Limbah, Definisi dan Jenis-Jenisnya yang Perlu Diketahui

oleh -12,767 kali dilihat
Tentang Limbah dan Jenis-Jenisnya yang Menarik Diketahui
Ilustrasi sampah-Foto/Pixabay
Anis Kurniawan

Klikhijau.com – Limbah! Kita sering mendengar istilah ini setiap saat untuk mengidentifikasi sesuatu yang berbahaya atau berkaitan dengan pencemaran lingkungan. Apa saja jenis-jenis serta bagaimana definisinya menurut para ahli?

Menurut Wikipedia, limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan Senyawa anorganik.

Dalam PP Nomor 18 tahun 1999 disebutkan bahwa limbah adalah suatu sisa suatu kegiatan/usaha. Domestik meliputi: rumah tangga, pasar, sekolah, pusat keramaian ataupun sebagainya. Sedangkan, non-domestik meliputi: Pabrik, transportasi, industri, pertanian.

KLIK INI:  Anggota DPRD Kota Makassar Apresiasi Upaya Nyata Warga Manggala Kelola Sampah

Menurut Susilowarno (2007) limbah adalah sisa hasil program manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan pembuangannya yang berbahaya jika tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu.

Sedangkan menurut Menurut Ir. Hieronymus, B. S, limbah adalah bahan buangan dari hasil kegiatan manusia atau proses alam yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi.

Untuk diketahui, limbah berbeda dengan sampah. Namun sampah sendiri termasuk dalam limbah. Setiap kegiatan di muka bumi ini selalu menghasilkan limbah maupun sampah. Berikut jenis-jenisnya yang perlu diketahui.

Jenis berdasarkan sumbernya
1. Domestik

Limbah domestik adalah benda atau zat yang dihasilkan dari sisa kegiatan rumah tangga, sekolah pasar dan tempat-tempat umum. Contohnya: botol plastik, sisa makanan, kaleng, air sabun bekas dan lainnya.

2. Non-Domestik

Limbah non-domestik meliputi yang dihasilkan dari industri, pabrik, perikanan, peternakan, pertanian, medis dan sabagainya.

KLIK INI:  Meresahkan dan Cemari Lingkungan Aktivitas Tambang di Takalar Disetop
Berdasarkan Senyawanya
1. Organik

Limbah organik adalah zat yang mengandung senyawa karbon yang berasal dari makhluk hidup, seperti kotoran hewan, buah-buahan yang busuk.

2. Non Organik.

Limbah ini merupakan yang sangat sulit untuk terurai seperti kaca, styrofoam, plastik dan lainnya.

3. B3

Limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung B3.

Yang dimaksud dengan Bahan Berbahaya dan Beracun adalah zat, energi, komponen yang karena sifat, konsentrasi danjumlahnya secara langsung dan /atau tidak dapat mencemarkan/ berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia baik secara langsung dan tidak langsung.

KLIK INI:  KLHK Tengarai Ada Mafia Pengelolaan Daur Ulang Aki Bekas
Berdasarkan Karakteristik

Limbah memiliki karakteristik tersendiri. Tujuannya untuk memudahkan dalam proses pengolahannya dan mengetahui bagaimana pemanfaatannya agar tidak merugikan lingkungan.

1. Limbah Industri

Industri menghasilkan limbah skala besar yang tentu dapat berbahaya bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh sebab itu, sisa pembuangan industri diatur dengan baik agar tidak berdampak secara ekologis. Berikut yang dihasilkan industri:

  • Cair

Limbah cair biasanya banyak dibuang di sungai atau selokan karena bentuknya yang cair dan dianggap dapat dibuang dengan dialirkan begitu saja.  Contoh dari kategori ini adalah bekas pewarnaan kain yang biasanya terdapat pada industri tekstil.

Tidak hanya itu biasanya cairan sisa cairan pewarna juga berasal dari industri rumahan yang masih sejenis dengan tekstil yaitu batik. Pada saat proses membatik akan ada beberapa tahapan pewarnaan. Biasanya terdapat beberapa zat warna yang terbuang saat proses pencelupan.

KLIK INI:  Respon Atas Meningkatnya Limbah Infeksius, KLHK Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
  • Padat

Limbah padat yang dihasilkan oleh industri biasanya berupa padatan berbentuk lumpur, bubur, atau yang masih padat. Seperti plastik, besi, label, dan sisa – sisa kantong dan lainnya.

Dari industri tekstil biasanya selain dihasilkan benda cair pewarnaan, juga ada benda padatnya berupa sisa-sisa potongan kain yang biasanya disebut kain perca yang dapat dimanfaatkan kembali.

  • Gas

Limbah gas yang sering dijumpai adalah pada kegiatan industri pabrik yang melakukan proses pembakaran. Sehingga menghasilkan uap air yang keluar melalui cerobong-cerobong yang memang sengaja dibuat.

KLIK INI:  PT Mitra Hijau Asia Berdayakan 45 Unit Mobil Pengangkutan Limbah Medis dan B3 Lainnya

Kategori ini termasuk sangat berbahaya bagi lingkungan karena dapat mengganggu pernafasan dan biasanya mengakibatkan bau yang menyengat. Bahkan dapat berpengaruh pada penipisan lapisan ozon sehingga mengakibatkan pemanasan global.

2. Limbah Medis

Limbah medis adalah benda yang dihasilkan oleh kegiatan medis seperti rumah sakit, klinik, laboratorium dan kegiatan medis lainnya. Sampah medis tergolong berbahaya jika tidak diolah dengan baik, karena itu membutuhkan prosedur khusus dalam pengelolaannya.

Berikut beberapa contoh sisa pembuangan aktivitas medis yang perlu diketahui:

  • Jarum

Setiap kegiatan medis terutama di rumah sakit tidak lepas dari penggunaan jarum. Tidak hanya jarum suntik, melainkan jarum intravena, pipet pasteur, dan lain-lain. Jarum-jarum tersebut tidak boleh dibuang sembarangan. Karena dikhawatirkan jarum tersebut mengandung kuman berbahaya.

  • Plastik

Limbah plastik yang banyak dihasilkan pada kegiatan medis berupa kantong infus, kantong bekas donor darah, dan kantong pembuangan kotoran. Selain itu kantong-kantong bekas obat-obatan juga banyak dijumpai.

KLIK INI:  Momen Hari Lingkungan, BBKSDA Sulsel Lepasliarkan Satwa Plus Tanam Pohon
  • Cair

Limbah cair dari hasil kegiatan medis seperti darah dan tinja yang mungkin terdapat zat radioaktif dan mikroorganisme berbahaya. Sehingga dalam proses pembuangannya harus sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga tidak membahayakan lingkungan.

  • Patologi

Pengertian limbah patologi adalah hasil dari kegiatan operasi yang biasa dilakukan pada tindakan medis. Pada saat kegiatan medis seperti operasi biasanya terdapat hasil jaringan tubuh yang terbuang. Inilah yang dinamakan limbah patologi.

  • Infeksius

Pengertian limbah infeksius adalah zat berbahaya yang berasal dari pasien yang terkena infeksi penyakit menular. Sehingga perlu wadah khusus untuk membuangnya agar tidak menular kepada lingkungan sekitar. Selain dari penyakit menular, benda infeksus juga didapat dari kegiatan laboratorium.

Itulah definisi dan jenis-jenisnya, semoga bermanfaat. Mari tetap menjaga lingkungan!

KLIK INI:  Covid-19 Berkontrubisi Terhadap Meningkatnya Sampah Plastik di Laut