Pesona Maut Terompet Malaikat, Kecantikan Brugmansia di Tanah Pattapang

Klikhijau.com-  Bunganya besar dan menggantung bak terompet berwarna pucat, menebar keharuman intens yang memuncak di kala malam. Meski bentuknya yang anggun menciptakan kesan surgawi, di balik kecant...

Pesona Maut Terompet Malaikat, Kecantikan Brugmansia di Tanah Pattapang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com-  Bunganya besar dan menggantung bak terompet berwarna pucat, menebar keharuman intens yang memuncak di kala malam. Meski bentuknya yang anggun menciptakan kesan surgawi, di balik kecantikannya tersimpan racun yang sangat mematikan, juga manfaat.

Kecantikan yang lahir dari ketiadaan di alam liar, namun subur di bawah jemari manusia yang memujanya. Di tanah sejuk Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tanaman ini tegak berdiri dengan lonceng-lonceng raksasa yang menjuntai ke bumi, seolah menawarkan simfoni bisu bagi siapa saja yang mendekat.

Dibalik keanggunan mahkota bunganya yang berwarna putih hingga jingga kemerahan, tersimpan racun yang mampu melenyapkan kesadaran dalam sekejap. Ia adalah Brugmansia, sang "Terompet Malaikat" yang di satu sisi memberikan ketenangan medis, namun di sisi lain mampu menghadirkan neraka delirium bagi mereka yang ceroboh menyentuhnya.

Penyintas Prasejarah di Lereng Gowa

Keberadaan Brugmansia di Pattapang bukanlah sekadar tanaman liar biasa. Di daerah dataran tinggi Gowa yang subur tersebut, suhu udara yang dingin dan kelembapan yang terjaga menjadi habitat ideal bagi genus ini untuk memamerkan ukurannya yang bisa mencapai tinggi beberapa meter.

Secara taksonomi, Brugmansia merupakan bagian dari keluarga Solanaceae, satu garis keturunan dengan tomat dan cabai, namun memiliki komposisi kimia yang jauh lebih agresif. Berbeda dengan kerabat dekatnya, Datura atau kecubung pendek, buah Brugmansia tidak berduri dan batangnya lebih menyerupai pohon berkayu.

[irp]

Ironisnya, meski tumbuh subur di pekarangan rumah warga di Tinggi Moncong sebagai tanaman hias, secara global Brugmansia menyandang status yang tragis dalam sains. Berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), ketujuh spesies asli tanaman ini diklasifikasikan sebagai Extinct in the Wild atau Punah di Alam Liar.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: