Usung Tema “Melindungi Spesies Kita” Miliaran Orang Bergerak Selamatkan Bumi

oleh -568 kali dilihat
Ilustrasi Bumi
Ilustrasi Bumi/foto-javlec.org
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Hari ini 22 April, diperkirakan lebih dari satu miliar orang di 192 negara  ikut dalam hari global aksi politik dan sipil bagi Bumi.

Iya, Tanggal 22 April setiap tahun diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Bumi atau Earth Day. Sejarah mencatat, peringatan Hari Bumi (Earth Day) diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat.

Earth Day Network (EDN), Jaringan Hari Bumi, organisasi yang memimpin perayaan Hari Bumi di seluruh dunia, menetapkan 2019 sebagai tahun untuk “Melindungi Spesies Kita.”

Menurut EDN, tema tersebut dipilih untuk menyoroti fakta bahwa aktivitas manusia secara langsung terkait apa yang dirujuk oleh wartawati lingkungan Elizabeth Kolbert dalam bukunya, “The Sixth Extinction.”

KLIK INI:  Bumi Bulat atau Datar, Begini Penjelasan Sains dan Alquran

Buku itu menggambarkan kepunahan massal yang disebabkan aktivitas manusia daripada penyebab alami. Jadi, kerusakan Bumi disebabkan oleh manusia sendiri

Penggagas hari Bumi sendiri adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.

Semu bermula pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan Bumi selatan bertepatan pada tanggal 22 April 1970.

Pada saat itu, kira-kira 20 juta warga AS dan mahasiswa turun ke jalan memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungann lingkungan.

Nah, Aktor utama aksi nasional itu adalah Gaylord Nelson, politikus dan senator pertama yang menyuarakan isu-isu lingkungan menjadi agenda senat AS.

Lalu pada hari ini, orang akan berpawai, menanam pohon, membersihkan kota, taman, pantai dan saluran air, politisi akan mengumumkan kebijakan, dan perusahaan berjanji mengupayakan keberlanjutan – semua untuk menandai Hari Bumi 2019.

KLIK INI:  Felix Finkbeiner, Remaja yang Menanam 150 Pohon untuk Setiap Orang di Bumi

Hari Bumi, secara umum, memunculkan kesadaran yang lebih besar terhadap masalah lingkungan. Lalu mengapa Bumi menjadi planet tempat tinggal mahkluk hidup?  Sebaiknya baca tulisan Rianna Zheid yang pernah dimuat di idntimes.com

  • Bumi mengandung banyak air dan asam amino

Dilansir dari National Geographic, Bumi kita terbentuk dari ledakan dahsyat sekitar 13,8 miliar tahun lalu yang dikenal dengan Teori Big Bang. Beberapa peneliti mempercayai selang 600-700 juta tahun kemudian atau sekitar 3,9-3,8 miliar tahun lalu, hujan meteor membombardir Bumi dengan membawa serta air dan asam amino dalam jumlah yang banyak.

Adanya air dan asam amino memungkinkan muncul cikal bakal kehidupan, bakteri bersel tunggal. Sejak saat itu makhluk hidup pun tumbuh semakin kompleks.

  • Adanya oksigen yang mencukupi

Tersedianya oksigen yang cukup tentu merupakan anugerah terindah bagi makhluk hidup seperti manusia. Apa yang akan terjadi jika makhluk hidup kekurangan oksigen? Kepunahan adalah jawaban tepatnya.

Munculnya benua super besar Pangea, yang merupakan daratan luas menyebabkan perubahan geologi, iklim, dan juga lingkungan yang parah. Letusan gunung api yang berlangsung terus menerus selama 1 juta tahun mengeluarkan lava seluas kira-kira 300 juta kilometer persegi dan menghasilkan endapan setebal lebih dari 1.750 meter. Dampaknya gas metana yang membeku dalam air laut pun mencair, memberikan dampak pemanasan global 20 kali lebih kuat dari gas CO2.

Hanya 5% populasi makhluk hidup yang bertahan. Sisanya, 95% musnah akibat kekeringan yang hebat, kekurangan oksigen, dan hujan asam yang menyebabkan tumbuhan tidak mampu bertahan.

  • Karbondioksida yang berperan penting dalam fotosintesis tumbuhan

Karbondioksida berperan penting dalam fotosintesis tumbuhan. Tumbuhan sebagai produsen pertama sangat mempengaruhi makhluk hidup lainnya. Dari tumbuhanlah, manusia dan hewan memperoleh makanan. Siklus rantai makanan berawal dari sana dan mungkin bahkan kehidupan berawal dari makhluk hidup tersebut.

  • Atmosfer yang menjadi penjaga Bumi

Atmosphere menjadi ‘penjaga’ Bumi dan juga menjaga kita semua. Memang dia tidak terlihat, bahkan bayangannya pun tidak ada. Namun lapisan tipis dan tidak terlihat tersebut menjadi penjaga yang kuat untuk melindungi seluruh makhluk hidup yang berada di Bumi dari serangan benda asing luar angkasa.

Bumi saat ini adalah satu-satunya planet yang layak huni. Planet-planet di dalam tata surya kita kecuali Bumi saat ini tidak mengandung unsur yang dapat menopang ‘kehidupan’. Tetapi bukan berarti tidak ada planet lain di luar langit sana yang mempunyai kehidupan yang sama seperti Bumi. Manusia akan selalu mempercayai keberadaan makhluk hidup seperti dirinya.

……….selamat Hari Bumi……..

KLIK INI:  Peringati Hari Bumi 2019, Ajakan Renungkan Tagar #10YEARCHALLENGEOFEARTH Digaungkan