Waigeo, Pulau dengan Keanekaragaman Hayati yang Menakjubkan

oleh -1,195 kali dilihat
Pulau Waigeo, Raja Ampat
Pulau Waigeo, Raja Ampat/foto-pedomanwisata.com
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Alfred Russel Wallace tidak hanya menjelajahi Maluku, tapi juga sampai ke Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat  tahun 1860.

Kedatangan Wallace ke Pulau Waigeo disebabkan daya tarik keindahan dan keunikan pulau tersebut. Bukan hanya Wallace, peneliti dari luar negeri yang datang ke pulau ini. Tapi juga Thomas Barbour tahun 1906-1907, ia  mengoleksi amfibi dan reptil di daerah tersebut.

Tidak berhenti di situ saja, pada tahun 1930 W.J.C. Frost mengoleksi burung dari Pulau Waigeo. Lalu pada 1948-1949 ekspedisi Swedia-Belanda melakukan penelitian jenis burung, serangga, dan tumbuhan bersama peneliti dari Indonesia.

Bahkan sejak tahun 2007 lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian di berbagai bidang keilmuan. Kemudian pada 2014, Penelitian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat  bersama organisasi Fauna & Flora International Indonesia Program (FFI-IP) turut ikut serta dalam penelitian Waigeo.

KLIK INI:  Tiga Jenis Biawak Ini Hanya Bisa Ditemukan di Raja Ampat

Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat R. Basar Manullang mengatakan, daratan Kabupaten Raja Ampat seperti Pulau Waigeo menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi. Bukan hanya  memiliki kekayaan alam laut saja, tetapi juga memiliki hutan yang menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi dan belum diketahui banyak orang.

Menurut Basar, seperti yang tayang di Antara.com, keunikan Waigeo disebabkan adanya proses geologi yang terjadi ribuan tahun lalu.

Pulau Waigeo bagian dari Paparan Sahul yang terpisah ribuan tahun akibat adanya tumbukan Lempeng Australia – India dengan Lempeng Pasifik.Inilah yang menyebabkan banyak satwa dan tumbuhan yang hanya ditemukan di pulau ini.

Waigeo juga memiliki sebuah gunung tertinggi yaitu Gunung Danai yang mencapai 982 meter dari permukaan laut. Dan 80% hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder sehingga ditetapkan menjadi kawasan konservasi keanekaragaman hayati Irian Jaya pada tahun 1997.

Sementara itu, Biodiversity Coordinator Fauna & Flora International  Indonesia Program, Maurits Kafiar   mengatakan bahwa terdapat lebih dari 120 jenis pohon di Hutan Waigeo. Itu artinya bahwa pulau ini adalah surga bagi flora dan fauna menikmati kehidupannya.

“Pulau Waigeo didominasi oleh jenis pohon Vatica rassak dan Pimelodendron amboinicum,” ujarnya.

Dihuni banyak jenis satwa liar

Selain pohon, menurut Maurits, terdapat pula satwa liar. Ada 141 jenis satwa avifauna tercatat di Hutan Waigeo dengan satu jenis burung endemik Pulau Waigeo yaitu maleo waigeo atau Aepypodius bruijnii.

KLIK INI:  Manfaat Istimewa di Balik Hobi Mengamati Burung di Alam Bebas

Famili Columbidae atau kelompok burung merpati adalah jenis terbanyak dibandingkan dengan jenis burung lainnya karena mudah beradaptasi dengan habitat yang berbeda di Pulau Waigeo.

Kelompok burung tersebut penyebarannya dari pantai hingga hutan pegunungan dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Selain burung, pada hutannya juga terdapat 24 jenis mamalia.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian dengan kamera pengintai milik FFI-IP ditemukan lima jenis mamalia. Yaitu anjing kampung atau Canis familiaris , babi celeng atau Sus scrofa, tikus atau Muridae, dan dua jenis kalubu yakni Echymipera kalubu dan Echymipera rufescens .

“Anjing kampung ditemukan di Saporkren dan Gunung Danai Warsanbin hingga ketinggian 878 meter dari permukaan laut,” katanya.

Selain itu,  di Waigeo terdapat 30 jenis reptil dan amfibi atau herpetofauna. Amfibi yang tercatat berasal dari empat famili dengan jumlah anggota jenis terbanyak. Diwakili oleh famili katak bermulut sempit yaitu, suku Microhylidae dan jenis lainnya dari famili Ceratobatrachidae, Ranidae, dan Hylidae.

Sedangkan jenis reptil yang tercatat, lanjut dia, jenis dari famili kadal atau Scincidae adalah jenis yang terbanyak. Keanekaragaman hayati di Pulau Waigeo yang luar biasa ini adalah sumber kehidupan bagi masyarakat.

“Kekayaan ini pula harus didata dan didokumentasikan serta dilindungi oleh masyarakat maupun pemerintah dengan regulasi,” tambah dia.

Kini pulau ini adalah salah satu pulau tujuan wisata dunia di Provinsi Papua Barat yang memiliki batuan kars dan terumbu karang yang indah, yang menjadi daya tarik wisatawan. Tentu kita semua berharap semoga flora dan fauna Pulau Waigeo tetap terjaga dengan baik meski kedatangan banyak tamu.

KLIK INI:  148 Batang Kayu Ulin Antarkan AR Berumah di Penjara