Mengenal Aeshnina Azzahra, Layangkan Surat Protes Tentang Sampah Plastik

Publish by -108 kali dilihat
Penulis: Zakiyatur Rosidah
Mengenal Aeshnina Azzahra, Layangkan Surat Protes Tentang Sampah Plastik
Aeshnina Azzahra/Foto-Ist

Nina ingin masa depan yang lebih baik dan Indonesia yang bersih

Klikhijau.com – Seorang siswi asal Gresik bernama Aeshnina Azzahra baru-baru ini diundang oleh Kedutaan Besar Jerman di Indonesia.

Aeshnina Azzahra diundang ke Kedubes Jerman karena surat buatannya yang dikirim kepada Kanselir Jerman, Angela Merkel menyoal sampah plastik.

Isu lingkungan selalu jadi perbincangan hangat di banyak negara dunia. Salah satu contohnya adalah mengenai sampah plastik.

Keberadaan sampah plastik dianggap sebagai pemicu perubahan iklim yang ekstrem di dunia.

KLIK INI:  Uha, Si Manusia Gorong-Gorong dan Sebuah Pekerjaan Rumah di 2020

Masalah sampah plastik dan perubahan iklim sempat dibahas aktivis lingkungan hidup asal Swedia, Greta Thunberg.

Gadis muda itu dikenal karena kritik tajamnya tentang perubahan iklim termasuk dalam pidatonya saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB di New York tertanggal 23 September 2019.

Tak cuma Swedia yang punya aktivis muda. Indonesia pun memiliki sosok seperti Greta Thuberg. Namanya Ashnina Azzahra. Dia seorang gadis berusia 12 tahun asal Gresik, Jawa Timur.

Melansir Deutsche Welle, Nina, panggilan akrabnya melayangkan surat protes untuk Jerman. Melalui Kedutaan Besar Jerman, surat itu diserahkan pada Selasa (21/1) pagi. Surat diberikan secara langsung dan diterima Duta Besar Jerman, Peter Schoof.

Surat tersebut berisi tentang protes impor plastik yang terjadi di Indonesia. Surat tulisan tangan Nina itu dibarengi dengan 200 tanda tangan petisi dari pendukungnya.

Surat tersebut ditujukan kepada Kanselir Jerman, Angela Merkel. Siswi SMP Negeri 12 Gresik tersebut diundang untuk berdiskusi langsung. Nina dan Schoof membahas masalah plastik di laut Indonesia.

KLIK INI:  Terpilihnya Peneliti “Nyentrik” UGM Sebagai Deputi Lembaga Kehutanan Dunia

Nina merasa prihatin akan kondisi tersebut. Menurut Nina, banyak sampah plastik yang diselundupkan dari luar negeri.

Baik Amerika, Australia dan Eropa, termasuk Inggris dan Jerman. Itu berdasar pengalaman yang dia alami.

“Saya pernah membeli ikan sungai di Pasar Rolak Songo dan ketika saya belah, saya menemukan mikroplastik di dalamnya. Saya tidak mau makan ikan yang makan plastik!,” ungkap Nina dalam suratnya, dikutip dari DW Indonesia.

Inginkan Indonesia bersih

Gadis asal Desa Bangun tersebut mengungkapkan 40 tahun Indonesia menjadi tempat pembuangan sampah. Khususnya oleh negara barat. Inilah yang membuat Nina merasa sedih.

Nina meminta agar Jerman berhenti mengirim sampah. Termasuk negara Eropa lainnya. Khususnya sampah plastik melalui laut Indonesia.

“Saya ingin masa depan saya lebih baik. Saya ingin Indonesia jadi bersih,” tandas Nina.

Nina melihat ada pengolahan daur ulang sampah plastik di Gresik. Itu bagus. Namun, terlalu banyak plastik juga tidak bagus. Meski terdapat nilai ekonomi bagi masyarakat. Tetap saja merusak lingkungan.

Duta Besar Jerman sepakat dan mengapresiasi tindakan Nina. Keduanya memiliki pandangan yang sama bahwasanya kebiasaan produksi sampah plastik harus diubah. Daur ulang pun dianggap kurang solutif.

KLIK INI:  Inspiratif, Gadis Pemulung Ini Mendapat Beasiswa di Universitas Melbourne Australia

Kepedulian Nina terhadap lingkungan perlu disebarluaskan. Perlu adanya perhatian terhadap lingkungan. Perhatian ini juga butuh melibatkan generasi muda.

Pasalnya, masa depan berada di tangan mereka.

“Semoga kesadaran masyarakat terkait masalah sampah plastik di masa depan dapat meningkat,” tulis Schoof dalam pernyataan kepada DW Indonesia.

Sampah plastik adalah masalah pola pikir. Masyarakat dunia harus mengurangi konsumsi plastik. Bukan cuma para pegiat lingkungan dan warga yang tsemangat aktivismenya tinggi.

Namun, negara industri harus turut bertanggung jawab. Greta dan Nina, aktivis muda yang harus didukung dan kita perlu membersamainya. Kritis dalam berpikir itu penting.

Jangan menunggu tua. Selagi ada kesempatan, perubahan harus segera diwujudkan.

KLIK INI:  Saatnya Toko-toko di Indonesia Meniru Eks Pemain Manchester United Ini
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!