan manfaat bagi kesehatan. Walau begitu, awalnya ciplukan dianggap sebagai gulma karena suka hidup di sembarang tempat.

Ciplukan menunjukkan khasiatnya sejak zaman pengobatan tradisional untuk mengatasi sakit asma, hepatitis, reumatik, flu, demam, malaria, dan sebagainya. Selain buahnya, manfaat lain ditemukan dari akarnya.

Akar ciplukan bermanfaat sebagai anti-inflamasi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, daunnya bisa dimanfaatkan sebagai obat vertigo, mengatasi masalah jantung, dan menurunkan tekanan darah. Batangnya mengandung antineoplastik yaitu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

KLIK INI:  Kenalkan Darah Naga, Pohon Aneh dari “Tempat Persembunyian Dajjal”

Ciplukan juga bermanfaat untuk mencegah diabetes.  Buah, daun, dan batang ciplukan efektif menurunkan kadar gula dalam darah sehingga baik untuk menurunkan risiko diabetes.

Menurunkan risiko terkena kanker Berkat antioksidan yang terkandung di dalam buahnya. Ciplukan mampu menurunkan risiko kanker karena menangkal tumbuhnya sel kanker dan meningkatkan sistem imun.

Menjaga kesehatan mulut Ciplukan kaya akan vitamin C dan senyawa lain sehingga berperan sebagai zat anti-inflamasi, baik untuk mencegah dan mengobati sakit tenggorokan, gusi berdarah, sariawan maupun penyakit lain di area mulut. Mengobati epilepsi dan lainnya.

  1. Daun kentut
Meski Daun Ini Beraroma Seperti Kentut, Namun Manfaatnya Segudang
daun sembukan/foto-tokopedia

Daun kentut (Paederia foetida). Tanaman ini merupakan tumbuhan tak berkayu yang berasal dari Asia Timur dan Asia Selatan.

KLIK INI:  Balai Litbang LHK Produksi Parfum Tanpa Alkohol

Tanaman ini tumbuh merayap di permukaan tanah, merambat di pagar, atau di pohon inang. Daun kentut ini juga memiliki beberapa nama berbeda di berbagai daerah.

Ada yang menyebutnya sebagai bintaos (Madura), kahitutan (Sunda), kasembukan/sembukan (Jawa dan Sumatra), gumi siki (Ternate). Sedangkan dalam bahasa Inggris, tanaman ini disebut skunk vine, stink vine, atau chinese fever vine.

Tanaman ini diberi nama daun kentut karena apabila daunnya diremas maka akan mengeluarkan aroma tidak sedap seperti kentut. Meskipun mengeluarkan aromanya yang tidak sedap, tanaman ini justru memiliki banyak manfaat.

Biasanya daunnya dikonsumsi sebagai lalap atau sayur. Misal di Jawa Timur, daun kentut biasa diolah menjadi makanan yang disebut pelas atau gembrot sembukan. Selain itu, daun kentut juga bermaanfaat sebagai obat antiinflamasi, antikanker, antihelmintik (obat cacing), antispasmik, dan antidiare.

Di Indonesia, daun kentut biasa dimanfaatkan untuk mengobati gangguan usus, sakit lambung, perut kembung, obat disentri, dan obat harpes.

KLIK INI:  Perihal Larangan Perburuan Satwa di Hutan, 4 Hal Ini Penting Diketahui!
  1. Meniran

Meniran, Tumbuhan Liar yang Bisa Melindungi Hati 

Tumbuhan ini sering dianggap rumput liar, karena itu tanaman ini tidak dipelihara. Padahal, meniran memiliki banyak kandungan senyawa seperti alkaloid, damar, flavonoid, kalium, lignan, saponin, dan tanin.

Khusus untuk pengobatan, meniran hijau (Phyllanthus niruri L) lebih dominan digunakan dibandingkan dengan meniran merah (Phyllanthus urinaria L). Hanya ada dua spesies itu yang biasa digunakan untuk pengobatan.

Batangnya bulat tidak bergetah dan bercabang dan berwarna hijau dengan tinggi kurang dari 50 cm. Daunnya bersirip dengan jumlah genap. Setiap tangkai terdiri dari daun majemuk berukuran kecil yang berbentuk bulat telur.

Panjang daunnya sekitar 5 mm, sedangkan lebarnya 3 mm. Di bagian bawah daun terdapat bintik berwarna kemerahan. Memiliki bunga berwarna putih kehijauan yang melekat pada ketiak daun dan menghadap ke bawah.

Meniran dapat digunakan Untuk pengobatan Tanaman ini berkhasiat melancarkan air seni (diuretik), meningkatkan daya tahan tubuh (immunomodulator), dan menurunkan demam. Manfaat lain dari meniran adalah mengobati sakit maag, menghilangkan nyeri haid, mengobati sakit malaria, menyembuhkan sakit gigi, menurunkan berat badan, menyembuhkan luka bakar dan mengobati epilepsi.

