Komitmen Ekologis di Rimbun Bambu Longwis Manggala Permai

Klikhijau.com – Hari masih pagi, tepatnya jam 08.30, warga berduyung-duyung ke sebuah tanah kosong di Lorong Wisata (Longwis) Manggala Permai, Kelurahan Manggala Kota Makassar, Sabtu 18 Maret 2023....

Komitmen Ekologis di Rimbun Bambu Longwis Manggala Permai
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hari masih pagi, tepatnya jam 08.30, warga berduyung-duyung ke sebuah tanah kosong di Lorong Wisata (Longwis) Manggala Permai, Kelurahan Manggala Kota Makassar, Sabtu 18 Maret 2023.

Mereka datang untuk menghadiri sebuah edukasi dan penyuluhan lingkungan. Tema besarnya adalah menumbuhkan komitmen mengelola sampah dari rumah secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sengaja dihelat tidak di Gedung atau dalam ruangan. Namun, di lahan kosong yang pada mulanya kerap menjelma sebagai tempat sampah liar.

“Di sini dulu tempat sampah. Bertahun-tahun orang buang sampah hingga mulai menumpuk dan tidak sedap dipandang. Itulah yang membuat saya terpanggil untuk meminta izin pada si-empunya tanah agar bisa dimanfaatkan sebagai lahan menanam,” kata Haji Muhammad Amin,  tokoh masyarakat setempat yang menginisiasi kegiatan.

Cerita Ustaz Amin

Muhammad Amin yang akrab disapa Pak Ustaz kemudian menata tanah kosong seluas kapling perumahan sekira 12 x 25 meter. Pertama-tama dengan membersihkan lahan kosong tersebut dari kepungan sampah. Memasang papan larangan buang sampah. Hingga memulai aktivitas menanam.

Aneka tanaman sayur ditanam di lahan tersebut seperti kangkung, terong, kelor, singkong, kemangi, labu dan lainnya. Jenis tanaman sayur seperti kangkung  dan terong ditanam di polybag agar tampak teratur, sedangkan singkong dan labu dibiarkan ditanam di tanah.

Kini, daun singkong mulai lebat nan hijau dan sudah siap panen untuk sayur. Begitupula dengan kangkung yang sejatinya sudah memasuki masa panen. Semua tumbuh subur. Setiap pagi dan sore, Pak Uztaz menyiram tanaman di sana, sekaligus mengawasi agar tak ada lagi orang yang iseng membuang sampah sembarangan.

“Dulu di sini tumbuh beberapa pohon kelor. Namun, setelah tumbuh daunnya, orang-orang datang mengambilnya. Jadi, tanamannya tidak bisa bertahan. Asal ada tumbuh daunnya, diambil lagi..,” kisahnya.

Sebagai tetua di kompleks tersebut, Pak Ustaz sangat ingin kesadaran warga terhadap lingkungan meningkat. Hal itu karena ia paham betul betapa pentingnya kelestarian lingkungan dalam kehidupan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2