Parongpong, Menyulap Spanduk Sisa Kampanye Menjadi “Trash Bag”

oleh -228 kali dilihat
Trash Bag karya Parongpong
Trash Bag karya Parongpong/foto-Liputan6.com
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Pesta demokrasi akan segera usai. Tetapi, beban sampah kampanye belum sepenuhnya tuntas. Sampah Alat Peraga Kampanye (APK) mewarnai lingkungan kita. Selain tak elok dipandang, sampah kampanye itu berpeluang terbengkalai begitu saja.

Semenjak masa tenang hingga pemilihan umum ini usai, spanduk promosi atau yang biasa disebut dengan kampanye akan menjadi masalah baru. Tumpukan sampah yang tidak terpakai lagi menambah kesan kumuh di sudut jalanan setiap kota.

Tetapi, inovasi komunitas ini agaknya layak ditiru. Yah, namanya ‘The Trash Bag Project’, sebuah program yang digagas oleh Parongpong, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah merupakan solusi pengurangan tumpukan sisa-sisa spanduk kampanye yang ada.

Melalui akun instagramnya, @parong.pong mengajak masyarakat untuk mengumpulkan spanduk sisa-sisa kampanye sebagai upaya pengurangan penggunaan barang sekali pakai.

KLIK INI:  Terbayang, Sampah Kampanye Kira-Kira Akan Meluber ke Mana?

Parongpong, perusahaan yang berbasis di Bandung Barat ini, memiliki dua titik pengumpulan spanduk yaitu di Jakarta dengan alamat Jalan Hayam Wuruk no 28, RT 014/RW 001, Gambir, Jakarta Pusat dan di Bandung dengan alamat Jalan Dago Pojok 60, Bandung.

Spanduk kampanye pemilu itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai material pembuatan wadah usaha pengelolaan sampah untuk acara Happiness Festival 2019. Kegiatan tersebut akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 27-28 April 2019.

Kami ingin menunjukkan bahwa #ZeroWasteEvent itu mungkin dan bisa dilakukan asal persiapannya matang. Sampah tidak akan tercipta jika semua material kita manfaatkan sebaik-baiknya, tambah akun @parong.pong.

Perusahaan yang terletak di Jalan Dago Pojok No. 60, Bandung ini menjelaskan bahwa maksud dari diselenggarakannya kegiatan ini yaitu daripada memakai raw material, mereka lebih memilih untuk menggunakan spanduk yang tidak terangkut untuk dimanfaatkan sebagai trashbag yang multi pakai.

Trashbag  yang berasal dari spanduk yang tidak terangkut nantinya akan dibuat menyerupai dry bag yang biasanya digunakan penyelam untuk melindungi isi tas dari air.

Bekerja sama dengan teman-teman difabel CSR @softtex_id, kami akan menjahit material tak terpakai ini menjadi kantong sampah multi pakai untuk sampah residu yang kelak akan diolah menggunakan hydrothermal reator kreasi @golimbah (yang merupakan rekanan dari @parong.pong, tulis akun tersebut pada Rabu, 10 April 2019.

Ide penggunaan spanduk kampanye bekas sebagai tempat sampah berawal dari keinginan menghadirkan tempat pengumpul sampah selain plastik dalam acara Happiness Festival mendatang.

KLIK INI:  Mengapa Kita Harus Memilih Caleg Peduli Lingkungan?

Penggunaan plastik sampah sekali pakai dalam acara itu tak sejalan dengan tema utama acara, yakni soal sustainability.

“Kalau pakai plastik, nanti plastik yang dibutuhkan banyak sekali. Kalau pakai spanduk, lebih kuat dan bisa dipakai berkali-kali,” tambah akun tersebut. Pihak Parongpong sengaja bekerja sama dengan salah satu produsen pembalut untuk menjahit spanduk bekas menjadi tas.

Pasalnya, mereka memiliki jejaring yang biasa membuat produk serupa sebagai gift sebelumnya.
Pihak penyelenggara program yang berasal dari Perusahaan Parongpong menegaskan bahwa tidak akan ada kompensi bagi masyarakat yang menyerahkan spanduk sisa-sisa kampanye. Apalagi trashbag yang akan dihasilkan bukan untuk diperjualbelikan.

Kalau kita punya sampah, tapi tidak bisa mengolahnya, justru kita yang menyerahkan harusnya membayar. Batas pengumpulan spanduk yaitu tanggal 17  20 April 2019, kata dia.

Project yang diselenggarakan Perusahaan Parongpong ini adalah dengan tujuan pengurangan sampah plastik yang semakin menggunung di Indonesia.

KLIK INI:  Rumput Laut dari Tangan Ibu-ibu Pulau Sembilan