KLIK INI:  Ini Fakta Lain dari Burung Hantu yang Jarang Diketahui

Selain itu, dapat juga digunakan sebagai obat anti diare, pelindung hati dari racun (hepatotoksik) dan menurunkan kadar glukosa darah (Noorhamdani, 2006). Seluruh bagian tanaman ini dapat dipakai menjadi obat.

Ekstrak daun meniran merupakan salah satu obat herbal yang dimanfaatkan sebagai obat anti radang dan penghambat pembusukan luka. Daun segarnya telah dimanfaatkan sebagai obat batuk, dan diaphoretik, sedangkan buahnya dimanfaatkan sebagai karminatif, obat pencahar, astringent, diuretik, diaphoretik dan obat liver.

Bagi masyarakat Sarmi dan beberapa daerah lainnya di Papua, tanaman ini digunakan untuk penyakit gangguan ginjal dan malaria. Meski memiliki banyak khasiat, dalam buku “Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia” (1996) karya H. M. Hembing Wijayakusuma, diingatkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi meniran dapat menyebabkan impotensi (lemah syahwat).

KLIK INI:  Di Tangan Tien, Rumput Liar Menjelma Sedotan Ramah Lingkungan
  1. Putri malu
manfaat putri malu
Rerumputan liar putri malu-Foto/Ist

Putri malu (Mimosa pudica), tergolong tumbuhan liar yang punya khasiat istimewa bagi kesehatan. Tumbuhan satu ini memiliki sifat antibakteri, antidepresan, antivenom, afrodisiak, anti-asma, antikonvulsan, dan anti-kesuburan.

Mengutip dari situs Wikipedia, rumput putri malu pada umumnya mempunyai ciri khas, yakni memiliki kemampuan dalam melakukan gerak seismonasti (tigmonasti), yaitu jika daun tanaman putri malu disentuh maka daun akan mengatupkan anak-anak daunnya.

Rumput putri malu dapat menyembuhkan batuk, Caranya? Ramuan diracik dengan cara merebus 10 hingga 15 gram daun putri malu dengan air secukupnya sampai mendidih dan setelah dingin bisa diminum.

Selain menyembuhkan batuk, tanaman ini juga ampuh digunakan untuk menyembuhkan masalah pernafasan lainnya seperti pilek serta penyakit pernapasan atas lainnya. Mengatasi Insomnia Anda yang mengalami gangguan susah tidur atau lebih dikenal dengan istilah insomnia mungkin harus mencoba konsumsi putri malu.

KLIK INI:  Daun Patikan Kebo, Tumbuhan Liar yang Manfaatnya Jangan Disepelekan

Kandungan dalam putri malu bisa mengatasi masalah imsomnia atau susah tidur. Rebus 50 gram putri malu secukupnya dan diminum malam hari sebelum pergi tidur. Tanaman ini ternyata berguna untuk meningkatkan stamina pria saat berhubungan seksual.

Bagaimana caranya? Rebus 15 lembar daun putri malu bersama 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja kemudian saring dan minum hingga habis yang khasiatnya akan terasa 30 menit sesudah minum air rebusan daun ini.

Putri malu dikenal bisa menghambat pertumbuhan bakteri periodontitis seperti Actinobacillus actinomycetemcomitans, Capnocytophaga spp dan juga Treponema denticola. Bahkan, banyak orang menggunakan batang tanaman ini untuk membersihkan gigi sekaligus menghilangkan bau tidak sedap pada mulut.

KLIK INI:  Tentang Tanaman Tebu, Jenis, dan Nilai Ritualnya

Juga dapat mengurangi plak, mengatasi dingivitis, memutihkan gigi dan juga periodontitis. Mengobati Luka Sebuah riset juga membuktikan jika akar dari putri malu sangat baik dimanfaatkan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka lebih cepat.

Juga dapat melancarkan sluran kemih. Faktanya, kandungan dalam daun ini memiliki sifat anti bakteri sehingga tubuh bisa terhindar dari serangan bakteri serta kuman. 

  1. Rumput mutiara
Rumput liar
Rumput mutiara-Foto/ satu harapan

Rumput satu ini tergolong tumbuhan liar yang paling banyak dijumpai hingga di halaman rumah. Namanya rumput mutiara, tanaman yang menyukai tanah yang lembab dan basah ini termasuk dalam famili Rubiaceae.

Di bebarapa daerah rumput liar ini dikenal dengan beragam nama seperti lidah ular, katepan atau rumput siku-siku. Walau tumbuh liar, di sejumlah negara dijadikan sebagai tumbuhan obat semisal di Cina, India dan negara Asia Tenggara lainnya.

Rumput mutiara mengandung dua senyawa aktif yakni asam ursolat dan asam uleanolat yang bermanfaat mencegah perkembangan sel kanker ke tahap yang lebih ganas.

Selain pengobatan kanker, rumput mutiara juga dapat dipakai untuk menyembuhkan brokitis, radang usus buntu, hepatitis dan lainnya. Sebelum dimanfaatkan, rumput liar ini biasanya dikeringkan terlebih dahulu.

KLIK INI:  Peperomia Pellucida, Gulma yang Kadang Dicuekin Namun Manfaatnya Segudang