Momen Hari Gerakan Sejuta Pohon, Begini Pesan Bermakna Guru Besar UINAM!

oleh -34 kali dilihat
Momen Hari Gerakan Sejuta Pohon, Begini Pesan Bermakna Guru Besar UINAM!
Guru besar UINAM Makassar, Prof Dr Bahaking Rama - Foto: Ist

Klikhijau.com – Tanggal 10 Januari diperingati sebagai Hari Gerakan Sejuta Pohon. Ini merupakan momen terbaik untuk merefleksikan kembali betapa pentingnya pohon dalam kehidupan.

Dalam sejarahnya, Hari Gerakan Sejuta Pohon dicetuskan pertama kali oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada 10 Januari 1993 silam. Gerakan ini dicetuskan sebagai upaya menguatkan kesadaran bersama menjaga dan melestarikan pohon.

Presiden Soeharto di masa itu mengimbau kepada masyarakat untuk menanam pohon minimal satu juta di tiap provinsi. Penanaman bisa dilakukan di melampaui sejuta pohon di sekitar halaman rumah, di kebun dan di hutan-hutan.

Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof. Dr. Bahaking Rama ikut serta mengingatkan betapa pentingnya momen Hari Sejuta Pohon.

Menurut Profesor Bahaking, pohon adalah makhluk hidup yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Pohon yang tumbuh dalam jumlah banyak, dapat membentuk ekosistem hutan.

KLIK INI:  Kabar Buruk, 30 Persen Spesies Pohon Terancam Punah

“Hutan dapat menyimpan 60 hingga 80% air hujan terserap ke dalam tanah (cadangan air tanah). Artinya, tidak terjadi pergerakan air volume tinggi (banjir) di limpasan permukaan. -Cadangan air tanah akan berwujud mata air di musim kemarau, sebagai pasokan air untuk keberlangsungan hidup umat manusia,” imbuhnya.

Menurut Guru Besar UINAM ini, hutan memiliki makna penting karena fungsinya yang sangat fundamental antara lain:

  1. Fungsi perlidungan (mengatur tata air, stabilitas iklim, mencegah banjir dan erosi, serta memelihara kesuburan tanah).
  2. Fungsi produksi (meningkatkan ekonomi).
  3. Fungsi konservasi (pemeliharaan dan pengawetan keanekaragaman hayati).
  4. Fubgsi penghasil dan penyeimbang oksigen (kebutuhan manusia untuk bernafas.
  5. Hutan sebagai aset sumber daya alam yang besar, jangan dieksploitasi mengikuti nafsu serakah sehingga ia rusak dan bahkan musnah. Tetapi Peliharalah hutan untuk kemaslahatan umat manusia.

Profesor Bahaking juga mengingatkan bagaimana budaya Makassar sangat memberi atensi mendalam tentang pohon.

“Dalam syair nyanyian bahasa Makassar mengingatkan, betapa besar manfaat hutan, sebagai berikut: ROMANG LOMPOA RILINO, JAI’I MATU-MATUNNA, ANGNGERANG JE’NE, APPATANNANG KAYO LOMPO (hutan di belahan dunia, sangatlah besar manfaatnya, ia sebagai sumber air dan sumber  kebutuhan kayu),” katanya.

Pesan-pesan kebudayaan ini jelas memberi pesan khusus betapa pentingnya menanam dan melestarikan pohon demi kehidupan dan masa depan.

“Hari gerakan sejuta pohon, diharapkan dapat membangun kesadaran kita semua untuk menanam pohon. Petani tradisional, gemar menanam dan memelihara pohon. Petani berdasi, entah apa kegemarannya?”

“Siapa yang memelihara dan menyayangi pohon dan lingkungannya, maka dia disayangi Allah. Siapa yang merusak pohon dan lingkungannya, maka dia dimurkai Allah. Peliharalah pohon dan lingkungan, jangan berbuat kerusakan (QS. Al-Qasas, 28:77). Selamat Hari Gerakan Sejuta Pohon, semoga membawa berkah. Aamiin yra,” pungkas Sang Profesor.

KLIK INI:  Peka dan Resah, Kunci Utama Tumbuhkan Perilaku Ramah Lingkungan