Mengenal Jamur Merang, Manfaat dan Cara Budidayanya

oleh -87 kali dilihat
Mengenal Jamur Merang, Manfaat dan Cara Budidayanya
Jamur Merang - Foto: Pixabay

Klikhijau.com – Jamur merang (Volvariella volvacea) adalah salah satu jenis jamur yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Iklim tropis dan subtropis menjadi tempat ideal jamur merang untuk dibudidayakan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Mikrobiologi Terapan resmi menandatangani kesepakatan kerjasama dengan petani Jember Jamur, Subang, dalam hal pengembangan benih jamur dan optimalisasi budidayanya. Hal ini membuktikan dukungan pemerintah agar jamur merang bisa memberikan nilai tambah bagi para petani.

Produk olahan berbahan dasar jamur merang juga banyak dijumpai di pasar. Dari makanan berat semacam campuran pada Capcai, campuran pada pasta, hingga topping pada Martabak. Jamur merang dipasarkan dalam bentuk segar dan juga dalam bentukan kalengan.

Asal Usul Jamur merang

Dalam buku “Dari Kuil ke Penjuru Dunia: Jamur Merang” dari Redaksi Trubus dijelaskan jamur merang dikenal pertama kali sejak 3.000 tahun silam oleh masyarakat zaman Dinasti Cho. Oleh penduduk, Jamur ini pertama kali diambil dari jamur yang tumbuh liar di jerami sisa pada musim panen.

Tahun 1822, jamur ini pertama kali dibudidayakan oleh biarawan di kuil Nanhua, Chaoshi, Provinsi Kwantung, China. Tak heran, jika jamur merang sering juga disebut jamur Nanhua atau jamur china sebagai asal pertama ia ditemukan.

KLIK INI:  Selain Rendah Kalori, Jamur Juga Bisa Penuhi Kebutuhan Vitamin Harian

Setelah berhasil dibudidayakan, sekitaran tahun 1875 jamur menjadi persembahan kepada pihak keluarga kerajaaan dan selama beberapa tahun menjadi makanan warga kuil dan kerajaan di China bagian Tenggara tersebut, yang pada akhirnya terus menyebar ke seluruh penjuru China.

Antara tahun 1930-1935, lewat jalur perdagangan, jamur ini menyebar ke india termasuk Asia Tenggara. Di indonesia sendiri, jamur ini mulai dikonsumsi baru pada tahun 1970.

Jamur merang dengan cepat mendunia, selain karna rasanya yang enak, budidaya yang mudah dan masa panen yang terbilang cepat membuat banyak petani yang memulai budidaya jamur merang dan ditunjang dengan permintaan pasar.

Manfaat Jamur Merang

Jamur memiliki kandungan nutrisi yang tinggi termasuk jamur merang. Jamur merang tinggi akan kandungan protein. Sinaga (2015) dalam penelitiannya, menjelaskan Jamur merang juga mengandung enzim tripsin yang berperan penting untuk membantu proses pencernaan selain itu jamur merang kaya akan vitamin B- komplek termasuk ribovlavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap.

Selain enak dikonsumsi, jamur merang berperan dalam membantu proses pencernaan, baik untuk penderita diabetes, kekurangan darah (anemia), dan obat kanker. Jamur merang juga mengandung senyawa volvatoksin atau flamutoksin. Senyawa ini dapat memacu kerja jantung sehingga bermanfaat bagi orang yang menderita gangguan fungsi jantung. Bahkan jamur merang juga mengandung antibiotik dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

KLIK INI:  Kisah Sukses Petani Jamur Mallawa dan Lelaki di Baliknya

Cara Budidaya Jamur Merang

Seperti diketahui, jamur tumbuh baik di tempat dengan kelembapan yang tinggi. Dalam buku “Jamur Merang” karya Dr. Ir. E. Gumbira sai’d dkk, diterangkan proses budidaya jamur merang bisa dilakukan dalam dua cara yakni budidaya outdoor dan budidaya secara indoor.

Kelebihan budidaya outdoor yakni investasi atau modal yang digunakan relatif kecil. Sedangkan kelemahannya budidaya di tempat terbuka lebih mudah terserang hama.

Sebaliknya, budidaya indoor tentu membutuhkan lebih banyak biaya. Kelebihannya, budidaya jamur merang dalam kumbung lebih cocok untuk kebutuhan komersil karena dapat berproduksi sepanjang tahun. Hal ini dimungkinkan sebab budidaya dilakukan dalam bangunan berdinding plastik yang bagian dalam dilengkapi rak tempat meletakkan media tumbuh jamur.

Kunci keberhasilan budidaya jamur merang terletak pada pemilihan bibit yang berkualitas dan pemberian nutrisi yang tepat. Disarankan bibit yang digunakan dengan kualitas baik (F1). Diantara nutrisi yang dibutuhkan jamur merang terdiri dari kalsium, proteon, fosfat, zat besi, vitamin B, vitamin C, dan unsur hara lain. Bahkan, penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) asal buah-buahan juga sebagai sumber hara mikro bagi jamur.

KLIK INI:  Melihat Dunia yang Lebih “Modern”di Masa Lalu Melalui Jamur Berusia 1 Miliar Tahun