Menanti Pengembangan Praktik Pertanian Cerdas Iklim

oleh -15 kali dilihat
5 Infomasi Penting Perihal Sistem Pertanian Organik
Ilustrasi - Foto/ Zoe Schaeffer on Unsplash

KKlikhijau.com – Pertanian merupakan penyambung napas manusia. Tanpanya, manusia akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya.

Ketidaktersediaan pangan akan ancaman maha mengerikan dan bisa jadi akhir dari perjalanan manusia di muka bumi ini.

Namun, seperti setiap bidang yang ada saat ini, bidang pertanian pun mengalami goncangan karena perubahan iklim. Banyak petani yang diteror kegagalan panen.

Karena itu, untuk keluar dari permasalahan tersebut. Peneliti multi-lembaga yang dipimpin oleh University of Texas di Arlington (UTA) belum lama ini melakukan terobosan untuk membuat pertanian cerdas iklim.

KLIK INI:  Polusi dan Perubahan Iklim Semakin Mempengaruhi Kesehatan Anak

Peneliti multi Lembaga itu, belum lama ini baru-baru ini menerima hibah penelitian senilai $5 juta dari Departemen Pertanian AS (USDA) melalui  Kemitraan untuk Komoditas Cerdas-Iklim.

Tujuannya adalah untuk membangun praktik pertanian cerdas iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan produksi kedelai petani kecil dan terlayani di Texas, Arkansas, dan Missouri.

“Industri pertanian akan segera menjadi pemimpin dalam perang melawan perubahan iklim,” kata peneliti utama Woo-Suk Chang, seorang profesor Biologi di UTA.

Ia menambahkan bahwa dalam 20 tahun terakhir. Kemajuan dalam pemuliaan tanaman dan amandemen tanah secara biologis telah memungkinkan pertanian yang berkelanjutan dan regeneratif mengambil peran yang lebih penting dalam membantu perjuangan melawan kehancuran planet kita.

KLIK INI:  Kolaborasi Aksi Hijau Wujudkan Kota Makassar Tangguh Iklim
Berkolaborasi dengan petani

Untuk memperkuat produksi kedelai yang efisien dan berkelanjutan. Para ahli akan berkolaborasi dengan petani untuk menggabungkan metode baru dan percontohan proyek inovatif. Termasuk di dalamnya pertanian tanpa olah tanah, tanaman penutup, varietas kedelai cerdas iklim, rotasi tanaman, bio-inokulan, dan biochar.

Misalnya, karena pengolahan tanah dapat menyebabkan degradasi tanah dan hilangnya unsur hara.  Jadi beralih ke penanaman tanpa olah tanah akan membantu petani melestarikan penyimpanan karbon di bawah dan di atas tanah.

Pada saat yang sama, menggunakan campuran tanaman penutup yang disesuaikan dengan jenis tanah dan profil kelembaban yang sesuai. Sambil mengembangkan varietas kedelai cerdas iklim yang toleran terhadap kekeringan atau banjir akan membantu pertanian berkembang dalam kondisi buruk.

Selain itu, menggunakan rotasi tanaman dapat mencapai kesehatan tanah yang berkelanjutan, mencegah erosi tanah, dan mengoptimalkan keanekaragaman hayati.

KLIK INI:  WALHI NTT Adakan Lomba Menulis Tentang Lingkungan Hidup

Sementara itu,  memiliki bio-inokulan toleran kekeringan sebagai bagian dari paket komoditas cerdas iklim dapat mengurangi dampak negatif pada fiksasi nitrogen biologis yang biasanya terjadi pada peristiwa kekeringan.

Terakhir, karena luas permukaannya yang tinggi dan strukturnya yang berpori. Penggunaan biochar dapat meningkatkan kapasitas menahan air dan melindungi nutrisi dan bahan organik dari kondisi abiotik yang keras.

Hingga saat ini, empat belas produsen kedelai dari tiga negara bagian telah menerima untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Peluang bagi produsen kecil

Dengan memberi mereka paket komunitas cerdas iklim, insentif keuangan, dan kemampuan untuk memperoleh kredit karbon. Para ilmuwan bertujuan untuk mengumpulkan daftar produsen yang terus bertambah di ketiga negara bagian dan negara tetangga.

“Memperluas peluang bagi produsen kecil dan terlayani adalah tujuan utama Kemitraan untuk Komoditas Cerdas-Iklim,” kata Robert Bonnie, Wakil Sekretaris USDA untuk Produksi dan Konservasi Pertanian.

KLIK INI:  Jakarta Jadi Kota Paling Rentan Kena Dampak Krisis Iklim

Bonnie juga menambahkan bahwa produsen kecil dan kurang terlayani, termasuk yang ada di sini di Texas, menghadapi dampak perubahan iklim secara langsung, dengan sumber daya yang terbatas, dan mendapatkan keuntungan terbesar dari memanfaatkan permintaan pasar yang terus meningkat untuk barang-barang pertanian yang diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan The University of Texas di Arlington untuk memperluas pasar komoditas cerdas iklim dan memastikan bahwa produsen kecil dan kurang terlayani memperoleh manfaat dari peluang pasar ini,” tegasnya.

Nah, sahabat hijau, kita patut menanti terobosan praktik pertanian cerdas iklim.

KLIK INI:  Kolaborasi Cahaya dan Suhu Tingkatkan Pertumbuhan Tanaman

Sumber: Earth