Belasan Pelajar Belanda Belajar Keanekaragaman Hayati di Indonesia

oleh -438 kali dilihat
Belasan Pelajar Belanda Belajar Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Dua pelajar asal Belanda melakukan pengamatan tumbuhan/Foto- Aditya Rohman/Antaranews
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Keanekaragaman hayati merupakan keanekaragam ekosistem. Dihuni spesies hewan dan tumbuhan di dalamnya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang meruah.

Keanekaragaman hayati tersebut adalah kekayaan yang tak ternilai dan bisa menjadi daya tarik bagi negara lain untuk berkunjung ke Indonesia.

Seperti yang dilakukan sebelas pelajar dari Groenhorst College, Belanda, mereka belajar mengenai keanekaragaman hayati dengan melakukan pengamatan ekosistem flora dan fauna  di Situgunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

KLIK INI:  Keragaman Hayati Indonesia Jadi Sumber Pangan dan Kesehatan

“Kedatangan kami ke Sukabumi ini untuk mempelajari ekosistem hayati. Mulai dari tumbuh-tumbuhan dan satwa di bawah kaki Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit. Selain itu, kami pun ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) di Kecamatan Nyalindung untuk mengetahui satwa dilindungi asal Indonesia,” kata guru Groenhorst College, Tjerk di Sukabumi, Minggu, 12 Mei 2019.

Menurutnya, kondisi hutan yang berada di sekitar Situgunung masih bagus, seperti banyak ditemukan tumbuhan yang mulai tumbuh, anak hewan, seperti katak, burung, dan pohon.

“Ini membuktikan bahwa kondisi hutan di sini masih alami dan habitat satwa liarnya masih terjaga atau tidak terganggu,” katanya.

Ia dan pelajar lainnya berharap bisa melihat secara langsung hewan dilindungi dan endemik Jabar, seperti owa jawa, dan elang jawa.

Relawan PPSC Sukabumi Budiharto mengatakan kedatangan belasan pelajar dari Belanda itu untuk melaksanakan program magang.

Sebelum ke Situgunung, para pelajar itu terlebih dahulu ke PPSC untuk melihat bagaimana penanganan, mulai dari pengobatan, rehabiltasi hingga pelepasliaran hewan.

Selain itu, di PPSC mereka dikenalkan berbagai keanekaragaman hayati, khususnya satwa Indonesia dilindungi. Kedatangan mereka pun untuk membantu kegiatan di PPSC dalam penyelamatan satwa liar Indonesia.

“Mereka belajar di Sukabumi selama satu pekan. Jumlah pelajarnya sebanyak 11 orang ditambah gurunya,” kata Koordinator ProBumi Indonesia Cabang Sukabumi itu.

KLIK INI:  Waigeo, Pulau dengan Keanekaragaman Hayati yang Menakjubkan