Meski Bernutrisi Tinggi, Hindari 6 Hal Ini Saat Konsumsi Sayur Bayam!

oleh -36 kali dilihat
Meski Bernutrisi Tinggi, Hindari 6 Hal Ini Saat Konsumsi Sayur Bayam!
Sayur Bayam organik dari halaman rumah Eben dan Bamba, petani milenial inspiratif di Makassar - Foto/Ist

Klikhijau.com – Sayur bayam adalah salah satu menu pelengkap yang tidak bisa dilewatkan dalam urusan makan. Cita rasa khas yang segar dan gurih dari sayur satu ini menjadikannya sebagai menu favorit yang diminati orang.

Dalam perkembangannya, tanaman bayam banyak ditemukan dalam banyak variasi olahan yang menggugah selera, seperti sayur bening, bayam kuah santan dan tumis bayam.

Tanaman bayam terbilang cukup mudah dijumpai, identik dengan harga murah dengan kandungan nutrisi tinggi. Dikutip dari Live Strong (18/01/2023), ditemukan kandungan seperti magnesium, zat besi, protein, vitamin A, Vitamin B kompleks dan vitamin C. Tak hanya itu, olahan sayur bayam memiliki serat yang tinggi, rendah kalori dan mengadung mineral.

Namum dibalik banyak manfaatnya, sayur bayam juga memiliki potensi berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Bukan tanpa alasan, sebab pada dasarnya tanaman bayam mengandung racun alami yang berfungsi untuk melawan serangan jamur.

Akrab dengan sebutan Asam oksalat yang terindentifikasi sebagai racun dalam tanaman bayam. Dapat menimbulkan gejala keracunan seperti kram, mual dan muntah, hingga sakit kepala.

KLIK INI:  22 Januari, Hari Pejalan Kaki Nasional, Sejarah dan Link Twibbon

Tetapi jika melewati tata cara yang benar dan tepat, maka racun pada tanaman bayam dapat dihindari.

Berikut ini 6 hal yang mesti dihindari yaitu sebagai berikut.

  1. Waspadai mengonsumsi terlalu banyak

Kedengaranya remeh temeh, namum kadang tak disadari ketika sedang keenakan makan. Mengonsumsi sayur bayam atau tumis bayam secara berlebihan dapat membuat asam oksalat mengikat nutrien yang penting bagi tubuh, akibatnya defisiensi nutien terutama kalsium.

Asam oksalat teridentifikasi sebagai asam kuat yang dapat mengiritasi saluran pencernaan, sasaran utamanya adalah lambung. Selain itu dapat memicu pembentukan batu ginjal.

  1. Hindarai mamasak dalam suhu tinggi

Pada dasarnya hal ini berlaku pada banyak sayuran, tak terkecuali sayur bayam. Pasalnya sayur bayam sangat sensitif pada suhu tinggi jika dibiarkan maka akan mengubah struktur kimia dan menyebabkan hilangnya kandungan gizi.

Maka penting untuk memastikan suhu ketika merebus sayur bayam, agar semua vitamin yang terkandung didalamnya dapat terjaga dengan baik.  Sehingga kandungan nutrisi dapat terserap dengan baik oleh tubuh.

KLIK INI:  Bakar Sampah, Jalan Pintas yang Berbahaya
  1. Menyimpan di tempat yang tepat

Setelah menyajikan sayur bayam, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah menyimpannya dalam wadah yang tepat. Hal ini dilakukan untuk menghindari dihingapi serangga seperti lalat yang dapat membawa bakteri. Gunakanlah wadah yang memiliki sedikit lubang, agar tetap mendapatkan udara.

Hindari menyimpan dalam wadah kedap dan tertutup, sebab hal ini dapat mengakibatkan sayur bayam akan lebih cepat menguning. Tak jarang juga dapat membuatnya lebih cepat basi.

  1. Hindari mengonsumsi sayur bayam 5-6 jam setelah di masak

Mengonsumsi sayur bayam dalam durasi 5-6 jam dapat menghilangkan kesegaran. Pakar gizi Farah Rizki, S.Gz membeberkan bahwa paling baik mengonsumsi sayur bayam sesaat setelah bayam diolah menjadi masakan.

Membiarkan sayur bayam dengan durasi waktu 5-6 jam dapat mengakibatkan efek samping pada kesehatan. Hal ini karena pada dasarnya tanaman bayam yang diolah menjadi sayuran mengandung nitrat (NO3). Jika terlalu lama tersentuh udara dapat berubah menjadi nitrit  (NO2) yang bersifat tidak berbau, tidak berwarna dan beracun.

KLIK INI:  Misterius, Pantai di Inggris Diserbu Ribuan Kepiting Mati
  1. Hindari mengonsumsi sayur bayam yang berubah warna

Salah satu hal yang perlu dilakukan sebelum mengonsumsi sayur bayam adalah mengidentifikasi warna. Seringkali penyebab utama sayur bayam menghitam lebih cepat dikarenakan saat merebus mengunakan panci yang berbahan dasar besi atau aluminium.

Senyawa besi akan cepat beraksi dan membuat warna bayam berubah lebih cepat kehitaman. Proses perubahan warna pada sayur bayam dari awalnya hijau lalu menghitam menandakan tidak layak lagi untuk dikomsumsi.

  1. Hindari memanaskan berkali-kali dan memberikan pada bayi

Keadaan memanaskan ulang seringkali dilakukan kaum ibu dengan alasan tidak ingin kerepotan. Hal ini biasanya juga dilakukan pada saat tiba bulan puasa. Sebetulnya sayur dapat dipanaskan namum dalam tata cara yang benar dengan durasi waktu yang tidak terlalu lama setelah di masak.

Hindari memanaskan sayur bayam berkali-kali, sebab kandungan nitrat pada sayur bayam dalam jumlah normal masih dapat diterima oleh tubuh.

Namum hal ini tidak berlaku pada bayi, sebab bayi rentan terhadap nitrat. Sistem percernaan tubuh pada bayi percernaan. Jika dipanaskan berkali-kali, akan berefek pada kualitas gizi yang terkandung di dalam sayur bayam.

Di tengah kepungan budaya komsumtif, patut untuk menerapkan gaya hidup sehat. Ragam manfaat sayur bayam baiknya dikonsumsi dengan memerhatikan waktu, suhu dan kualitas air agar nutrisi dan manfaat dapat dirasakan.

KLIK INI:  Ternyata Tak Baik Minum Teh Sehabis Makan Bayam, Benarkah?