Jambu Biji Merah dan 4 Hal ini Dijagokan Tangkal Covid-19

Publish by -116 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Jambu Merah Biji dan 4 Hal ini Dijagokan Tangkal Covid-19
Jambu biji merah/Foto-Ist

Selalu ada harapan yang tumbuh pada tiap rasa takut, pada tiap kecemasan

Klikhijau.com – Di tengah kecemasan yang kian berkecamuk karena Covid-19. Secercah harapan muncul dari jambu biji merah, kulit jeruk, dan daun kelor.

Ketiganya dijagokan sebagai kandidat antivirus Corona atau Covid-19. Kabar itu datang dari tim peneliti Universitas Indonesia (UI) dan IPB.

Ketiga tumbuhan itu mengandung banyak senyawa. Di antaranya hesperidin, ramnetin, kaempferol, kuersetin, dan mirisetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor.

Namun, yang paling direkomendasikan adalah jambu biji merah, sebab senyawanya lebih lengkap, mudah ditemukan, dan mudah dikonsumsi. Jambu biji merah bisa tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu.

KLIK INI:  Perihal Rumanang dan 4 Jenis Buah yang Harus Dikonsumsi Jika Hasrat Seksual Menurun

Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa jambu biji memiliki kandungan senyawa yang cukup lengkap untuk menangkal penyebaran virus corona atau covid-19.

“Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut,” kata Ari dikutip dari ui.ac.id.

dr. Mercola, seorang Ahli Gizi yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat sebagaimana dimuat dalam lama Well menyebutkan, jika dibandingkan dengan nanas dalam jumlah yang sama, jambu biji memiliki protein tiga kali lebih banyak, serat empat kali lebih banyak, dan vitamin C hampir lima kali lebih banyak. Jambu biji juga memiliki lebih banyak kalium daripada pisang dan vitamin A lima kali lebih banyak daripada jeruk.

Cara penelitian ketiga tanaman itu, didasarkan hasil screening terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait mekanisme kerja virus.

Hasil yang ditemukan cukup menggembiran dan memberi harapan, sebab diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi menghambat dan mencegah virus corona.

“Gabungan peneliti multidisiplin melakukan analisis big data dan machine learning dari basis data Herbal DB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI sejumlah 1.377 senyawa herbal,” kata Ari dalam siaran pers pada Jumat, 13 Maret lalu.

Pemetaan farmakofor dilakukan dengan metode struktur dan ligan. Kemudian, dikonfirmasi hasilnya menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya.

KLIK INI:  Sering Disepelekan, Alami Hal Ini Bisa jadi Gejala Penyakit Jantung

“Hasil penemuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona,” ujar Ari.

IKADI sarankan konsumsi ini

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Prof KH Achmad Satori Ismail menyarakan kepada umat Islam untuk mengonsumsi madu dan kurma.

Saran itu ia keluarkan karena berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Saudara saya sakit perut”. Rasul menjawab, “Beri ia madu!”. Hal ini dilakukan orang itu sampai tiga kali bolak balik menanyakan kepada Rasul SAW, jawabannya pun tetap madu dan madu” (HR Bukhari, no: 5684 dan Muslim, no: 5731)

Selain itu, madu juga terdapat dalam Alquran surah An-Nahl ayat 68-69 sebagai penyembuh bagi manusia:

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,’ kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Quran Surat An-Nahl Ayat 68-69).

Berdasarkan penelitian ilmiah, madu memiliki spesifikasi antiproses peradangan (inflammatory activity anti). Memiliki daya aktif tinggi yang mampu meningkatkan pertahanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress). Madu juga mengandung banyak nutrisi, mampu menurunkan glukosa darah, mengobati infeksi lambung, dan sebagainya.

Lalu bagaimana dengan kurma, mengonsumsi kurma juga terdapat dalam hadist Nabi, yang berbunyi “Barangsiapa mengkonsumsi  pada pagi hari. Maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir” (H.R Muslim)

Namun, meski ada kandidat obat penangkal corona. Ada baiknya mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul dan keluar rumah kalau tidak mendesak.

Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Beberapa sumber

KLIK Pilihan!