Fashion Daur Ulang yang Hemat Energi Akan Jadi Tren Futuristik

oleh -326 kali dilihat
Fashion Daur Ulang yang Hemat Energi Akan Jadi Tren Futuristik
Kaos yang diklaim ramah lingkungan, produksi Recover Brand - Foto/Recover
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Perkembangan dunia fashion saat ini sedang menggeliat di tengah kebutuhan dan tuntutan model yang dinamis. Sayangnya, dalam produksinya, industri mode kadangkala mengesampingkan dampak lingkungan yang dihasilkan seperti limbah cair, sampah hingga efek gas rumah kaca.

Melansir Greeners, tidak semua industri tekstil mempertimbangka aspek keberlanjutan (sustainability) dalam setiap proses produksinya. Hal ini tentu berbahaya karena ada risiko lingkungan yang ditimbulkan.

Karenanya, inovasi untuk membangun industri tekstil yang ramah lingkungan sepertinya akan jadi tren masa depan seiring bertumbuhnya kesadaran masyarakat pada pentingnya memakai produk-produk yang lebih ramah lingkungan.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, beberapa produsen sudah memproduksi pakaian secara sustainable. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Recover Brand sejak sepuluh tahun lalu.

KLIK INI:  Prolog Fest, Festival Musik Pertama di Kota Daeng Semenjak Pandemi Covid-19

Brand ini bahkan mengklaim telah menggunakan bahan 100 persen daur ulang. Seluruh proses pembuatan mulai dari desain, produksi, sampai pengemasannya memanfaatkan energi daur ulang sebagai upaya  meminimalisir dampak lingkungan.

Bill Johnston pendiri Recover Brand, mengatakan ide tersebut berawal dari obsesinya dengan alam bebas dan produk berkelanjutan.

Tahun 2008, krisis ekonomi menghantam dan melenyapkan peluang kerja bagi banyak orang di seluruh Amerika Serikat. Saat itu Bill terinspirasi untuk menciptakan produk sustainable, tetapi masih terbatas sebagai sekadar ide.

Produk fashion daur ulang yang nyaman

Akhirnya pada 2009 ia bertemu dengan John Riddle, veteran tekstil California. Ia menjelaskan kepada Bill bahwa ada cara lebih baik dalam membuat pakaian, salah satunya menggunakan sisa pembuatan tekstil dan botol daur ulang yang dapat menghemat sumber daya baru.

KLIK INI:  Dengar Lagunya, Armonica Band Bertutur Jujur tentang Kerusakan Alam

Menurut Bill, melansir dari causeartist.com, banyak asumsi bahwa apa pun yang terbuat dari bahan daur ulang akan menyebabkan penyakit gatal, alergi hingga keadaan tidak nyaman. Namun, Recover membuktikan sebaliknya.

Dibutuhkan waktu beberapa tahun bagi Bill menciptakan fashion daur ulang yang dapat dijual ke pasaran. Perusahaannya bekerja sama dengan para pemasok benang dan kain yang memiliki kualitas lebih ringan dan lembut.

Dalam setiap produksinya, Recover mengedepankan pengurangan dampak lingkungan. Melansir recoverbrands.com, mereka mengklaim proses produksi tekstil hanya membutuhkan energi yang lebih sedikit dan menggunakan air 55 persen lebih rendah untuk membuat setiap baju.

Selain itu di setiap produknya, Recover Brands menggunakan zat pewarna yang sangat minim sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan kimia. Di akhir produksi mereka mengatakan hanya memakai air dan energi sesedikit mungkin.

Recover Brand juga memiliki beberapa program CSR yakni Recover Co Brand dan inisiatif lain seperti CAREolinas, RAD, Protect Our Parks, dan Water Clean. Pendiri Recover bermitra oleh beberapa perusahaan, acara, organisasi nirlaba, dan pelanggan individu, maupun komunitas dalam mengambil tindakan untuk hari esok yang berkelanjutan.

Saat ini Recover Brand telah memproduksi beragam fashion dengan gaya kekinian untuk pria, wanita segala usia seperti kaos, jaket, hingga aksesoris. Semua produknya digaransi lebih hemat energi, lebih trending dan tentu juga nyaman dipakai.

Terobosan produsen Recover Brand tentu sangat futuristik dan kekinian dan terpenting bahwa mereka sedang concern memikirkan pentingnya penerapan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

KLIK INI:  Lari Sekali Seminggu Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini, Benarkah?