Tentang Hari Bumi Sedunia dan Fakta Historis di Baliknya

Publish by -749 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Ilustrasi Hari Bumi
Ilustrasi Hari Bumi/foto

Klikhijau.com – Di Indonesia, Earth Day atau Hari Bumi mungkin kurang begitu populer seperti peringatan atau kampanye lingkungan lainnya. Bukan tanpa sebab, karena sosialisasi tentang hari lingkungan hidup dan kehutanan hingga saat ini belum begitu luas dilakukan.

Saat ini bumi tengah menghadapi masalah lingkungan yang sangat serius. Berbagai masalah lingkungan, seperti perubahan iklim dunia, masalah limbah, kelangkaan air bersih, ledakan penduduk dan berkurangnya sumber daya alam.

Selain itu, kepunahan spesies, kerusakan habitat, aneka jenis polusi serta kemiskinan juga belum mendapatkan solusi yang tepat.

Kekhawatiran ini cukup wajar, sebab seluruh aktivitas di bumi ini seluruhnya bergantung kepada lingkungan. Oleh karena itu, kita bersama harus memikirkan cara untuk menjaga bumi dan makhluk hidup lainnya.

KLIK INI:  Usung Tema “Melindungi Spesies Kita” Miliaran Orang Bergerak Selamatkan Bumi
Sejarah Hari Bumi

Setiap 22 April, terdapat peringatan di seluruh dunia yang disebut Hari Bumi. Dalam catatan sejarah, peringatan hari ini pertama kali diselenggarakan pada 22 April 1970 di Amerika Serikat.

Penggagas kampanye untuk selalu menjaga bumi adalah Gaylord Nelson, senator dari Wisconsins sekaligus pengajar lingkungan hidup.

Ketika musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan terjadi, pada tanggal 22 April 1970 sekitar 20 juta warga Amerika Serikat.

Mahasiswa turun ke jalan memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk melakukan kampanye kesehatan dan lingkungan hidup.

Dalam kegiatan kampanye ini, mereka berkumpul untuk menentang kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh saluran pembuangan yang buruk, serta banyaknya kepunahan flora.

Aksi ini diprakarsai oleh seorang politikus dan senator pertama yang menyerukan isu-isu lingkungan di Amerika Serikat, yaitu Gaylord Nelson.

Perlunya isu lingkungan dalam kurikulum perkuliahan

Sebelumnya, gagasan mengenai hari bumi telah disampaikan oleh Gaylord Nelson saat pidatonya di Seattle tahun 1969.

Isi pidatonya adalah mendesak perlunya memasukkan isu-isu kontorversial mengenai lingkungan hidup dalam kurikulum perkuliahan berupa sesi kulai tambahan yang membahas tema-tema lingkungan hidup terkini.

Gagasan ini disambut baik oleh sebagian besar masyarakat, sehingga gerakan peduli lingkungan tersebut didukung oleh berbagai lapisan masyarakat dan menghasilkan kampanye Hari Bumi.

KLIK INI:  Bumi Bulat atau Datar, Begini Penjelasan Sains dan Alquran

Dukungan terus mengalir dan mencapai puncaknya ketika dilakukan peringatan Hari Bumi yang diikuti jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York.

Gerakan tersebut diikuti oleh sekitar 1500 perguruan tinggi dan 10 ribu sekolah di New York, Washington, dan San Francisco. Menurut majalah TIME, peserta yang hadir saat itu mencapai 20 juta pada 22 April.

Oleh Nelson, fenomena ini disebut sebagai ledakan akar rumput dari masyarakat umum yang peduli terhadap lingkungan.

Kesadaran warga Amerika Serikat mulai terbangun ketika diterbitkannya buku “Silent Spring” karya Rachel Carson pada tahun 1962. Topik yang diangkat dalam buku ini adalah permasalahan lingkungan hidup yang tengah terjadi dan akan membahayakan manusia dikemudian hati.

Hari Bumi pertama di Amerika Serikat adalah perjuangan lingkungan hidup untuk mendesak masalah lingkungan hidup dijadikan sebagai agenda nasional.

Kini, peringatan Hari Bumi telah menjadi kampanye global yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dan negara dalam jaringan global, yaitu EARTH DAY NETWORK yang berpusat di Seattle.

Keberhasilan gerakan Hari Bumi pertama kali pada tahun 1970 membuahkan berbagai kelompok besar pelestarian lingkungan hidup, antara lain Environmental Action (1970), Greenpeace(1971), Environmentalist for Full Employment (1975), Worldwatch Institute (1975), dan organisasi lain yang mengusung tema kepedulian lingkungan.

Hari bumi diperingati sebagai momen mengembalikan kesadaran masyarakat untuk peduli bumi. Selamat hari bumi, salam lestari!

KLIK INI:  Hari Bumi, Kapitalisme dan Tragedi di Negeri Makmur
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: RimbaKita dan berbagai sumber

KLIK Pilihan!