Benarkah Gowa Darurat Tempat Sampah?

oleh -407 kali dilihat
Tumpukan sampah di depan SD Inpres Macciniayo
Tumpukan sampah di depan SD Inpres Macciniayo/foto-klikhijau.com
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Suatu pagi sepulang dari kontrakan teman di perumahan Griyah Asri Sakinan, Gowa. Saya menemukan pemandangan yang sangat lumrah, yakni tumpukan sampah di pinggir jalan. Kenapa saya katakan lumrah, sebab sampah berserakan di pinggir jalan di Sungguminasa, Gowa dan sekitarnya bukanlah hal yang asing.

Kesadaran masyarakat membuang sampah bukan pada tempatnya memang masih rendah, tapi kesadaran tak bisa tumbuh tanpa sarana tempat sampah yang memadai. Sampah yang di buang di pinggir jalan, salah satu penyebabnya karena kurangnya tempat sampah.

Ide Ketua Gowa Peduli, Muhammad Hidayatullah sepertinya bisa menjadi solusi, yakni menyiapkan tempat sampah di setiap RT. Ide itu tentu efektif dan bisa pula mengurangi biaya transportasi pengangkut sampah, sebab tak perlu menyusuri tiap jalan untuk mencari sampah yang seenaknya dibuang.

KLIK INI: Kabar Buruk Tentang Tempat Sampah “Jadi-Jadian” di Makassar

Percayalah tumpukan sampah sangat mudah ditemukan, misalnya di Jl. Usman Salengke, tepat di samping eks W Mart, Jl. Tumanurung dekat Perusahaan Listrik Negara (PLN), di depan SD Inprs Macciniayo, Jl. Sirajuddin Rani, Jl Basoi Dg Bunga. Dan jika bergerak ke arah danau Mawang, di Jl. Mangka Dg Bombong sebelum pekuburan Dato Penggentungan kamu akan menemukan tumpukan sampah di pinggir jalan sebelah kanan. Jika terus bergerak ke Jl. Macanda, kamu pun akan menemukan “gunungan” sampah yang didominasi plastik. Dan tentu masih banyak titik sampah yang bisa kamu temukan jika menelusuri jalan-jalan di Sungguminasa dan sekitarnya.

Menurut Ketua Peduli Gowa, Muhammad Hidayatullah, salah satu upaya untuk mengurangi sampah selain menyiapkan tempat sampah adalah paradigma masyarakat mengenai sampah harus diubah, bahwa sekarang ini sampah telah bernilai ekonomis.

“Tempat sampah perlu disediakan, tempat sampah yang berbeda antara sampah organik dan non organik. Seharusnya setiap Rukun Tetangga (RT) ada tempat sampah umum, serta mengefektifkan bank sampah” saran Muhammad Hidayatullah, Minggu, 10 Faebruari 2019 kemarin.

Untuk mengatasi sampah memang tak mudah, menurut pembina Abdi Merah Putih, Muliadi, untuk mengatasi sampah di Gowa harus melibatkan semua komunitas, karangtaruna, pelajar dan serta potensi pemuda yang ada.

KLIK INI: Seorang Lelaki dan Pembungkus Siomay di Gerakan Ayo Gowa Bersih

“Kegiatan jangan hanya seremonial saja. Orang Gowa sudah peduli hal begini (sampah). Sebaiknya setiap aksi bersih harus ada mobil sampah yang tersedia, jadi tak hanya memindahkan sampah, tapi langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah,” ungkapnya

Ia juga menambahkan bahwa sarana tempat sampah memang perlu diperadakan. Ide itu bertujuan agar masyarakat tak lagi membuang sampah sembarangan

“Sarana tempat sampah yang kurang, ditambah kesadaran msyarakat yang masih rendah untuk membuang sampah pada tempatnya, dan pola pikir mengenai sampah harus diubah,” lanjutnya

Sedangkan Edi Lawa, yang merupakan warga Gowa saat ditemui di Jl. Tumanurung, di sela-sela kampanye Ayo Gowa Bersih pada hari Minggu, 10 Februari 2019 kemarin mengakui bahwa Gowa memang darurat tempat sampah.

“Darurat tempah sampah, pimpinan (pemerintah) tak mungkin menggelontorkan tempat sampah jika tak ada aktivitas,” katanya. Ia berharap gerakan Ayo Gowa Bersih benar-benar ada aktivitas yang nyata.

Membuang sampah bukan pada empatnya memang menjadi masalah tersendiri. Apalagi jika sarana tempat sampah tak tersedia. (ir)