Tempat Sampah di Sepanjang Jalan Selatan Sulsel

oleh -137 kali dilihat
Tumpukan sampah di pinggir jalan Kabupaten Jeneponto/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Hidup di Indonesia benar-benar merdeka dan bebas. Tak percaya, berkunjunglah ke selatan Sulawesi Selatan, kamu bisa menemukan sampah di sepanjang jalan.

Apakah sampah-sampah tersebut datang begitu saja—sendiri?

Jika saja hidup tanpa kemerdekaan membuang sampah sembarangan tempat, tentu tak akan temukan sampah di sepanjang jalan itu.

Hmmm, begini saja, saya akan memulai kisah ini dari Bulukumba agar kamu tak terlalu lippu (bingung)

KLIK INI:  Kisah Sampah yang Menghuni Sepanjang Jalan Nusantara
  • Bulukumba

Hari Selasa lalu, 11 Juni 2019, saya bergerak dari Kabupaten Bulukumba menuju Kabupaten Gowa, tempat saya lebih banyak menghabiskan waktu.

Biasanya jika dari kampung, Kindang, saya memilih jalur Banyorang, Bantaeng sebab lebih dekat. Tembus tepat di depan Sekolah Menengah Atas Tompobulu.

Namun, pada hari Selasa itu, saya bergerak menuju Kota Bulukumba untuk menunaikan janji bertemu kawan dari masa lalu (kamu boleh membacanya kawan lama)

Sekitar pukul tiga belas Wita lewat saya melajukan Ebeata (nama motor saya) meninggalkan kota Bulukumba menuju Gowa.

Saya kadang merasa diuntungkan karen tak bisa mengendarai motor terlalu laju alias kencang. Jadinya, saya leluasa menikmati dan memperhatikan banyak hal. Termasuk sampah yang menghuni pinggir jalan.

Melewati Kota Bulukumba, akan mudah ditemukn sampah di pinggir jalan, bukan berarti bahwa dalam Kota Bulukumba tak ada sampah di pinggir jalan. Tapi, cerita ini akan mengisahkan sampah usai melawati kota.

KLIK INI:  Ini Bukti Surabaya Layak Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah

Jika kamu terus bergerak ke arah Bantaeng, khususnya di pinggir laut. Kamu akan menemukan sampah berserakan di mana-mana yang di dominasi sampah plastik berupa gelas kemasan.

  • Bantaeng

Melewati perbatasan Bulukumba-Bantaeng, kamu juga akan menemukan sampah serupa sampah yang menghuni sepanjang jalan Bulukumba. Khususnya di pinggir laut. Pelankanlah lari kendaraanmu, lalu tengok ke kiri dan ke kanan. Kamu akan mepercayai tulisan ini.

Memasuki Kota Bantaeng, sampah yang berserakan di pinggir jalan seakan menghilang. Wajar saja, Kota Bantaeng memang di kenal sebagai kota yang bersih.

  • Jeneponto

Memasuki Kabupaten Jeneponto, sampah masih tetap bisa ditemukan di pinggir jalan, meski tak banyak. Tapi begitu mendekati tikungan tajam. Setahu saya, hanya satu tikungan tajam di Jeneponto. Kamu bisa temukan sampah yang membukit di pinggir jalan.

Sampah-sampah itu sebagian dikemas ke dalam karung. Sebagian dibuang begitu saja. Sampah semacam itu sangat banyak terdapat di pinggir jalan Jeneponto sebelum memasuki kota.

Sampah-sampah tersebut tentu bukan datang sendiri di pinggir jalan, tapi sengaja dibuang. Entah pelakukanya masyarakat Jeneponto sendiri atau para pengendara yang lewat.

KLIK INI:  Dengan Seni, KPS NTB Gugah Kesadaran Kita akan Bahaya Sampah

Apa pun itu, perilaku tersebut bukan perilaku yang bijak dan layak ditiru. Jeneponto bukan tempat sampah. Apalagi ia di gadang-gadang oleh Danny Pomanto sebagai calon ibu kota negara RI.

Sepanjang jalan Jeneponto, seperti jalan-jalan poros yang lain, sampah sangat mudah ditemukan di pinggir jalan.

  • Takalar

Sampah pun demikian di Kabupaten Takalar, setelah meleawti perbatasan Jeneponto-Takalar, di pinggir jalan juga akan ditemukan sampah yang dikemas dalam karung lalu ditelantarkan begitu saja.

Hal itu terjadi bisa saja disebabkan karena banyak orang merasa aman jika telah membuang sampahnya di pnggir jalan. Padahal sesungguhnya saat membuangnya masalah baru saja dimulai.

Jika kamu berkunjung ke Takalar, kamu tentu akan menemukan hal serupa yang saya temukan.

  • Gowa

Apa yang harus saya tulis tentang Kabupaten Gowa, sampah dan Gowa adalah dua hal yang enggan berpisah. Apakah kamu akan keberatan atau marah jika saya katakan Gowa adalah kabupaten yang jorok?

KLIK INI:  Benarkah Gowa Darurat Tempat Sampah?

Jika tak percaya, bergeraklah dari Takalar ke Makassar atau dari Makassar ke Takalar, kamu akan temukan tumpukan sampah yang didominasi plastik berserakan di pinggir jalan.

Jika penelusuranmu tak cukup meyakinkanmu jika Gowa adalah kabupaten jorok dari segi sampah, kamu bisa berkunjung ke sini Ternyata Gowa Dikepung Tempat Sampah Siluman

Sekali lagi, sampah yang berserakan dan bertumpuk di pinggir jalan tak datang sendiri. Ia dibawa oleh seseorang yang merasa baik-baik saja jika membuang sampahnya di sana—di pinggir jalan itu.

Apakah kamu salah satu dari mereka yang menjadikan  pinggir jalan sebagai tempat sampah?

KLIK INI:  Seorang Lelaki dan Pembungkus Siomay di Gerakan Ayo Gowa Bersih