Meriahnya Festival Lingkungan yang Digelar P3E Suma KLHK di SMA 14 Makassar

oleh -156 kali dilihat
Meriahnya Festival Lingkungan yang Digelar P3E Suma KLHK di SMA 14 Makassar
Kapus P3E Suma KLHK menyampaikan materi dalam diskusi bertajuk "Enjoy Life with Ecolife" di SMA 14 Makassar - Foto/Ist

Klikhijau.com – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar festival lingkungan di SMA 14 Makassar, Selasa 2 November 2021.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama P3E Suma KLHK dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Melibatkan utusan dari 40 sekolah SMA/SMK se-Kota Makassar, festival ini berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tema “Literasi Lingkungan: Enjoy Life with Ecolife”.

Acara pertama adalah Talkshow bertajuk “Milenial Super, Peduli dan Ramah Lingkungan”. Sesi ini berlangsung secara interaktif dengan narasumber Dr. Darhamsyah, Kepala Pusat P3E Suma, Kepala Cabang Dinas Wilayah II Makassar Gowa, Fitri Ari Utami S.Ip,.M.H., dan Ir.Muh.Tamsil,M.P, Widyaswara Sulsel.

Dalam paparannya, Darhamsyah menjelaskan perihal makna dibalik Enjoy Life With Eco Life. Menurutnya dalam edukasi lingkungan dibutuhkan suatu sentuhan emosi dan cinta.

“Edukasi dengan menggerakkan pikiran bawah sadar atau subconsius mind, sesuatu yang berperan penting dalam membentuk mindset pemikiran bagi para milenial akan pentingnya kesadaran cinta lingkungan,” tuturnya.

KLIK INI:  Kurban Asik Minim Sampah Plastik, Apa Bisa?

Sementara itu, Fitri Ari Utami S.Ip,.M.H mengatakan setiap generasi memang punya pengalaman personal berbeda-beda dengan alam.

“Saya dulu misalnya punya kenangan kuat dengan sungai. Kami terbiasa mandi di sungai dengan anak-anak lain. Hal ini membuat kami sangat mencintai sungai sejak masa kanak-kanak,” katanya.

Wanita kelahiran Jogjakarta ini menambahkan, momen-momen dekat dengan alam mungkin tidak dirasakan lagi oleh anak-anak “zaman now”. Karena itulah ia menyarankan pentingnya edukasi literasi lingkungan lebih intensif lagi.

“Ini penting agar anak-anak sejak dini punya rasa cinta pada lingkungan. Para milenial harus melakukan sesuatu yang lebih baik nantinya untuk lingkungan tetap lestari,” tambahnya.

Sementara itu, Widyaswara Pemprov Sulsel Muh.Tamsil,  merasa bangga pada warga Kota Makassar saat ini yang mulai peduli lingkungan.

“Saya bangga dengan warga Kota Makassar yang penduduknya mulai ramah lingkungan. Namun, edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan perlu terus disuarakan,” katanya.

Tamsil mencontohkan pentingnya menjaga kebersihan kanal-kanal kota.

“Saya pernah ke acara Festival Danau di Jepang,  disana kami melihat suasana drainase yang bersih tanpa sampah. Mari anak-anakku generasi muda ini, melakukan sesuatu aksi nyata buat lingkungan sekitar kita,” tuturnya.

KLIK INI:  Aksi Unik Selamatkan Bumi dengan Cabut Paku di Pohon

Tamsil mengajak anak-anak muda untuk bersumbangsih terhadap bumi. “Sayangi pohon yang telah menghasilkan oksigen buat pernafasan manusia di Bumi Ini. Contoh kecil, Saat penerimaan Rapor siswa sebaiknya diwajibkan juga dilakukan penanaman 2 hingga 5 pohon,” kata mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Perlombaan yang meriah

Sesi kedua yang tak kalah menariknya dalam Festival ini adalah perlombaan antar siswa SMA se-Kota Makassar.

Ada tiga kategori lomba yang digelar antara lain Lomba Menulis Esai tema lingkungan, Lomba Pidato Bahasa Inggris tema lingkungan dan Lomba Baca Puisi tema lingkungan.

Lomba Menulis Esai diikuti utusan siswa dari 38 sekolah se Kota Makassar dan terpilih enam siswa dengan artikel terbaik.

Sementara itu, lomba pidato berbahasa inggris juga berlangsung meriah. Para siswa tampil semangat untuk mengeluarkan seluruh potensinya dalam menyampaikan pikiran-pikirannya mengenai lingkungan dalam Bahasa Inggris.

Perlombaan yang tak kalah menariknya adalah lomba baca puisi tema lingkungan. Para siswa diminta membacakan puisi-puisi pilihan karya sastrawan nasional dengan tema lingkungan dan kehutanan.

Dewan Juri pada perlombaan ini menghadirkan Dewan Juri sesuai bidangnya, Juri Lomba Pidato Bahasa Inggris antara lain Dr. Sardian Maharani Asnur, M.Pd. (Dosen Bahasa Inggris UIN Alauddin Makassar),  Resa Primayandi, S.Hum. (Praktisi dan Pengajar Bahasa Inggris), Kismawati AK, A.Md. (Alumni Business English UNM).

Sedangkan Juri Lomba Baca Puisi  dan Esai Lingkungan adalah Anis Kurniawan (Penulis dan Direktur Klikhijau), Dr. Irfan Palippui, M. Hum (Akademisi) dan Abidin Wakur (Penyair).

“Para siswa tampil luar biasa khususnya di pembacaan puisi. Kami apresiasi pada para siswa dan guru pendamping. Selamat pada para pemenangnya,” kata Irfan Palippui, Juri baca puisi.

Apresiasi juga dikatakan Juri Pidato Bahasa Inggris, Kismawati AK, yang tak menyangka para siswa tampil maksimal.

“Kami sempat kaget dengan penampilan luar biasa anak-anak. Mereka berpidato dengan sangat baik dan memahami tema yang diberikan,” jelas Kismawati AK.

KLIK INI:  Motivator Lingkungan: Ambil Sisi Positif dari “Social Distancing” dengan Tetap Happiness