Mengandung Melatonin, 7 Makanan Ini Bikin Tidurmu Lelap di Malam Hari

oleh -38 kali dilihat
Mengandung Melatonin, 7 Makanan Ini Bikin Tidurmu Lelap di Malam Hari
Ilustrasi tidur di bantal kesayangan - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Tidur lelap di malam hari memang jadi dambaan semua orang. Kurang tidur atau tidur malam yang terganggu akan berpengaruh pada kualitas seseorang.

Selain tidur lebih cepat, tidur lelap dan berkualitas juga bisa didapatkan karena konsumsi buah-buahan atau makanan tertentu. Jadi, tidak perlu minum obat tidur agar tidur lelap yah Sahabat Hijau, sebab dampaknya bisa lebih berbahaya.

Lalu, apa saja buah dan makanan yang bisa bikin tidur lebih lelap? Carilah buah yang mengandung melatonin tinggi. Kandungan melatonin sangat bermanfaat untuk kualitas tidur malam.

Melatonin merupakan hormon yang berfungsi mengatur siklus tidur-bangun sehingga sering juga dinamai hormon tidur. Apabila seseorang masalah susah tidur, umumnya disarankan mengonsumsi suplemen melatonin. Namun, selain suplemen, hormon ini juga sejatinya ada pada buah-buahan tertentu.

Dikutip dari Tempo, Paula Doebrich, pakar gizi di Amerika Serikat, mengatakan bahwa melatonon merespons cahaya dan lebih banyak diproduksi saat gelap dan lebih sedikit saat terang.

KLIK INI:  11 Unsur Hara Mikro yang Diperlukan Tanaman dan Cirinya Bila Kekurangan atau Kelebihan

“Itu juga bisa didapat dari makanan tertentu yang kita makan,” kata dia. Untuk mengetahui lebih jelas, berikut ini 7 buah atau makanan yang dapat membuat tidurmu lebih lelap di malam hari:

  1. Kacang

Kata Doebrich kacang-kacangan (semua jenis kacang), merupakan sumber melatonin terbaik.

“Pistachio dan almond memiliki jumlah tertinggi.” Keduanya pun mengandung magnesium dalam jumlah yang baik, sebuah mineral yang dapat menunjang kualitas tidur malam lebih mantap.

  1. Susu

Menurut Doebrich susu sapi merupakan sumber melatonin. Pada segelas susu yang diminum sebelum tidur adalah pilihan terbaik.

Hal itu karena konsumsi susu di malam hari akan berkhasiat untuk kualitas tidur malam.

KLIK INI:  Pisang dan 8 Makanan Ini Mampu Menaklukkan Perut Kembung
  1. Jus ceri

Jus ceri asam juga termasuk sumber melatonin terbaik. Namun, Doebrich mengingatkan bahwa tidak semua jus ceri mengandung jumlah melatonin yang sama.

“Perlu diingat bahwa temuan ini hanya berlaku untuk varietas ceri asam seperti Montmorency. Tidak semua ceri mengandung melatonin setinggi varietas ini,” katanya.

Oleh sebab itu, bila ingin minum jus ceri cobalah ukuran sedang saja. Hal ini karena beberapa mungkin mengandung gula tinggi.

  1. Pisang

Buah pisang terbilang buah yang paling populer dan mudah didapat. Selain itu, buah pisang juga bisa diolah menjadi ragam makanan.

Bagi kamu yang sulit tidur, cobala konsumsi pisang sebagai cemilan sebelum tidur.

“Pisang adalah sumber melatonin dan nutrisi lain yang bagus yang dapat membantu mengatasi masalah tidur, seperti vitamin B6 atau magnesium,” kata Doebrich.

KLIK INI:  Manusia Jadi Biang Kerok Terjadinya Gelombang Panas Ekstrem
  1. Ikan berminyak

Tidak hanya enak, ikan juga ternyata dapat memperbaiki kualitas tidur.

Terutama pada ikan berminyak seperti sarden, salmon diketahui kaya akan melatonin.

Kandungan sam lemak omega-3 pada ikan berminyak ini juga kadarnya dalam jumlah wajar yang menjaga tingkat tekanan darah yang sehat. Jadi, tidak ada salahnya konsumsi ikan ini untuk memperbaiki kualitas tidur di malam hari.

  1. Telur

Konsumsi telur memang dianjurkan sejumlah pakar kesehatan. Telur mengandung melatonin.

Kandungan protein dan zat besi pada telur sangat baik untuk kesehatan. Telur juga mengandung melatonin yang tentu memiliki efek positif pada tubuh yakni memperbaiki kualitas tidur.

  1. Goji berry

Pada segenggam goji berry yang dikonsumsi akan membuat kamu mudah tertidur di malam hari. Hal itu karena, goji berry memiliki konsentrasi melatonin tertinggi dari semua buah kering biasa.

Nah, sudah tahu kan buah dan makanan yang mengandung melatonin. Ayo kita coba konsumsi demi kualitas tidur lebih baik!

Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Tidur Malam Kurang dari 6 Jam Bisa Tingkatan Risiko Kematian Dini