Terumbu Karang yang Direstorasi Dapat Pulih Sepenuhnya dalam Waktu Empat Tahun?

oleh -66 kali dilihat
TN Taka Bonerate Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Tinabo
Pemulihan terumbu karang di Pulau Tinabo Selayar-Foto/Ist

Klikhijau.com – Pemutihan terumbu karang. Menjadi salah satu ancaman yang dibawa oleh perubahan iklim.

Sebagaimana kita ketahui, perubahan iklim adalah penyebab  dari  pemanasan suhu permukaan laut.

Perubahan lingkungan seperti pemanasan air dapat membuat terumbu karang memutih. Karena mengeluarkan alga yang hidup di dalamnya dan memberi mereka nutrisi.

Meski begitu, ada harapan untuk membuat karang tetap bertahan. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology  bertajuk “Restorasi karang dapat mendorong pemulihan anggaran karbonat terumbu secara cepat”.

KLIK INI:  Antara Pemilih Tak Peduli Lingkungan dan Politikus yang Berpihak pada Cukong

Studi itu menekankan meskipun sebagian besar terumbu karang di dunia saat ini rusak atau terancam. Upaya untuk memulihkannya dapat merevitalisasi fungsi ekosistem yang penting dengan sangat cepat.

Studi tersebut dilakukan melalui Program Restorasi Terumbu Karang Mars di Indonesia dan melibatkan restorasi terumbu karang yang telah rusak parah.

Kerusakan itu akibat penangkapan ikan dengan bahan peledak tiga atau empat dekade sebelumnya dengan menambahkan substrat dan mentransplantasikan karang.

Ines Lange, penulis utama studi tersebut, yang juga seorang profesor konservasi dan pengelolaan kelautan di Universitas Exeter mengatakan para peneliti menemukan bahwa terumbu karang yang dipulihkan dapat tumbuh dengan kecepatan yang sama seperti terumbu karang yang sehat hanya empat tahun setelah transplantasi karang.

KLIK INI:  Menuju Indonesia Hijau, Polisi Tanam Pohon di Maros

“Artinya, ekosistem ini menyediakan banyak habitat bagi kehidupan laut dan secara efisien melindungi pulau di dekatnya dari energi gelombang dan erosi . Kecepatan pemulihan yang kami lihat sungguh luar biasa. Kami tidak memperkirakan produksi kerangka terumbu akan pulih sepenuhnya hanya dalam waktu empat tahun,” katanya dinukil dari Ecowatch.

Tidak ada tanda pemulihan

Sebelum para ilmuwan melakukan intervensi, terumbu karang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal ini karena pecahan karang yang lepas menghalangi kelangsungan hidup larva karang.

Untuk mengkonsolidasikan puing-puing, para peneliti menambahkan struktur baja yang dilapisi pasir, yang menjadi kerangka untuk transplantasi pecahan karang.

KLIK INI:  Sukses Tekan Laju Deforestasi, Indonesia dapat Suntikan Dana Segar dari Norwegia

Untuk mengetahui seberapa cepat situs yang direstorasi akan pulih, tim peneliti mengamati anggaran karbonat dari selusin situs – yang direstorasi pada waktu yang berbeda-beda seperti empat tahun lalu.

“Karang terus-menerus menambahkan kalsium karbonat ke dalam kerangka terumbu sementara beberapa ikan dan bulu babi mengikisnya, jadi menghitung keseluruhan karbonat pada dasarnya memberi tahu Anda apakah terumbu secara keseluruhan tumbuh atau menyusut,” kata Lange.

“Pertumbuhan terumbu karang yang positif penting untuk mengimbangi kenaikan permukaan laut, melindungi garis pantai dari badai dan erosi, serta menyediakan habitat bagi hewan karang.”

Data penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan transplantasi karang yang cepat mendukung produksi karbonat dan pemulihan karang. Hanya dalam waktu empat tahun, peningkatan anggaran karbonat bersih karang sebesar tiga kali lipat setara dengan peningkatan di lokasi kontrol yang sehat.

KLIK INI:  Ibu yang Menyusui Bisa Atasi Perubahan Iklim, Benarkah?

Namun, komunitas terumbu yang dipulihkan berbeda dengan komunitas alami karena selama proses transplantasi, karang bercabang dipilih dibandingkan jenis karang lainnya.

Dapat menarik banyak jenis karang

Para peneliti menunjukkan bahwa perbedaan tersebut “dapat mempengaruhi penyediaan habitat bagi beberapa spesies laut dan ketahanan terhadap gelombang panas di masa depan, karena karang bercabang lebih sensitif terhadap pemutihan.”

Para peneliti mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang kuat dapat membantu meningkatkan ketahanan terumbu karang dan merevitalisasi fungsi ekosistem yang penting bagi kehidupan laut – serta masyarakat lokal – dengan relatif cepat.

Tim berharap bahwa terumbu karang yang dipulihkan pada akhirnya akan menarik lebih banyak jenis karang.

KLIK INI:  3 Inovasi Pelayanan Publik KLHK Diganjar Penghargaan Kementerian PAN-RB

Mereka menekankan bahwa hasil restorasi di lokasi tertentu akan bergantung pada metode restorasi, kondisi lingkungan, dan banyak faktor lainnya.

Tim Lamont, rekan  penulis studi dan ahli biologi kelautan di Lancaster Environment Centre di Lancaster University mengatakan, hasil studi itu memberi kita dorongan bahwa jika kita dapat dengan cepat mengurangi emisi dan menstabilkan iklim

“Kita memiliki alat yang efektif untuk membantu menumbuhkan kembali terumbu karang yang berfungsi,” katanya dikutip dari Ecowatch.

KLIK INI:  PKK Sulsel Bangun Kemitraan Bersama BUMN dan Swasta Gerakan Kurangi Sampah Plastik